Kenali Cerebral Palsy - Penyebab, Gejala dan Penanganan

by - November 13, 2017

Hallo semuanya...
Di era sekarang ini, rasanya banyak sekali istilah-istilah kesehatan untuk anak-anak atau seseorang yang berkebutuhan khusus. Penyebabnya bisa macam-macam. Mulai dari pola hidup tidak sehat, faktor keturunan, dan sebagainya. Mungkin sebagian orang pernah mendengar atau membaca apa itu "Cerebal Palsy".
Cerebral palsy adalah sekelompok masalah yang mempengaruhi gerakan tubuh dan postur tubuh. Hal ini terkait dengan cedera otak atau masalah dengan perkembangan otak. Ini adalah salah satu penyebab paling umum dari kecacatan yang berlangsung pada anak-anak.

Besarnya keinginan saya menulis tentang Cerebral Palsy ini karena memang sudah dialami oleh adik saya. Jadi, insha Allah saya bisa berbagi pengalaman yang mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi yang membacanya. Awalnya saya menganggap perbedaan sikap dan cara bicara adik saya karena faktor sudah meninggalnya kedua orang tua saya. Tetapi ternyata bukan hanya itu, banyak faktor-faktor lainnya. Untungnya suami saya seorang psikolog, dialah yang menjabarkan semua ini kepada saya, dan membantu saya dalam merawat dan melakukan terapi untuk adik saya.
Berbeda dengan down syndrome, umumnya bagi yang menderita CP ini lebih terlihat normal. Namun,  beberapa tingkah laku dan kebiasaan yang sering dilakukannya memang berbeda dari orang normal pada umumnya. Sehingga, butuh perhatian ekstra dalam merawat dan mendidiknya.
Cerebral palsy dapat menyebabkan gerakan refleks bahwa seseorang tidak dapat mengontrol gerakan dan kekakuan otot dapat mempengaruhi sebagian atau seluruh tubuh. Masalahnya bisa terjadi cacat intelektual, kejang, dan masalah penglihatan serta pendengaran dapat terjadi.
Sumber dari Pixabay

Penyebab Cerebral Palsy
Cerebral palsy umumnya disebabkan oleh cedera otak atau masalah yang terjadi selama kehamilan atau kelahiran atau dalam usia 2-3 tahun kehidupan seorang anak. Hal ini dapat disebabkan oleh:
  • Kelahiran prematur.
  • Kekurangan darah, oksigen, dan nutrisi lain sebelum dan sesudah kelahiran
  • Cedera kepala yang serius.
  • Infeksi serius yang dapat mempengaruhi otak, seperti meningitis.
  • Beberapa masalah dari orangtua pada anak (kondisi genetik) yang mempengaruhi perkembangan otak.
Dalam banyak kasus, penyebab pasti dari CP belum diketahui secara umum. Semua orang dengan cerebral palsy memiliki masalah dengan gerakan tubuh dan postur. Beberapa orang yang memiliki cerebral palsy sedikit pincang atau sulit berjalan. Beberapa pasien lain sedikit atau tidak ada kontrol atas lengan dan kaki mereka atau bagian lain dari tubuh, seperti mulut dan lidah, yang dapat menyebabkan masalah makan dan berbicara. Orang yang memiliki bentuk parah dari cerebral palsy lebih cenderung memiliki masalah lain, seperti kejang atau cacat intelektual.
Bayi dengan cerebral palsy berat sering memiliki masalah dengan postur mereka. Tubuh mereka mungkin sangat lentur atau sangat kaku. Cacat lahir kadang-kadang terjadi bersama dengan cerebral palsy. Contoh: cacat lahir termasuk cacat tulang belakang yang tidak memiliki bentuk normal, tulang rahang kecil, atau kepala kecil (mikrosefali).
Gejala Cerebral Palsy
Masalah-masalah yang menyebabkan cerebral palsy memang tidak bertambah buruk dari waktu ke waktu. Tetapi gejala cerebral palsy yang dapat baru muncul dapat menjadi lebih buruk ketika anak semakin besar. Inilah sebabnya mengapa beberapa bayi yang lahir dengan cerebral palsy tidak menunjukkan tanda-tanda yang jelas.
Biasanya dokter anak akan melakukan pemeriksaan fisik, bertanya tentang riwayat kesehatan anak dan bertanya tentang pertumbuhan anak juga tentang masalah ketika semasa kehamilan dan persalinan. Selain itu, dokter juga mungkin bertanya tentang tumbuh kembang anak seperti apakah ada keterlambatan tengkurap, merangkak, berjalan, dan bahkan keterlambatan bicara.

