Langsung ke konten utama

Mengenalkan Playground Pada Anak

Mengenalkan Playground Pada Anak ~ Dunia anak adalah dunia bermain. Bagi saya, setiap anak bisa bermain sambil belajar, salah satunya adalah bermain di playground. Saya senang banget kalau lihat Rayyan bermain di playground, karena manfaatnya banyak banget. Tapi, apakah kita sudah memperhatikan hal-hal apa saja yang harus kita perhatikan ketika kita mengajak si kecil bermain di playground?



Namun, tahu tidak moms? Ketika si kecil bermain, ternyata mereka bisa saja terluka. Inilah tugas utama kita untuk memastikan si kecil nyaman dan aman ketika mereka asyik bermain di playground.
Manfaat Mengajak Anak Bermain di Playground
  • Melatih anak untuk mandiri
  • Sarana untuk berolahraga
  • Motorik anak semakin terasah Membuat anak bersosialisasi
  • Mengenalkan warna, bentuk dan jenis mainan
  • Tubuh anak bergerak aktif
  • Mengasah perkembangan bahasa
  • Melatih otak kanan anak
Playground bisa kita temui pada beberapa tempat umum seperti: mall, rumah sakit, restaurant, dll. Fasilitas yang disediakan pun beraneka ragam mulai dari ayunan, perosotan, kuda-kudaan dan masih banyak lagi. Untuk menikmati fasilitas ini, kita harus merogoh kocek mulai dari 50 ribu rupiah, tergantung dari penyedia fasilitas tersebut. Tapi jangan khawatir! Ada juga yang Free lho. Macam-macam playground antara lain playground indoor, playground outdoor, dan playground swimming pool. Tujuan dari Playground itu sendiri adalah untuk arena bermain anak yang menyenangkan.
Sebagai orang tua, saya terkadang merasa khawatir ketika hendak mengajak Rayyan bermain di playground. Saya selalu berfikir "bersih dan aman nggak ya?". Lalu, hal-hal apa lagi yang perlu diperhatikan agar anak bisa bermain dengan aman?
1. Perhatikan Peraturan Tempat Bermain
Ini adalah, awal yang harus di ingat. Sebagian besar, beberapa tempat bermain anak memiliki beberapa peraturan yang wajib di patuhi dan diketahui oleh orang tua atau pendamping. Misalnya: diwajibkan memakai kaos kaki/melepas sepatu, dilarang membawa makanan, atau perlu didampingi oleh orang tua/keluarga. Satu lagi, setiap penyedia fasilitas bermain ini memiliki kebijakan yang berbeda-beda ya.
2. Pengawasan
Mengawasi anak berarti kita harus secara aktif mengamati setiap gerakan yang dilakukan anak-anak lain yang juga bermain di playground. Ribet ya? Enggak ada kata ribet demi keselamatan anak ya moms. Apalagi di playground banyak anak-anak usia sekolah yang ikut bermain juga kan? Ini yang harus kita perhatikan, apalagi jika si kecil masih usia balita.
3. Pilih Peralatan bermain Sesuai Usia Anak
Karena Rayyan masih berusia 15 bulan, seringkali saya masih belum menyadari kekuatan dan kemampuannya sebatas mana. Sehingga, sebelum memilih permainan untuk si kecil, kita pahami dulu ya Moms kemampuan si kecil. Ini untuk meminimalisir cedera atau jatuh ketika bermain. Peralatan bermain yang baik mencantumkan label peringatan bahwa alat permainan itu dirancang untuk anak usia tertentu. Selain itu, Playground yang baik akan memisahkan area bermain untuk anak usia prasekolah dengan area bermain anak usia sekolah. Jadi, jangan lupa untuk bertanya dan membaca peraturan atau informasi yang terdapat pada Playground tersebut.
4. Perawatan Alat Bermain
Perawatan dan pemeriksaan rutin terhadap peralatan bermain di Playground diperlukan untuk memastikan kondisinya aman bagi si kecil. Umumnya, perawatan alat bermain dilakukan seminggu sekali,  untuk mengetahui apakah ada bagian yang rusak atau kotor. Tahunya dari mana? Kalau saya kebetulan agak cerewet, jadi sebelum Rayyan saya ajak bermain, saya tanya-tanya dulu (hehehe).
5. Hindari Penggunaan Mainan Rusak
Ingat ya moms! Apabila kita menemukan beberapa mainan rusak, misalnya ada bagian yang pecah, tali ayunan hampir putus atau pegangan pada jungkat-jungkit tak ada lagi, hindari menggunakan mainan itu. Ajak si kecil memilih mainan lain yang kondisinya layak. Dan, jangan lupa untuk melaporkan kepada petugas, tentang kerusakan mainan tersebut.
 6. Hindari Bermain Terlalu Lama
Namanya juga anak-anak ya, namanya bermain pasti maunya lama. Tapi, waktu bermain yang ideal adalah 15-30 menit. Atau bisa juga mengikuti sesuai dengan keinginan sang anak, karena terkadang sang anak juga merasa bosan dengan permainannya.
7. Jaga Barang Bawaan Anak
Perhatikan barang bawaan si kecil termasuk makanan dan minuman. Apabila si kecil sudah usia prasekolah, maka ajarkan pada si kecil untuk tidak menerima makanan atau minuman dari orang yang tidak ia kenal. Oh iya, ada juga beberapa Playground yang melarang membawa makanan dan minuman, ini bagus kalau buat saya. Karena, menghindari banyaknya kotoran sisa makanan yang bisa menjadi sumber kuman.

