Langsung ke konten utama

Cordlife - Sahabat Penyimpanan Darah Tali Pusat

Hallo moms and dads... Apapun tentang kesehatan itu selalu penting ya. Nah, kali ini saya akan membahas tentang pentingnya menyimpan Darah Tali Pusat. Ada yang pernah dengar?
Menurut beberapa penelitian, sel punca pada darah tali pusat sudah diakui dunia dapat digunakan untuk terapi pengobatan lebih dari 85 jenis penyakit termasuk leukimia, limfoma, anemia, cerebral palsy dan thalasemia. Pengalaman banyak orang termasuk saya, biasanya tali pusat itu hanya dibersihkan, disimpan dalam wadah tertutup, dan dikubur dengan adat istiadat kepercayaan masing-masing. Lalu bagaimana proses pengambilan darah tali pusat tersebut?


Pada tanggal 15 November 2017 lalu, saya berkesempatan hadir dalam acara Work Cord Blood Day yang untuk pertama kalinya diadakan di seluruh dunia. Acara yang berjudul "Cordlife AWESOME (Awareness for Some People)" ini diadakan oleh PT. Cordlife Persada dengan tujuan untuk memberikan informasi dan mengedukasi berbagai kalangan masyarakat,seperti calon orang tua, blogger, media hingga praktisi kesehatan mengenai pentingnya menyimpan darah tali pusat.
Sumber dari Instagram Cordlife Indonesia
Acara Cordlife AWESOME ini diadakan di Hongkong Cafe, Sarinah - Jakarta dengan menghadirkan Ibu Wita Pratiwi, manager marketing PT. Cordlife, dr. Ardiansjah Dara, SpOG sebagai dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dr. Meriana Virtin sebagai medical advisor PT. Cordlife dan Ibu Fanny Novia sebagai brand ambassador PT. Cordlife.
Apakah Darah Tali Pusat Itu?
Tali pusat adalah tali penghubung dari embrio atau janin yang sedang berkembang dengan plasenta yang memungkinkan darah membawa oksigen dan nutrisi kepada bayi dalam kandungan. Tali pusat berfungsi sebagai penghubung kehidupan ibu dan anak selama masa kehamilan. Setelah bayi lahir, tali pusat di potong dan biasanya dibuang bersama plasenta sebagai limbah medis sampai peneliti mengetahui tentang potensi kedokterannya


Sumber: Cordlife Persada Indonesia
Pengertian Sel Punca Darah Tali Pusat
Darah tali pusat adalah sumber yang kaya akan Hematopoetic stem cell (HSC) terutama bertanggung jawab untuk mengisi darah dan regenerasi sistem kekebalan tubuh. Sel-sel ini digunakan sebagai pengobatan standar untuk lebih dari 85 penyakit. Meskipun sebagian besar penyakit memerlukan sel-sel induk dari donor lain (alogenik), autologous (dari diri sendiri) transplantasi dapat diterapkan untuk beberapa diantaranya.


 Ibu Wita Pratiwi (Manager Marketing PT. Cordlife)
Ibu Wita Pratiwi menyampaikan bahwa tujuan dari World Cord Blood Day sendiri adalah untuk mengedukasi masyarakat tentang manfaat sel punca yang bersumber dari darah tali pusat yang semula dianggap sampah medis.


Bagaimana Proses Pengambilannya?

"Pengambilan darah tali pusat tidak menimbulkan sakit sama sekali, aman, dengan proses yang cepat, serta tidak menganggu proses kelahiran," ungkap dr. Ardiansjah Dara, SpoG.


Darah tali pusat harus diambil pada saat persalinan oleh dokter kandungan atau bidan. Setelah bayi lahir, tali pusat akan dijepit pada dua tempat dan digunting diantaranya. Kemudian, dalam hitungan menit dokter kandungan atau bidan akan mengalirkan darah tali pusat kedalam kantong darah sekali pakai dengan dua lapisan yang sterilKotak pengambilan darah tali pusat dari Cordlife berisi semua perlengkapan yang dibutuhkan untuk melakukan proses tersebut.


dr. Ardiansjah Dara, SpOG

Umumnya, darah tali pusat yang diambil sekitar 60-75 ml yang dapat diambil dari seorang bayi. Selain darah tali pusat, sampel darah ibu juga harus diambil dalam waktu 48 jam sebelum atau sesudah kelahiran bayi. Darah ibu tersebut akan diuji untuk sejumlah penyakit menular, seperti: HIV, Hepatitis B dan C, Cytomegalovirus, dan Sifilis.


