Langsung ke konten utama

Yuk Kita Kenali Perilaku Anak Di Usia Pra-Sekolah

Rasanya tidak ada habisnya ya, kalau membahas peran orang tua terhadap tumbuh kembang Si Kecil. Selain pemenuhan nutrisi dan gizi di 1000 hari pertamanya, ternyata peran orang tua terhadap kecerdasan dan perilaku anak juga sangat penting. Apalagi saat masa-masa prasekolah, banyak hal yang harus kita lakukan demi membuat Si Kecil #PintarnyaBeda.




Saat saya mendapatkan undangan dari Clozzete Indonesia dan Parenting Club Indonesia  untuk menghadiri acara dengan tema "Kenali Perilaku Anak Di Usia Pra-Sekolah", saya sangat antusias untuk datang. Apalagi acara ini menghadirkan Dr. dr. Rini Sekartini Sp,A(K), Kak Budi Haha (Indonesian Ventriloquist)  sebagai Story Teller dan Ayudia Bing Slamet sebagai Bintang TamuAcara ini berlangsung di Harlequin Bistro, Kemang, Jakarta pada hari Kamis, 14 September 2017 kemarin.
Senangnya lagi, ruangan Workshop Parenting & Stimulation Room dibedakaan lho. Jadi, saya dan suami bisa serius dan konsen menyimak materi yang disampaikan. Diruangan sebelah, anak pun dapat bermain dan belajar melatih kecerdasan mereka bersama Kak Budi Haha yang akan memberikan Storytelling Workshop untuk menstimulasi Akal, Fisik dan Sosial Si Kecil.


Menurut Dr. dr. Rini Sekarwati S,PA (K), "Dalam mendidik dan membesarkan buah hati kita, tentu banyak hal yang harus kita ketahui mulai dari tumbuh kembang,  perilaku, kebiasaan, dan hal lainnya. Tumbuh kembang setiap anak tentu tidak lepas dari peran utama orang tua dan lingkungan". 
Dalam 2 tahun pertama usia anak, otaknya tumbuh hingga 80% ukuran otak dewasa. Saat usianya memasuki 5 tahun, pertumbuhan otaknya mencapai 90%. Maka pada fase ini, sekitar 85% kecerdasan dan kepribadian anak juga telah terbentuk. Hal ini yang sering kali membuat kita heran, ketika melihat Si Kecil saat memasuki usia prasekolahnya lebih pintar, mandiri, dan percaya diri.


Ada anak yang unggul dalam hal kepintaran Akal, ada yang Fisik, ada pula yang Sosial. Dengan memberi Si Kecil stimulasi yang tepat dan konsisten, kita sebagai orang tua tentu dapat membantu mensinergikan kepintaran Akal, Fisik, dan Sosialnya.

Sumber: Instagram ParentingClubid 
Biasanya bermain adalah hal yang paling disukai oleh anak-anak, dan banyak orang tua yang mengajak anaknya bermain sambil belajar. Bermain adalah salah satu aktivitas penting dalam proses tumbuh kembang Si Kecil. Tentunya, jenis mainan atau permainan yang berbeda akan memberi manfaat yang berbeda pula.
Contoh:
  1. Bermain puzzle bisa menjadi stimulasi untuk kepintaran Akal dan Fisiknya.
  2. Bermain susun balok yang melibatkan teman, bermanfaat untuk kepintaran Akal dan Sosialnya.
  3. Bermain lempar bola dapat membantu kepintaran Fisik, dan bermain bola bersama temannya bermanfaat untuk kepintaran Sosialnya.

Usia Pra-Sekolah adalah dimana anak sudah berusia antara 4-6 tahun, dimana pada masa ini anak sudah bisa diarahkan ke arah positif yang bisa membantu perkembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan anak tersebut. 
Ternyata pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil itu sangat pesat dalam usia 5 tahun pertamanya. Tidak heran jika usia 0-6 tahun sering disebut fase periode emas tumbuh kembang anak. Kita kadang sebagai orang tua sering  kali ingin cepat anak kita tumbuh besar dan cepat sekolah. Ternyata, dalam usia prasekolah kita harus mengevaluasi kesiapan fisik, emosional, dan sosialnya.