8. Menjaga Kebersihan

Well, selain kita mengajarkan anak untuk menjaga kebersihan di dalam arena bermain, alangkah wajibnya juga menjaga kebersihan diri sang anak. Apalagi biasanya setelah bermain sang anak haus dan lapar ya. Jangan lupa untuk mencuci tangan dan kaki setelah bermain.

    Kira-kira apa lagi ya Moms? Mungkin ada yang mau menambahkan, atau mengkoreksi?
    Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi saya ketika mengajak Rayyan bermain. Beberapa sumber informasi didapat dari mengikuti beberapa seminar parenting tentang anak-anak yang saya rangkum agar lebih mudah dipahami.
    * Sumber foto adalah milik pribadi, printerest dan pixabay yang di edit kembali agar lebih menarik.
    Semoga  bermanfaat!

    Komentar

    1. Nama anakku juga rayan hehe... anakku senang banget klo main di playground dan tempat-tempat terbuka. Tapi kita orangtuanya yang capek ngikutinnya :D biarin deh daripada yutupan

      BalasHapus
      Balasan
      1. Wah iya sama ya mbak.. salam kenal mbak.. bener mbak.. walau kadang pegel ya tapi buat anak apa aja deh boleh hahhaa

        Hapus
    2. Suka dengan tulisannya, dunia anak memang dunia bermain tapi bagaimanapun anak tetap harus diawasi ya mbak ketika bermain.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Iya mbak.... Apalagi mainnya sama yang usia sekolah ya mbak.. wajib banget diliatin terus.. daripada kan? Hehehehe

        Hapus
    3. kalo di indoor aku wajib memakaikan kaos kaki dan setelahnya wajib cuci tangan.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Wah iya nih mba, menjaga kebersihan diri ya mba setelahnya. . Makasih mbak masukannya.... 😘😍🤗

        Hapus
    4. Penting banget untuk pengawasan terhadap anak. Jadi ortu nemanin ga hanya fisik saja tapi psikis dan sellau perhatiin tapi juga memberikan kepercayaan ke anak. Anakku tapi nggak terllau begitu suka mba main di playground. Mungkin karena jarang banget

      BalasHapus
      Balasan
      1. Iya bener mba..temenku anaknya sakit parah mba habis main Playground. Makanya bener2 ahrus extra ya untuk anak. Rayyan jg jarang mbak itu pertama kali main Playground.. hahaha

        Hapus
    5. aku jarang2 ajakin anak ke playground mba soalnya dulu pas lagi kecil anakku ditabok sama yg seumuran karena rebutan naik dan pas aku bilang hey ga boleh mukul dan anak itu bilang an*ing lalu ibunya yg melihat dan dengerinnya malah ketawa2 :/

      BalasHapus
      Balasan
      1. Masya Allah mbak. Serem amat. Jadi trauma atuh kitanya ya mba. Anak jg jadi down mentalnya. Itu sih yang perlu belajar, ortunya kayaknya..

        Hapus
    6. Anakku pun paling seneng kalau diajak mai ke playground dan berenang, seringnya sih indoor karenalebih aman jika jatuh

      BalasHapus
      Balasan
      1. Iya mba betul. Dari banyak cerita temnku..lebih aman indoor ya mba

        Hapus
    7. Anak2 saya suka bangte di playground. Saya jg gtu selalu mengawasi karena di tempat umum kyk gtu biasanya suka ada anak2 yg mainnya agresif.
      Trus sebelum main saya sounding dulu kalau waktunya terbatas, jd kalau bunda bilang selesai ya selesai ya hehe

      BalasHapus
      Balasan
      1. Iya mba. Kalau ga diawasi malah jadi takut kitanya ya mba. Malah aku suka ijin ikut masuk. Maklum Rayyan masih kecil hehehe. Wah ide bagus nih, kalo mama stop ya stop ya ... Ah makasih mba

        Hapus
    8. Seperti bocah pada umumnya, anak saya juga hobi banget main di playground. Cuma kalau yang outdoor dan mainannya terbuat dari besi saya ekstra perhatian, takutnya ada yang karatan atau gimana gitu.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Wah bener tuh mba karatan bahaya juga ya...