Apa Tujuan Pemrosesan Darah Tali Pusat?
Pemrosesan darah tali pusat bertujuan untuk mengambil sel punca sebanyak mungkin untuk kriopreservasi akhir. Jumlah sel punca yang dapat diisolasi dari darah tali pusat tergantung dari teknologi isolasi yang digunakan. Selain sel punca, darah tali pusar juga mengandung sel darah merah dan plasma. Berikut ini beberapa fakta mengapa perlu mempertimbangkan penyimpanan darah tali pusat:
  1. Menurut jurnal ilmiah yang dikeluarkan pada tahun 2008, 1 dari 217 orang memerlukan transplantasi sel punca Hematopoietic (HSCs) pada usia 70 tahun.
  2. Hanya satu kali kesempatan dalam seumur hidup untuk menyimpan Darah Tali Pusat sumber yang siap tersedia ketika dibutuhkan.
  3. 60% lebih tinggi kemungkinan-kemungkinan kecocokan hnit darah tali lusat dalam satu keluarga dibandingkan dengan sumsum tulang.
  4. Penelitian menunjukkan kemungkinan komplikasi transplantasi pada pasien. Sangat rendah apabila mereka menerima transplantasi sari sumber dengan hubungan keluarga.
  5. Thasemia mayor dan leukimia merupakan dua dari penyakit yang paling sering di Indonesia yang dapat di terapkan denhan sel punca. Sekali terlewatkan, sel punca hanya ama. Dapat diambil dari sumber lain termasuk sumsumg hanv prosesnya akan sangat menyakitkan.

Apa manfaatnya?

Beberapa waktu terakhir, makin banyak diketahui kemampuan Sel punca dalam darah tali pusat. Sejak tahun 2000, para ilmuwan telah menunjukkan bahwa sel punca darah tali pusat dapat berkembang menjadi banyak tipe sel lain di dalam tubuh. Penemuan yang menakjubkan ini telah mengarahkan penerapan aplikasi klinis dalam berbagai jenis penyakit, termasuk serangan jantung, cedera tulang belakang, dan diharapkan dalam beberapa tahun ke depan, kita dapat melihat tahap uji klinis penyakit penyakit seperti Cystic Fibrosis,penyakit Al zhaimers,hingga penyakit Diabetes.

Tips Memilih Bank Darah Tali Pusat
  1. Memiliki laboratorium yang terakreditasi atau memiliki izin
  2. Memiliki riwayat pengeluaran unit darah tali pusat untuk transplantasi
  3. Memiliki sistem layanan kurir untuk pengambilan darah tali pusat yang telah dikumpulkan
  4. Memiliki reputasi yang terpercaya
Tentang Cordlife Persada
PT . Cordlife Persada adalah anak perusahaan dan mayoritas dimiliki oleh Cordlife grup Limited. Didirikan di Indonesia sejak tahun 2003. PT. Cordlife merupakan perusahaan pertama di Indonesia yang mengoperasikan pemrosesan darah tali pusat dan kriopreservasi di Indonesia. Fasilitasnya sudah bersertifikat ISO dan berlokasi di Jakarta dibangun sesuai standar baku seperti yang disyaratkan oleh American Association of Blood Banks (AABB). Menurut laporan yang dikeluarkan Deloitte, PT. Cordlife juga memimpin pasar industri penyimpanan darah tali pusat di Indonesia.
Mengapa harus Cordlife?
  1. Terdaftar sebagai Perusahaan Publik = Kredibilitas Transparan
  2. Kualitas yang dapat dipercaya
  3. Paling berpengalaman = Jaringan Terbesar
  4. Kombinasi terbaik dalam menyimpan Darah Tali Pusat
  5. Sepax®2 sistem proses otomatis
  6. Sistem penyimpanan dengan fase uap dari nitrogen cair
  7. Penggunaan Darah Tali Pusat Cordlife
  8. Laboratorium berlokasi di Jakarta dan Singapura
  9. Jaminan perlindungan ganda
  10. Pelayanan kualitas tertinggi dengan harga terjangkau
  11. Melindungi 3 generasi dalam keluarga dengan Jaringan Darah Tali Pusat
Cordlife menawarkan 2 servis penyimpanan sel punca, yaitu:
1. Penyimpanan Darah Tali Pusat (Cord Blood Banking)
Diambil sesaat setelah proses persalinan, pemrosesan, pemeriksaan, dan kriopreservasi sel punca jangka panjang dari darah tali pusat.
2. Penyimpanan Membran Tali Pusat (Cord Lining Banking)
Diambil sesaat setelah persalinan, pemeriksaan, dan kriopreservasi tali pusat jangka panjang dari tali pusat.
Akreditasi dan Sertifikasi Cordlife
Pengetahuan yang mendalam mengenai penyimpanan darah tali pusat serta standar baku yang diterapkan diakui oleh banyak standar kelas dunia dan badan-badan pemerintah, antara lain:
  1. ISO 9001:2008 Certification Indonesia
  2. Ministry of Health (KEMENKES) Certification Indonesia
  3. AABB Accreditation Singapore
  4. Good Distributor Practice for Medical Devices Certification Singapore
  5. Ministry of Health Certification Singapore
  6. FACT Accreditation Singapore
  7. ISO 9001:2008 Certification Philippines
  8. RCPA QAP Haematology Participation Certification Hong Kong
  9. AABB Accreditation Hong Kong
  10. AABB Accreditation India
  11. ISO 9001:2008 Certification India
Dr. Meriana Virtin menyampaikan bahwa Cordlife memproses darah tali pusat menggunakan mesin Sepax®2 yang mampu menghasilkan hingga 99% sel berinti di laboratorium Cordlife Persada yang telah memiliki surat ijin operasional dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.


