Waspadai Investasi Bodong Bersama Ibu Berbagi Bijak

Thursday, October 5, 2017
Pada tanggal 3 Oktober kemarin, saya dan teman-teman blogger dari The Urban Mama mendapatkan undangan untuk menghadiri sesi terakhir dari tiga serangkai Financial Literacy dari OJK dan Visa Worldwide bersama Ibu Berbagi Bijak dengan pembahasan terakhir tentang "INVESTASI". Acara kali ini berlangsung di Menjangan Resto, Jakarta Selatan, tetap bersama financial planner ternama yaitu mbak Prita Gozhie
Sebagai seorang ibu tentu tugas kita bukan hanya mengurus anak dan keluarga. Bahkan, kita juga harus bisa menjadi ibu yang bijak dalam mengelola keuangan keluarga dan tetap bisa berinvestasi untuk masa depan. 
Seberapa penting berinvestasi untuk kesejahteraan masa depan keluarga?
Demi mencapai keluarga yang sejahtera di masa depan, ternyata ada baiknya kita berinvestasi. Selain itu, sebelum berinvestasi kita harus memperhatikan kebutuhan dan tujuan kita. Kadang belum juga memulai berinvestasi, kita sudah khawatir dan takut mengalami risiko yang buruk (*ini wajar banget). Berikut ini beberapa pertimbangan yang harus kita perhatikan sebelum berinvestasi, yaitu:
1. Pahami Tujuan dan Profil risiko Investasi
 Mbak Prita Gozhie mengatakan, "bahwa dalam memilih investasi apa yang akan kita ambil, tentu tidak bisa asal ambil. Kita harus memperhatikan apa tujuan dan  kebutuhan kita di masa depan, jangka waktu, dan banyak hal lainnya".
Berikut ini 3 profil risiko investasi, yaitu:
  • Investor konservatif dengan persentase 100% defensif
  • Investor moderat dengan prosentase 60% defensif dan 40% agresif
  • Investor agresif dengan prosentase 30% defensif dan 70% agresif
Nah, ada di posisi manakah kita sebagai investor? Sebagai investor kita boleh berinvestasi di atas risiko profil kita, tetapi kita harus siap juga menanggung risiko yang akan kita hadapi. Jadi, memang berinvestasi itu tidak bisa main-main ya.
2. Tentukan Jangka Waktu Investasi
Jangka waktu investasi yang bisa kita pilih antara lain:
  • Investasi jangka pendek
  • Investasi jangka menengah
  • Investasi jangka panjang
Dalam menentukan waktu berinvestasi harus melihat apa kebutuhan kita nanti. Misalkan investasi untuk biaya anak sekolah, bisa dilihat kapan waktu anak sekolah. Jika untuk biaya sekolah masih 3-5 tahun lagi, kita bisa memilih berinvestasi jangka pendek. Sedangkan jika untuk biaya kuliah anak yang masih 10-12 tahun lagi, kita bisa memilih investasi jangka panjang.
3. Ragam Investasi
Ragam investasi di Indonesia sangat banyak, ini yang harus membuat kita lebih hati-hati dan waspada, jangan sampai kita termakan jebakan investasi bodong. 
Mbak Prita juga menyampaikan bahwa kita harus bisa membedakan antara savinginvestasi, dan spekulasi. Berikut ini beberapa ragam dari investasi, antara lain:
  • Aset fisik (emas, rumah, kendaraan, tanah, barang-barang mewah, dll)
  • Aset surat berharga (deposito, obligasi, saham, reksadana)
  • Bisnis (membuka usaha sendiri, franchise, dll)
Selain menentukan jenis investasi yang akan kita pilih, kita juga perlu mengetahui risiko apa yang akan kita terima. Beberapa risiko berinvestasi, yaitu:
  • Risiko likuiditas (sulitnya menjual aset investasi)
  • Risiko volatilitas harga (naik turunnya harga barang)
  • Risiko gagal bayar (modal yang kita tanam, tidak bisa kembali)
  • Risiko pasar (adanya inflasi atau naik turunnya nilai mata uang)
  • Risiko penipuan berkedok investasi
4. Strategi Investasi
Saat kita hendak berinvestasi, lakukanlah Investasi secara  bertahap dan berkala. berikut ini 3 strategi investasi yang harus kita terapkan, yaitu:
  • Cost Averaging
Strategi ini adalah saat kita sedang mempunyai banyak uang atau tabungan, sebaiknya kita jangan langsung membeli segalanya. Sebaiknya kita menggumakan uang tersebut dengan bijak, ini dapat mencegah kerugian yang banyak apabila kita mengalami rugi dalam berinvestasi.
  • Diversifikasi Investasi
Dalam berinvestasi alangkah baiknya kita berinvestasi bukan hanya dalam 1 bentuk dan 1 tempat. Kita harus membagi investasi ke beberapa jenis jangka waktu sesuai dengan kebutuhan dan tujuan kita.
  • Jangka Investasi
Pemilihan jangka waktu dalam berinvestasi juga dapat meminimalisir risiko yang akan kita terima. Sehingga, pemilihan jangka waktu berinvestasi itu harus ditentukan di awal.
5. Review dan Realokasi
Terakhir, setelah kita berinvestasi, kita jangan lupa untuk tetap mereview dan merealokasi apakah investasi yang kita lakukan tetap aman dan sedang naik atau turun.
Akhir-akhir ini banyak sekali modus investasi yang ternyata tak lain adalah investasi bodong. Sayangnya, walau sudah banyak peringatan dari pemerintah, OJK, berita di televisi dan koran, tetap saja masih banyak yang menjadi korban.