        Hapus

    Posting Komentar

    Terima kasih telah berkunjung ke blog saya. Saya sangat senang apabila kalian meninggalkan komentar, masukan, saran, atau kritik. Sebagai semangat untuk saya, agar bisa menulis lebih baik lagi. Semoga bermanfaat!


    Amallia Sarah

    Postingan populer dari blog ini

    Bagaimana Bisa Jadi Pramugari?

    Pramugari biasanya menjadi salah satu cita-cita setiap anak terutama untuk anak perempuan. Tetapi, ini tidak berlaku untuk saya 10 tahun lalu, saya justru ingin menjadi seorang "Dokter Anak". Cita-cita tinggal angan, karena besarnya biaya untuk menjadi seorang dokter saat itu, jauh diluar kemampuan orang tua saya. Terlahir dari keluarga broken homesejak kelas 3 SMP, membuat saya mengubur dalam-dalam semua impian saya. Nah, Kok bisa sih saya jadi Pramugari?Cantik enggak, putih enggak, tinggi juga kurang. Mungkin sebagian orang menilai seperti itu, saya juga merasa kok, jauh dari kriteria seorang pramugari.  Cerita singkatnya begini...  Semenjak lulus SMK, saya langsung bekerja di sebuah shorum motor Yamaha didekat tempat tinggal saya, walau sudah bekerja selama hampir 2 tahun  menjadi sales counter , saya merasa kurang puas dengan karir yang saya dapat. Kemudian, saya melamar bekerja kembali di shorum mobil Mitsubishi, saya kembali merasa jenuh setelah bekerja selama 3 bulan. La…

    Rayakan Momen Makan Pertama Si Kecil Bersama Milna

    Kebahagiaan seorang ibu adalah tatkala melihat anaknya tumbuh sehat dan ceria, atau istilahnya "Bayi Sehat, Ibu Senang". Setuju kan Bun? Bahkan, saat baru menjadi ibu kita sudah harus memikirkan nutrisi untuk Si Kecil. Pemenuhan nutrisi tersebut sangat penting di 1000 hari kehidupan pertamanya.




    Tahulah ya Bunda, setelah 6 bulan kita memberikan ASI untuk Si Kecil, selanjutnya adalah memberikan MP-ASI untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Saya jadi teringat betapa exitednya saya 6 bulan lalu, saat menyiapkan Momen Makan Pertama Rayyan. Saya merasa bahagia sekaligus takut, kalau nanti makanan yang saya berikan nutrisinya tidak seimbang.

    Saat saya di undang oleh Milna untuk menghadiri acara "Milna 1stBite Day" di The Hall 8th floor, Senayan City, Jakarta pada tanggal 9 September 2017 kemarin, saya sangat antusias untuk datang. Walau Rayyan sudah berusia 1 tahun, saya selalu semangat belajar ilmu tentang MP-ASI. Karena saat ini, banyak sekali metode pemberian MP-ASI yang b…

    We Made Me - Cara Menggendong Bayi Yang Benar

    Hai semuanya, apa kabar? Semoga sehat wal'afiat ya. Membahas gendongan pasti sudah pada tahu ya. Apalagi untuk para orang tua. Tetapi apakah kita sudah menggendong dengan baik dan benar? Beruntung beberapa hari lalu, saya berkesempatan hadir pada seminar dengan tema "Cara Menggendong Bayi Yang Benar" bersama Beautynesia dan We Made Me Indonesia. Acara ini menghadirkan bintang tamu Ayu Hastari, Ibu Nindy dari Baby Wearing Club Jakarta, dan CEO dari We Made Me yaitu IbuCindyIbu Nindy menyampaikan bahwa menggendong bayi sudah menjadi kewajiban orang tua dong tentunya. Selain menjalin hubungan erat dengan si kecil, ternyata banyak juga lho manfaat bagi Moms & Dads. Agar hubungan semakin dekat, pastinya kegiatan menggendong ingin terlaksana dengan nyaman dan aman. Manfaat Menggendong Bayi Moms jadi mudah menyusuiDapat sambil bekerjaJadi lebih perhatianBayi mudah ditidurkanPraktis bepergianDampak Salah Menggendong Bayi Sangat PENTING bagi Moms & Dads yang baru memiliki b…