Dr. meriana Virtin
Berapa Biayanya?
Rasanya sangat perlu ya untuk menyimpan darah tali pusat buah hati kita, karena tidak ada kata terlambat untuk kebaikan keluarga. Walaupun belum hamil anak kedua, saya merasa sangat ingin menyimpan Darah Tali Pusat anak kedua saya kelak karena bisa untuk tiga generasi keluarga. Biaya penyimpanan darah tali pusat di Cordlife yaitu seharga 1 cangkir kopi/minggu lho, dengan minimal penyimpanan selama 5 tahun dan bisa sampai 20 tahun. Terjangkau banget kan? Tinggal dikalikan saja berapa lama kita ingin menyimpannya.


Sumber: Instagram Cordlife Indonesia
Sebagai brand ambassador PT. Cordlife Persada, Ibu Fanny Novia sangat mempercayakan penyimpanan Darah tali pusat buah hatinya yang kedua ini di Cordlife. Beliau menyampaikan bahwa pengalaman Cordlife selama 16 tahun, menjadikan Cordlife sebagai pilihan yang tepat bagi orang tua di Indonesia.

Ibu Fanny Novia
"Saat kehamilan pertama, putri saya Valerria Elinor Huang mengalami kelainan kromosom trisomi 18, atau dikenal dengan istilah Edward Syndrome. Dampak edward syndrome pada Valleria adalah kelainan pada jantung kiri dan single umbilical artery, yang membuatnya hanya bertahan selama 3 minggu. Pengalaman ini menjadikan saya dan suami untuk mempersiapkan hal yang terbaik untuk kehamilan kedua nanti, agar tidak kehilangan kembali buah hati kami. Hingga akhirnya saya melakukan tes NIPT (Non Invasive Prenatal Test), untuk mendeteksi apakah janin ada kelainan kromosom atau tidak."
"Untuk melindungi buah hati kami yang kedua dari berbagai penyakit saat ini dan masa depan, kami mendapat banyak masukan dan mencari informasi tentang penyimpanan darah tali pusat di Cordlife. Karena, semua ini bukan hanya melindungi buah hati kami, tetapi juga keluarga kami," ungkap Ibu Fanny Novia.

5 Langkah Sederhana Menyimpan Darah Tali Pusat di Cordlife
  1. Mendaftar ke Cordlife
  2. Dapatkan Collection Kit Anda
  3. Informasikan dokter kandungan Anda
  4. Membawa Collection Kit  Anda
  5. Hubungi Cordlife, saat Anda tiba di rumah sakit dan setelah kelahiran

Yuk lindungi buah hati kita sedini mungkin dengan menyimpan darah tali pusat di Cordlife. Untuk informasi lebih lanjut, bisa mengunjungi PT. Cordlife Persada Indonesia di:

    Komentar

    1. Aku malah baru tahu kalau ada penyimpanan sel darah punca. Infonya disebarkan deh biar banyak yang tahu. Thanks for sharing mbak :)

      BalasHapus
      Balasan
      1. Sama2 mba Muthia . Suka banget ya ikut acara ini. Jadi dpt ilmu baru lagi

        Hapus
    2. Semakin banyak yang tahu semakin bagus nih.. Ternyata manfaat menyimpan darah tali pusat itu luar biasa yah

      BalasHapus
      Balasan
      1. Iya mba ternyata klo disimpan manfaatnya banyak ya. Jadi pengen jg aku

        Hapus
    3. Ternyata sel punca itu sejuta manfaatnya ya. Bisa menjadi antisipasi pegobatan jika seandainya ada penyakit yg langka.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Iya mba oline. Penting Ng banget deh jadinya

        Hapus
    4. Akupun baru bener2 paham setelah ikut acara cordlife awesome.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Iya mba, aku juga baru paham setelah ikut acRa ini

        Hapus

    Posting Komentar

    Terima kasih telah berkunjung ke blog saya. Saya sangat senang apabila kalian meninggalkan komentar, masukan, saran, atau kritik. Sebagai semangat untuk saya, agar bisa menulis lebih baik lagi. Semoga bermanfaat!