Waspadai Investasi Bodong Berkedok Investasi
Berikut ini beberapa hal yang harus kita waspadai:
  1. Jangan tergiur imbal hasil besar dan pasti.semua investasi pasti ada risiko dan hasilnya tidak bisa dijamin.
  2. Periksa legalitas dan ijin perusahaan yang menawarkan ke Otoritas Jasa Keuangan.
  3. Skema investasi harus jelas. Darimana potensi keuntungan diperoleh.
  4. Hati-hati dengan money game, arisan berantai, tawaran investasi kebun ABC, dan lainnya.
Apa itu Investasi Syariah?
Investasi syariah adalah kegiatan investasi yang berlandaskan prinsip-prinsip syariah. Dimana dalam hal ini Islam mengajarkan investasi yang menguntungkan bagi semua pihak, tanpa ada spekulasi kecurangan yang dapat menimbulkan kerugian pada pihak tertentu.
Mbak Prita menyampaikan bahwa prinsip investasi syariah itu adalah terbebas dari unsur MAGHRIB (MAisir-GHarar-RIBa). 
  • Maisir: memperoleh sesuatu dengan sangat mudah tanpa bekerja keras dan memperoleh keuntungan besar.
  • Gharar: penipuan dan tidak mengetahui sesuatu yang diakadkan yang didalamnya diperkirakan tidak ada unsur kerelaan.
  • Riba: Kelebihan/tambahan pembayaran tanpa ada ganti/imbalan yang disyaratkan bagi salah seorang dari dua orang yang membuat akad (transaksi).
Sesi workshop terakhir ini benar-benar bermanfaat sekali. Apalagi untuk saya yang baru mau memulai berinvestasi untuk biaya sekolah anak. Jadi sudah lebih yakin dan mantap untuk memilih invetasi apa yang harus saya ambil. Terima kasih banyak Ibu Berbagi Bijak dan The Urban Mama, sampai bertemu di workshop selanjutnya.
Semoga bermanfaat!
The Urban Mama : The Urban Mama
Ibu Berbagi Bijak : Ibu Berbagi Bijak
6 comments on "Waspadai Investasi Bodong Bersama Ibu Berbagi Bijak"
  1. keren banget ulasannya mbak,,,jadi mengerti dan harus hati2 sekarang...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener mas harus hati-hati banget zaman sekarang

      Delete
  2. Lagi pengen mendalami investasi berbasis syariah itu mba....Maghrib, lucu juga istilanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak... Lucu banget ..biar terus ingat kita ..hehhe

      Delete
  3. Investasi menurut sebagian orang itu rumit. Namun jika kita benar2 ingin mempelajarinya tentu akan menjadi mudah karena niat kan. Investasi itu pasti ada faktor risiko. Kita memang kepengen hasil yang diperoleh lebih besar dong ya. Makanya kita harus memperhatikan tujuan dan jangka waktu investasi serta jenisnya. Nice info mbak Sarah :)

    ReplyDelete

Thank you for visiting my blog. I am very happy if you leave comments, feedback, suggestions, or criticism. As a passion for me, to be able to write better. Happy Reading!