Langsung ke konten utama

Bagaimana Bisa Jadi Pramugari?

Pramugari biasanya menjadi salah satu cita-cita setiap anak terutama untuk anak perempuan. Tetapi, ini tidak berlaku untuk saya 10 tahun lalu, saya justru ingin menjadi seorang "Dokter Anak". Cita-cita tinggal angan, karena besarnya biaya untuk menjadi seorang dokter saat itu, jauh diluar kemampuan orang tua saya. Terlahir dari keluarga broken home sejak kelas 3 SMP, membuat saya mengubur dalam-dalam semua impian saya.
Nah, Kok bisa sih saya jadi Pramugari?Cantik enggak, putih enggak, tinggi juga kurang. Mungkin sebagian orang menilai seperti itu, saya juga merasa kok, jauh dari kriteria seorang pramugari. 
Sumber : Goggle
Cerita singkatnya begini... 
Semenjak lulus SMK, saya langsung bekerja di sebuah shorum motor Yamaha didekat tempat tinggal saya, walau sudah bekerja selama hampir 2 tahun  menjadi sales counter , saya merasa kurang puas dengan karir yang saya dapat. Kemudian, saya melamar bekerja kembali di shorum mobil Mitsubishi, saya kembali merasa jenuh setelah bekerja selama 3 bulan. Lalu, saya melamar kerja ke sebuah bank finance dan lagi-lagi hanya bertahan selama 3 bulan. 
Selama saya bekerja di shorum Mitsubishi dan di bank tersebut, saya juga melanjutkan kuliah ke salah satu perguruan tinggi di Jakarta. Biaya kuliahnya, saya sisihkan dari gaji bulanan yang saya terima, setelah dikurangi biaya hidup saya dan ibu saya. Ketika hendak mengerjakan tugas kuliah, saya mengantarkan teman saya melamar kerja ke Bank BCA.