Kesiapan emosional dan sosial tercermin dari perilaku anak. Perilaku anak adalah kemampuannya memahami dan bertindak bijaksana dalam berkomunikasi dengan orang lain. Banyak orang tua yang justru kebingungan saat menghadapi perilaku anaknya. Padahal perilaku anak berbeda karena banyak hal, antara lain:
  1. Perbedaan usia
  2. Emosional anak
  3. Perkembangan fisik
  4. Faktor keluarga dan lingkungan
Ayudia Bing Slamet juga menyampaikan, "Bahwa dirinya dan suami merasa bahagia melihat perilaku dan kecerdasan Sekala. Apalagi ada fitur Smart  Strength Finder dari Parenting Club Id, saya jadi tahu minat dan kecerdasan Sekala itu dominan ke musik. Dengan menjadi member dan mengisi kuisioner sebanyak 40 Pertanyaan, kita sudah bisa tahu dominan apa yang dimiliki si anak".
    Untuk mengembangkan kepribadian anak pada masa emasnya, banyak hal yang bisa kita lakukan untuk membantu Si Kecil menyeimbangkan kepintaran dan perilakunya. 
    1. Lakukan dengan sabar dan tulus.
    2. Lakukan interaksi dengan anak sesering mungkin.
    3. Berkomunikasi dengan baik. 
    4. Berikan anak kesempatan untuk menunjukan keinginannya.
    5. Berikan hadiah atau reward agar anak semakin semangat dan percaya diri.
    Kak Budi Haha mengatakan, "Sebagai orang tua kita jangan sampai kehabisan ide untuk melatih kecerdasan anak kita. Di era sekarang, pola asuh dalam mendidik anak, bisa melalui dongeng, buku, interaksi dan lainnya".
    Untuk Mam and Pap mulai sekarang STOP ya membanding-bandingkan kepintaran setiap anak, karena setiap anak itu berbeda. Selain itu, jangan mudah "Baper" lihat tumbuh kembang anak lain. Justru, kita harus  lebih rajin menstimulasi kepintaran anak kita sendiri, agar anak kita #PintarnyaBeda


    Terima kasih banyak Clozzete Indonesia dan Parenting Club Indonesia. Sampai berjumpa kembali di Workshop Parenting selanjutnya ya. Yuk Mam and Pap, kita dukung sinergi kepintarannya Si Kecil agar #PintarnyaBeda.
    Untuk Mam and Pap yang ingin mengetahui tanda-tanda kepintaran Si Kecil lebih lanjut, bisa memanfaatkan fitur Smart Strength Finder di website Parenting Club Id by Wyeth Nutrition. 

    Komentar

    1. Cocok pembahasannya buat Gie nih. Insha allah Mau masuk sekolah tahun depan. Jadi persiapannya dari sekarang.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Iya nih, acaranya manfaat banget ya mba . Aku mau foto sm mba nurul lupa terus hehhehe

        Hapus
    2. Bener sekali bunda. Sejak kita terpilih menjadi orang tua. Mau ga mau kita harus kreatif bagaimana cara menstimulus untuk mengoptimalkan kemampuan anak

      BalasHapus
      Balasan
      1. Iya ya Bun, jadi emak2 millennial skrg mah gampang banyak dan bisa dicari..

        Hapus
    3. Saya juga pakai aplikasi ini untuk mengetahui bakaT anak :)

      BalasHapus
      Balasan
      1. Iya sekarang apa2 gampang ya mba, semua tinggal dicari di goggle banyak bgt... Ada aplikasi ini Memudahkan banget deh

        Hapus
    4. Oh bintang tamunya tuh Ayudia Bing Slamet ya hehehe..asyik banget acaranya :) Aku baru tau nih kalau alam 2 tahun pertama usia anak, otaknya tumbuh sampai 80% ukuran otak dewasa. Pas masuk usia 5 tahun mencapai 90% pertumbuhan otaknya.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Hahhaa, aku aja baru tau mba.. Kirain pas tua baru semuanya hehehe

        Hapus
    5. Suka banget kalo ada acara parenting kaya gini, ada fasilitas buat anak main, jadi ga harus ninggalin anak dan ga bingung nitipin sama siapa. Mba, makasih banyak sharingnya ya...

      BalasHapus
      Balasan
      1. Iya ya mba, kepake banget ilmunya.. Belom lagi anak-anak dpt tmpt khusus juga. Jadi nyaman kitanya

        Hapus
    6. Mama Rayyan, aku hadir ke siniii... sekarang 2 tahun pertama harus digeber yaa... Rayyan anteng banget ya selama event. Baik 😍... moga ketemu lagi ya mbaa

      BalasHapus
      Balasan
      1. Iya digeber banget.. Biar pinter beda... Hahaha emaknya kudu extra ya mba.. Aamiin moga ktmu lagi mba

        Hapus
    7. Makasi sharingnya.. jadi pengingat buat aku sebagai calon ibu tentang pentingnya pendidikan anak pra sekolah.. kudu banyak belajar buat melatih kesiapan mental, akal dan fisiknya... semoga bisa lah...