Penanganan
Berikut ini beberapa cara dalam menangani Cerebral Palsy:
1. Cek Lebih Lanjut
Lakukan pemeriksaan lebih lanjut seperti CT scan atau MRI kepala juga dapat dilakukan. Tes ini kadang-kadang dapat membantu dokter menemukan penyebab cerebral palsy.
2. Pahami Gejalanya
Jika anak memiliki bentuk parah dari cerebral palsy, dokter mungkin dapat menentukan masalah dalam beberapa minggu pertama kehidupan anak. Tapi orang tua seringkali menjadi orang  yang pertama yang menyadari bahwa anaknya tidak memiliki kemampuan dan keterampilan yang umum dibandingkan anak-anak lain dalam kelompok usia yang sama.
Keterlambatan perkembangan dapat menjadi tanda awal dari cerebral palsy. Bahkan ketika kondisi ini hadir pada saat lahir, tanda-tanda cerebral palsy mungkin tidak diperhatikan sampai anak berusia 1 sampai 3 tahun.
3. Lakukan Terapi
Meskipun cerebral palsy tidak dapat disembuhkan, kita dapat melakukan hal-hal untuk membantu menangani gejala, mencegah masalah, dan mengoptimalkan kemampuan otak anak. Terapi fisik adalah salah satu perawatan yang paling penting. Obat-obatan, operasi, dan hal lainnya juga dapat membantu mengurangi gejalanya.
4. Cari Dukungan Keluarga
Dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari anggota keluarga dengan cerebral palsy itu sangat tidak mudah. Terkadang saat kesulitan menghadapinya, kita sangat perlu dukungan keluarga terdekat atau orang lain yang sama-sama memiliki anggota keluarga yang memiliki CP. Sehingga akan membuat kita semangat dan tidak merasa sendirian.
5. Rutin Konseling
Selain membiasakan hal-hal yang baik di rumah, kita juga bisa melakukan konseling pada dokter atau ahlinya. Hal ini dapat membuat kita lebih tenang, dan tidak emosi. Karena jujur ya, kadang emosi dan stres sendiri saat menghadapinya. Selain itu, tindakan ini dapat membantu dan mendukung emosionalnya dalam mengatasi Cerebral Palsy tersebut.
6. Menerima dan Pahami
Berusaha ikhlas dan memahami bahwa adik saya memiliki cerebral palsy sangat tidak mudah, mendidik dan membesarkan pun sangat sulit. Seringkali harus sedikit keras, dan terkadang harus sangat lembut. Saya dan suami hanya berusaha untuk bisa mendidik dan merawat dengan sebaik mungkin.
Pencegahan
Dari banyaknya sumber penelitian yang saya baca, penyebab cerebral palsy (CP) kadang tidak diketahui secara pasti. Tetapi hubungan CP dan kondisi tertentu selama kehamilan, kelahiran, dan prematuritas telah ditelaah. Beberapa penyebab tersebut ada yang dapat dicegah, dan ada juga yang tidak bisa.
1. Pencegahan Sebelum dan Selama Kehamilan
Melakukan semua yang kita bisa sebelum dan selama kehamilan dapat membantu menurunkan risiko bahwa cedera otak akan terjadi pada bayi yang sedang berkembang. Berikut adalah beberapa tips untuk kebiasaan sehat sebelum dan selama kehamilan.
  • Pola hidup sehat.
  • Rajin berolahraga.
  • Makan makanan bergizi.
  • Stop dan hindari rokok.
  • Hindari paparan zat berbahaya.
  • Cek kesehatan secara rutin.
2. Pencegahan Pada Bayi dan anak
Mencegah Cerebral Palsy pada anak-anak itu sangat penting karena dapat meminimalkan risiko anak mendapat cedera otak. Berikut ini beberapa tips mencegah CP pada anak.
  • Waspada dan hati-hati untuk mencegah kecelakaan.
  • Pastikan kita mengetahui tanda-tanda penyakit kuning terutama pada newborn.
  • Mengetahui cara mencegah keracunan timah.
  • Berusaha untuk menjauhkan anak-anak dari berbagai penyakit menular yang serius.
  • Pastikan imunisasi anak lengkap dan tepat waktu.
Selain ikhlas dan berusaha kuat menerima takdir Allah, saya dan suami sampai detik ini berusaha saling support dan mengingatkan. Apalagi saat adik saya emosi dan tidak bisa dikontrol. Semoga bermanfaat ya moms and dads...

