Apa Itu Ibu Multitasking?

by - March 30, 2018

Assalamualaikum, 

Sebagai seorang ibu seringkali kita terkadang harus menjadi ibu yang multi-tasking. Pasti sering dengar ya. Kalau bahasa saya sih, ibu yang tugasnya rangkap alias double.



Dari banyaknya sumber yang saya baca di internet dan yang saya dengar, wanita itu dinilai lebih mampu memikul tugas dan tanggung jawab dibandingkan pria untuk urusan pekerjaan di rumah. Benar nggak ya?

Aktivitas Pagi Hari

Di rumah, sebagai seorang ibu biasanya di pagi hari kita harus berkutat dengan urusan sarapan keluarga, menu makanan, hingga belanja harian ke tukang sayur atau ke pasar. Kebayang nggak banyak banget tugasnya? Selain itu, seorang ibu juga harus bersamaan menyiapkan keperluan suami sebelum berangkat kerja, dan keperluan anak.

Kalau mungkin ada yang juga menjadi wanita kantoran, di samping ribetnya tugas tadi, kita juga harus menyiapkan urusan dan keperluan kantor kita. Mmm, jadi kalau kita harus mencatat detail seluruh kegiatan kita, jangankan di siang atau malam hari, pagi hari saja sudah pasti banyak sekali ya. Kalau moms, ada yang menggunakan IRT atau baby sister, mungkin beberapa tugas tadi tidak semuanya dilakukan ya. 

Bagaimana Hari Libur? 

Ketika saat libur, sebagai seorang ibu terkadang tidak ikut liburan, lho. Tugas-tugas utama seorang ibu juga sudah menanti. Kalau libur, saya biasanya mencuci sprei, bed cover, menyetrika pakaian dan sebagainya. Terkadang saat sedang pergi bersama keluarga, pekerjaan itu saya serahkan pada laundry dekat rumah.

Suka Duka Ibu Multitasking 

Selintas dengan multi-tasking, terlihat seluruh pekerjaan dapat diselesaikan secara mudah. Tapi, tahukah moms bahwa multitasking sebenarnya memiliki efek yang kurang baik. Mmm, hal ini sepertinya sempat menjadi pro dan kontra ya. 


Saya sih mengakui ya, saat harus multitasking, terkadang saya merasa agak  tertekan dan sedikit stres, karena tertekan dengan waktu. Dimana, saya harus mengerjakan semua pekerjaan dengan cepat dan benar. Sampai karena menurunnya stamina dan daya ingat saya, otomatis hasilnya kurang maksimal. Hingga akhirnya, terkadang saya mengerjakan pekerjaan itu sampai selesai, baru mengerjakan pekerjaan lainnya. 

Tetapi diluar itu semua, kita harus selalu berusaha ikhlas dan sabar. Sehingga, semua tetap berjalan lancar dan baik-baik saja. Apalagi semua kita lakukan untuk keluarga.

Kalau moms semua adakah kendala ketika harus menjadi ibu yang multitasking? 

You May Also Like

6 coment�rios

  1. Akhirnya saya pun memutuskan untuk jadi full-time mother mba, Kaya layar hp ya mba multitasking Hehe... Good artikel mba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba sama. Karena pendidikan terbaik anak ada pada ibu ini menurut ku... Love love

      Delete
  2. Kayaknya ini nih yang bikin para Ibu cepet banget tersulut emosinya. Karena merasa dikejar-kejar waktu. Jadi ketika ada satu hal yang embuat rencana di otaknya buyar dan kerjaan yang udah di plan di otak brgeser, langsung deh marah2. AKu sering nih kayak gini, yang bikin jadi marah-marah terus di rumah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba bener banget. Gara2 pengen cepet selesai dan cepat bisa istrht malah jadi buyar semua.

      Delete
  3. Kendala kalau kurang tidur itu mood belum terkumpul ya. Trus byk to-do-list sampe2 suka bingung yg mana dlu yg dikerjain. Tp lama2 belajar sih tetep prioritas yg mana dulu. Dan paling penting iya bener kudu ikhlas. Balasannya rezeki tak terduga dan insyaAllah Jannah aamiin aamiin

    ReplyDelete
  4. Tadinya saya super multi tasking, Mbak. Kemudian saya komunikasikan pada semua, bahwa tingkat stres saya terlalu tinggi jika tidak diselingi dengan hobi dan aktualisasi diri. FYI dulu saya ibu bekerja dan pebisnis. Akhirnya, sekarang saya hire part time ART untuk mengurangi pekerjaan rumah tangga.

    ReplyDelete

Thank you for visiting my blog. I am very happy if you leave comments, feedback, suggestions, or criticism. As a passion for me, to be able to write better. Happy Reading!