    Amallia Sarah

    Postingan populer dari blog ini

    Bagaimana Bisa Jadi Pramugari?

    Pramugari biasanya menjadi salah satu cita-cita setiap anak terutama untuk anak perempuan. Tetapi, ini tidak berlaku untuk saya 10 tahun lalu, saya justru ingin menjadi seorang "Dokter Anak". Cita-cita tinggal angan, karena besarnya biaya untuk menjadi seorang dokter saat itu, jauh diluar kemampuan orang tua saya. Terlahir dari keluarga broken homesejak kelas 3 SMP, membuat saya mengubur dalam-dalam semua impian saya. Nah, Kok bisa sih saya jadi Pramugari?Cantik enggak, putih enggak, tinggi juga kurang. Mungkin sebagian orang menilai seperti itu, saya juga merasa kok, jauh dari kriteria seorang pramugari.  Cerita singkatnya begini...  Semenjak lulus SMK, saya langsung bekerja di sebuah shorum motor Yamaha didekat tempat tinggal saya, walau sudah bekerja selama hampir 2 tahun  menjadi sales counter , saya merasa kurang puas dengan karir yang saya dapat. Kemudian, saya melamar bekerja kembali di shorum mobil Mitsubishi, saya kembali merasa jenuh setelah bekerja selama 3 bulan. La…

    Rayakan Momen Makan Pertama Si Kecil Bersama Milna

    Kebahagiaan seorang ibu adalah tatkala melihat anaknya tumbuh sehat dan ceria, atau istilahnya "Bayi Sehat, Ibu Senang". Setuju kan Bun? Bahkan, saat baru menjadi ibu kita sudah harus memikirkan nutrisi untuk Si Kecil. Pemenuhan nutrisi tersebut sangat penting di 1000 hari kehidupan pertamanya.




    Tahulah ya Bunda, setelah 6 bulan kita memberikan ASI untuk Si Kecil, selanjutnya adalah memberikan MP-ASI untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Saya jadi teringat betapa exitednya saya 6 bulan lalu, saat menyiapkan Momen Makan Pertama Rayyan. Saya merasa bahagia sekaligus takut, kalau nanti makanan yang saya berikan nutrisinya tidak seimbang.

    Saat saya di undang oleh Milna untuk menghadiri acara "Milna 1stBite Day" di The Hall 8th floor, Senayan City, Jakarta pada tanggal 9 September 2017 kemarin, saya sangat antusias untuk datang. Walau Rayyan sudah berusia 1 tahun, saya selalu semangat belajar ilmu tentang MP-ASI. Karena saat ini, banyak sekali metode pemberian MP-ASI yang b…

    We Made Me - Cara Menggendong Bayi Yang Benar

    Hai semuanya, apa kabar? Semoga sehat wal'afiat ya. Membahas gendongan pasti sudah pada tahu ya. Apalagi untuk para orang tua. Tetapi apakah kita sudah menggendong dengan baik dan benar? Beruntung beberapa hari lalu, saya berkesempatan hadir pada seminar dengan tema "Cara Menggendong Bayi Yang Benar" bersama Beautynesia dan We Made Me Indonesia. Acara ini menghadirkan bintang tamu Ayu Hastari, Ibu Nindy dari Baby Wearing Club Jakarta, dan CEO dari We Made Me yaitu IbuCindyIbu Nindy menyampaikan bahwa menggendong bayi sudah menjadi kewajiban orang tua dong tentunya. Selain menjalin hubungan erat dengan si kecil, ternyata banyak juga lho manfaat bagi Moms & Dads. Agar hubungan semakin dekat, pastinya kegiatan menggendong ingin terlaksana dengan nyaman dan aman. Manfaat Menggendong Bayi Moms jadi mudah menyusuiDapat sambil bekerjaJadi lebih perhatianBayi mudah ditidurkanPraktis bepergianDampak Salah Menggendong Bayi Sangat PENTING bagi Moms & Dads yang baru memiliki b…