You May Also Like

10 coment�rios

  1. Wah sharring yang bermanfaat sekali, Bunda. Maaf boleh saya meluruskan bahwa cerebal palsy atau anak down syndrome atau sejenisnya itu bukanlah penyakit. Karena anak-anak tersebut bukanlah anak sakit. Mereka hanyalah anak berkebutuhan khusus yang membutuhkan pendidikan dan layanan khusus untuk membantu mengoptimalkan kemampuan mereka. Tetapi, bukan anak sakit, ya Bunda. Seperti yang di pahami oleh orang awam ☺️

    ReplyDelete
    Replies
    1. 13 November 2017 21.06
      Alhamdulillah iya bunda, terima kasih banyak ya. Iya memang bukan penyakit dan bukan anak sakit bun . Hanya butuh perhatian ekstra dan terapi khusus biar bisa optimal. Terima kasih y bunda ...

      Delete
  2. Terima kasih atas sharingnya. Semoga Mbak Amallia dan suami diberikan kekuatan dalam merawat sang adik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Mbak... Terima kasih banyak ya mbak. Salam kenal dari Mama Rayyan

      Delete
  3. Kalo baca dr penyebabnya, bwrarti CP ini bisa aja terjadi kemudian hr ya mba.. Mksdku bukan penyakit bawaan? Kalo saat lahirnya normal, tp ketika bayi mungkin terjatuh dan mengalami cedera kepala, bisa ada kemungkinan anak terkena CP yaa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba betul. Karena adikku saat usia 2 tahun jatuh dari motor terpental 30 meter saat di tanjakan. Sebelumnya tumbuh kembang dan tingkahnya normal. Semenjak itu dia berubah total. Seringkali cara makan, cara jalan dan cara bicara butuh bimbingan khusus. Karena tidak seperti orang normal seusianya. Jdi kita sebagai keluarga, harus pelan-pelan merubah dan mencontoh kan lagi mba. Fisik normal, sikap dan cara bicara yang beda. Jadi harus rutin terapi, latihan, berbaur dengan seusianya dll.

      Delete
  4. Kamu hebattttt dekkkkk
    Lafff insyaallah rejeki selalu menyertai niat tulusmu menemani adik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah aamiin mba ca.. laaf too 😘😍🤗😇

      Delete
  5. jadi mengerti kalau cerebral palsy bukan bagian penyakit. info seperti ini penting sekali diketahui para orang tua

    ReplyDelete

Thank you for visiting my blog. I am very happy if you leave comments, feedback, suggestions, or criticism. As a passion for me, to be able to write better. Happy Reading!