Sedihnya, teman saya yang melamar tetapi saya yang ditawarkan bekerja. Ini bukan maksud riya ya, terkadang peristiwa yang saya alami ini lumrah terjadi dimana-mana. Saat itu standar nilai rata-rata ijazah terakhir minimal 8, alhamdulillah nilai raport sekolah dulu pas untuk melamar kerja di bank tersebut. Walau awal nya saya merasa tidak enak terhadap teman saya, tetapi alhamdulillah teman saya mengerti. 
Awalnya merasa ada dititik nyaman, dan cukup, tetapi belum jalan 2 tahun saya sudah merasa jenuh kembali. Saat yang bersamaan, ibu saya menyampaikan bahwa saya harus pindah kerja kembali, dengan tujuan agar bisa mendapatkan upah yang lebih tinggi untuk membiayai adik saya sekolah.
Awalnya bingung, kerja apalagi coba, sepertinya sudah semua dicoba. Kemudian suatu hari ibu saya bilang,
 "De, coba ngelamar jadi Pramugari aja yuk!", waduh saya saat itu langsung terbayang sosok perempuan putih, tinggi, cantik, berpendidikan tinggi. Saya merasa jauh banget dari kriteria itu, dan bilang "Mama, jangan mimpi deh ah. Ketinggian itu mah, naik bis aja sering mual, gimana naik pesawat' ungkap saya. 
Ibu saya bilang "Semua itu berawal dari mimpi, kalau mimpi aja gak mau, gimana Allah mau kasih". Sambil bekerja di bank, ibu saya mulai membentuk pribadi saya, membantu saya luluran (taulah ya, mantan sales itu nyari konsumen kemana-mana pasti dekil hehehe), diet ketat, belajar berenang, belajar make up, belajar jalan, belajar bahasa asing, dll.
Setelah kurang lebih 3 bulan persiapan, akhirnya saya bolos kerja dan memberanikan dari untuk melamar ke perusahaan penerbangan di Jakarta. Kadang naik angkot, naik bis, naik motor, hingga naik bajaj. Saat itu yang pertama kali saya datangi  adalah Batavia Air pada tahun 2010, saya merasa sangat tegang dan minder. Saat itu hasil tesnya tidak langsung hari itu, harus menunggu berbulan-bulan katanya (ternyata mau tutup ya). Kemudian, dalam waktu 2 bulan saya mencoba keberuntungan  di beberapa perusahaan penerbangan, antara lain: CitiLink, Garuda Indonesia, Lion Air, Kalstar dan terakhir Sriwijaya Air. 
Bermodalkan tinggi 160cm/52kg, dan pengalaman kerja yang saya punya, saat itu saya hanya bisa yakin akan diterima bekerja. Apalagi Ibu saya sangat mendukung langkah saya ini, dan dengan doa yang tidak pernah putus dari beliau. Yeay, akhirnya usaha saya dan ibu saya membuat kan hasil. Saya lolos seleksi Walk in interview di PT. Sriwijaya Air. Tahapan tesnya antara lain:
  1. Performance test (tinggi dan berat badan) dan interview 
  2. Psikotes dan Bahasa Inggris
  3. Interview oleh CFA
  4. Medical check up/ Medex
  5. Pantuhir (Pantauan Akhir)
Mmm, banyak banget tesnya dan sampai berbulan-bulan, membuat kuliah saya terbengkalai. Ini pengalaman saya agar bisa lolos test yaitu:
  • Berdoa
  • Percaya diri
  • Berusaha
  • Berbekal pengetahuan seputar penerbangan
  • Cukup menguasai Bahasa Inggris
  • Tidak harus putih, tetapi bersih dan terawat
  • Kalau tinggi badannya kurang, saya sarankan lebih baik cari pekerjaan lain, karena nanti hanya buang waktu dan tenaga
  • Tidak gendut dan tidak kurus, harus proposional
  • Jadi dari sendiri, jujur dan jangan berlebihan
  • Make up yang natural
  • Tidak memakai perhiasan berlebihan
Nah, persyaratan setiap perusahaan hampir sebagian besar sama ya. Initial Flight Attendant adalah seseorang yang baru memulai karirnya menjadi seorang awak kabin, sedangkan Experience Flight Attendant adalah seseorang yang sudah pernah bekerja sebelumnya menjadi awak kabin. Ini pengetahuan awal yang harus kita ketahui, karena saat kita hendak menaruh berkas lamaran kerja, akan ditanya "Mbak Initial atau Expri?" Malu bangetkan, kalau sampai hal mendasarnya aja gak tahu (hehehe). 
Persyaratan Initial Flight Attendant
  1. Pria/Wanita, Warga Negara Indonesia
  2. Berpenampilan menarik dan ramah, YOUNG FUN RESPECTFUL HOSPITABLE PASSIONATE
  3. Dapat bekerja dengan cepat, tepat, dan baik sendiri maupun dalam team
  4. Belum pernah menikah
  5. Sehat jasmani dan rohani
  6. Usia minimum 18 tahun dan maksimum 25 tahun
  7. Pendidikan minimum SMA/Sederajat
  8. Tinggi badan minimum 160cm dan maksimum 175cm (Wanita)
  9. Tinggi badan minimum 170cm dan maksimum 185cm (Pria)
  10. Berat badan ideal dan postur tubuh proposional
  11. Tidak berkacamata/tidak mengenakan kontak lens dan tidak buta warna
  12. Mampu berbahasa Inggris dengan baik, lisan dan tulisan
Berkarir selama hampir 6 tahun, alhamdulillah saya memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga saja sekarang. Dari belum bisa berhijab, alhamdulillah sebelum saya resign, dan kini sudah diperbolehkan berhijab. Semoga tulisan blog saya kali ini bermanfaat bagi teman-teman yang hendak ingin mencoba melamar kerja menjadi Flight Attendant. InshaAllah saya akan share lagi pekerjaan dan suka duka nya menjadi pramugari. Tunggu ya...
Dok : Pribadi








Komentar

  1. Mba Sarah, like like like :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thank you mba... Iya nih sesuai perjuangannya

      Hapus
  2. dulu aku pingin banget jd pramugari membayangkan bsia keliling dunia tp apadaya inggi terlalu mungil untuk ukran pramugaru

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba... Nnti inshaAllah anak aja mba yang dijadikan. Aku suka ikut sedih klo liat yang kecil2 daftar. Soalnya nnti saat test langsung di tolak, kan malu banget padahal cuma kurang 1cm tetep ga bisa.

      Hapus
  3. Waaaah..kereeen ceritanya, Mbak.
    Nggak nyangka ya, apa yang mungkin jauh dari impian bisa jadi kenyataan, semua berkat usaha dan doa..
    Salut, mbak..
    Semoga apapun pilihan yang diambil kini bisa menambah kaya pengalaman kita ya, Mbak...Terima kasih sudah membagikan cerita ini..:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, udah naik turun kehidupan. Benar pepatah bilang, usaha tidak akan menghianati hasil. InshaAllah keputusan sekarang terbaik ya mba.. Apalagi semua demi anak. Sama2 mba, saling Berbagi semangat dan pengalaman.. Salam kenal mba dian

      Hapus
  4. Suka sekali baca tulisannya mba. Alhamdulillah bagus banget pekerjaannya sebagai pramugari ya mba. Salut dengan ibunda yang sangat mendukung karir mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, true story soalnya.. Jadi nyeri tain nya gampang dan lancar. Berharap Berharap akan banyak orang yang bisa ambil pengalaman biar semangat menggapai apa yg yg dicita-citakan. Alhamdulillah almarhum Ibu saya benar2 berjalan... Mba salam kenal yach.. Semoga bisa ketemu nanti..