      BalasHapus
      Balasan
      1. Iya bener banget mba, persiapan buat anak dri masih hamil... Biar nnti ilmunya udah banyak hehhe. Salam kenal mba

        Hapus
    8. Topiknya keren nih, tapi nanti semoga bisa saya terapkan bila waktunya sudah tiba hehehe

      BalasHapus

    Posting Komentar

    Terima kasih telah berkunjung ke blog saya. Saya sangat senang apabila kalian meninggalkan komentar, masukan, saran, atau kritik. Sebagai semangat untuk saya, agar bisa menulis lebih baik lagi. Semoga bermanfaat!


    Amallia Sarah

    Postingan populer dari blog ini

    Bagaimana Bisa Jadi Pramugari?

    Pramugari biasanya menjadi salah satu cita-cita setiap anak terutama untuk anak perempuan. Tetapi, ini tidak berlaku untuk saya 10 tahun lalu, saya justru ingin menjadi seorang "Dokter Anak". Cita-cita tinggal angan, karena besarnya biaya untuk menjadi seorang dokter saat itu, jauh diluar kemampuan orang tua saya. Terlahir dari keluarga broken homesejak kelas 3 SMP, membuat saya mengubur dalam-dalam semua impian saya. Nah, Kok bisa sih saya jadi Pramugari?Cantik enggak, putih enggak, tinggi juga kurang. Mungkin sebagian orang menilai seperti itu, saya juga merasa kok, jauh dari kriteria seorang pramugari.  Cerita singkatnya begini...  Semenjak lulus SMK, saya langsung bekerja di sebuah shorum motor Yamaha didekat tempat tinggal saya, walau sudah bekerja selama hampir 2 tahun  menjadi sales counter , saya merasa kurang puas dengan karir yang saya dapat. Kemudian, saya melamar bekerja kembali di shorum mobil Mitsubishi, saya kembali merasa jenuh setelah bekerja selama 3 bulan. La…

    Rayakan Momen Makan Pertama Si Kecil Bersama Milna

    Kebahagiaan seorang ibu adalah tatkala melihat anaknya tumbuh sehat dan ceria, atau istilahnya "Bayi Sehat, Ibu Senang". Setuju kan Bun? Bahkan, saat baru menjadi ibu kita sudah harus memikirkan nutrisi untuk Si Kecil. Pemenuhan nutrisi tersebut sangat penting di 1000 hari kehidupan pertamanya.




    Tahulah ya Bunda, setelah 6 bulan kita memberikan ASI untuk Si Kecil, selanjutnya adalah memberikan MP-ASI untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Saya jadi teringat betapa exitednya saya 6 bulan lalu, saat menyiapkan Momen Makan Pertama Rayyan. Saya merasa bahagia sekaligus takut, kalau nanti makanan yang saya berikan nutrisinya tidak seimbang.

    Saat saya di undang oleh Milna untuk menghadiri acara "Milna 1stBite Day" di The Hall 8th floor, Senayan City, Jakarta pada tanggal 9 September 2017 kemarin, saya sangat antusias untuk datang. Walau Rayyan sudah berusia 1 tahun, saya selalu semangat belajar ilmu tentang MP-ASI. Karena saat ini, banyak sekali metode pemberian MP-ASI yang b…

    We Made Me - Cara Menggendong Bayi Yang Benar

    Hai semuanya, apa kabar? Semoga sehat wal'afiat ya. Membahas gendongan pasti sudah pada tahu ya. Apalagi untuk para orang tua. Tetapi apakah kita sudah menggendong dengan baik dan benar? Beruntung beberapa hari lalu, saya berkesempatan hadir pada seminar dengan tema "Cara Menggendong Bayi Yang Benar" bersama Beautynesia dan We Made Me Indonesia. Acara ini menghadirkan bintang tamu Ayu Hastari, Ibu Nindy dari Baby Wearing Club Jakarta, dan CEO dari We Made Me yaitu IbuCindyIbu Nindy menyampaikan bahwa menggendong bayi sudah menjadi kewajiban orang tua dong tentunya. Selain menjalin hubungan erat dengan si kecil, ternyata banyak juga lho manfaat bagi Moms & Dads. Agar hubungan semakin dekat, pastinya kegiatan menggendong ingin terlaksana dengan nyaman dan aman. Manfaat Menggendong Bayi Moms jadi mudah menyusuiDapat sambil bekerjaJadi lebih perhatianBayi mudah ditidurkanPraktis bepergianDampak Salah Menggendong Bayi Sangat PENTING bagi Moms & Dads yang baru memiliki b…