      Hapus
  5. Ternyata kita satu perusahaan dulu ya mba.. Tapi beda bagian. Aki dikantornya bagian jualan.. Xixixi.. Salam kenal mba..

    BalasHapus
  6. Hai mbak, salam kenal... Waahh iya yaa belum pernah ketemu kita dulu.... Mudah2an bisa ketemu ya mba nanti kita silaturahmi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berat bgt ya mom ternyata jd mugari, dan ga simple kerjaan nya. Tp bnyk yg nyepelein bgt pekerjaan ini. Salam kenal mom amalia, sukses sllu

      Hapus
  7. Mba disyaratnya ada tulisan blm pernah menikah, jd kalau udah pernah menikah ngga boleh dong yaa hihihi ((penasaran)) dan aku selalu penasaran, kok bisa para pramugari itu cepol & dandanannya itu rapih-rapih bangeet, ditraining juga kah? :D (pertanyaan bodoh yg ngga ngerti pramugari) :D

    BalasHapus
  8. Menarik banget mbak, tulisannya. Ah, memang enak kalau bisa melanglang buana ke mancanegara. Ada saudaraku jadi pramugari eh berjodohnya sama orang baian kantor maskapai penerbangan tersebut hehehe...

    BalasHapus
  9. Kalo aku mah emg ga mungkin jd pramugari. Secara tinggi bdn aja 154, trs berat under weight wkwkwkwk... Tp salah satu sepupuku ada yg pramugari garuda. Dr dia sering dgr cerita gimana enak gak nya jd pramugari :D. Tp rata2 sih sbnrnya sama ama kerjaan yg berkaitan dgn service ya mba

    Krn aku kerja di bank, melayani nasabah pun begitu juga. Kdg ada yg rewel, tp banyak jg yg baik :)

    BalasHapus
  10. Kalau aku mah udah ga bakal lolos jadi pramugari. Semua kriteria ga sesuai, hahaha...

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya. Saya sangat senang apabila kalian meninggalkan komentar, masukan, saran, atau kritik. Sebagai semangat untuk saya, agar bisa menulis lebih baik lagi. Semoga bermanfaat!


Amallia Sarah

Postingan populer dari blog ini

Rayakan Momen Makan Pertama Si Kecil Bersama Milna

Kebahagiaan seorang ibu adalah tatkala melihat anaknya tumbuh sehat dan ceria, atau istilahnya "Bayi Sehat, Ibu Senang". Setuju kan Bun? Bahkan, saat baru menjadi ibu kita sudah harus memikirkan nutrisi untuk Si Kecil. Pemenuhan nutrisi tersebut sangat penting di 1000 hari kehidupan pertamanya.




Tahulah ya Bunda, setelah 6 bulan kita memberikan ASI untuk Si Kecil, selanjutnya adalah memberikan MP-ASI untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Saya jadi teringat betapa exitednya saya 6 bulan lalu, saat menyiapkan Momen Makan Pertama Rayyan. Saya merasa bahagia sekaligus takut, kalau nanti makanan yang saya berikan nutrisinya tidak seimbang.

Saat saya di undang oleh Milna untuk menghadiri acara "Milna 1stBite Day" di The Hall 8th floor, Senayan City, Jakarta pada tanggal 9 September 2017 kemarin, saya sangat antusias untuk datang. Walau Rayyan sudah berusia 1 tahun, saya selalu semangat belajar ilmu tentang MP-ASI. Karena saat ini, banyak sekali metode pemberian MP-ASI yang b…

Pentingnya Menjaga Kesehatan Saluran Cerna Dengan Probiotik "INTERLAC"

Hello moms and dads... Pernah tidak khawatir ketika Si Kecil terkena diare? Terutama ketika Si Kecil baru lahir. Rasanya hal ini cukup sering dialami oleh para orang tua. Apalagi untuk orang tua baru. Saat Si Kecil sakit, biasanya kita langsung panik dan bergegas ke dokter. Wajar kok! Saya juga begitu.


Sebagai orang tua, kita sangat wajib peduli dengan kesehatan Si Kecil. Apalagi kalau urusannya "Diare". Ketika kita sedang diare, yang namanya bolak-balik WC itu membuat lemas dan pusing sejadi-jadinya. Kita yang dewasa saja tidak kuat ya, apalagi Si Kecil. Menurut beberapa penelitian, diare adalah salah satu penyakit yang hampir sering menyerang tubuh manusia.

Bagaimana tidak? Ternyata 80% imun kita terdapat di saluran cerna yang merupakan organ terbesar dalam tubuh kita. Bahkan saluran cerna manusia itu bila dibentangkan luasnya mencapai 300 meter persegi, seluas lapangan tenis! Sehingga, para ahli medis pun sepakat bahwa kesehatan saluran cerna manusia adalah cerminan kesehat…