Dompet Dhuafa ~ Pembangunan Infrastruktur Lebih Baik, Dapat Mengurangi Tingkat Kemiskinan di Indonesia

by - December 23, 2017

Jika kita sering menonton televisi atau membaca informasi  dari sosial media, Tingkat kemiskinan di Indonesia tentu sudah menjadi trending topic. Bagaimana tidak, di tahun 2017 ternyata menurunnya tingkat kemiskinan di Indonesia tidak terlalu banyak. Faktor penyebab sangat banyak. Selain karena keterbatasannya lowongan pekerjaan, ternyata banyak juga faktor lainnya.
    Pada hari Kamis, 21 Desember 2017 lalu saya mendapatkan undangan dari Dompet Dhuafa untuk menghadiri seminar Poverty Outlook 2018 yang berlangsung di Museum Kebangkitan NasionalJakarta. Acara ini bertujuan untuk mendorong pembangunan infrastruktur untuk kaum miskin di Indonesia yang dicanangkan oleh Dompet Dhuafa.

    Dompet Dhuafa bersama IMZ, DD Corporate University dan IDEAS, mengundang para pakar dan akademisi, pegiat ekonomi, organisasi masyarakat sipil untuk ikut serta berpartisipasi aktif dan menjadi bagian pembangunan Indonesia yang berkeadilan, untuk hadir pada diskusi publik bertajuk Indonesia Poverty Outlook 2018.

    Acara Indonesia Poverty Outlook 2018 ini dimoderatori oleh Venna Annisa, dan beberapa pembicara yaitu bapak drg. Imam Rulyawan, MARS (Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi), Yusuf Wibisono, SE., ME., Direktur Indonesia Development and Islamic Studies (IDEAS), Ir. Wismana Adi Suryabrata, MIA., Deputi Menteri PPN/Bappenas Bidang Sarana Prasarana, Prof. Ahmad Erani Yustika, Dirjen PKP Kemendesa, Marsudi Nur Wahid, Pemimpin Redaksi Jawa Pos, dan Subroto, Direktur Pelaksana Republika.
    Tentang Dompet Dhuafa
    Dompet Dhuafa adalah organisasi nirlaba milik masyarakat global yang berusaha untuk pemberdayaan sosial global. Filosofi filantropi Islam seperti zakat, infaq, sadaqah, waqf, dana halal dan hukum lainnya yang berasal dari donor individu, kelompok atau korporasi.

    Dompet Dhuafa didirikan di Indonesia pada bulan Juli 1993, dan sudah memiliki cabang di beberapa negara besar di dunia, yaitu:
    1. China (Hong Kong)
    2. Jepang
    3. Amerika Serikat
    4. Australia
    5. Mesir
    6. Korea Selatan
    Selain itu, di Indonesia Dompet Dhuafa memperluas jaringannya di 21 provinsi dan memperluas kantor perwakilan di 5 negara (Hong Kong, Australia, Jepang, Amerika Serikat dan Korea Selatan). Seluruh kegiatan yang dilakukan selama ini adalah berkat dukungan 60.000 donor setia yang secara ekonomi mapan, profesional dan berpendidikan.
    Menurut drg.Imam Rulyawan, MARS selaku Direktur utama Dompet Dhuafa Filantropi, Dompet Dhuafa memiliki banyak program terintegrasi di wilayah pedesaan yang dinamakan klasterisasi mandiri. Memberdayakan masyarakat dari program kesehatan, pendidikan, agama, dan ekonomi dalam satu wilayah desa. Sehingga, masyarakat desa sebagai unit-unit produksi bisa mandiri secara perekonomian".
    Banyak sekali faktor penyebab semakin tingginya kemiskinan di Indonesia terutama di daerah pedesaan. Sehingga, kinerja penanggulangan kemiskinan nasional pun mengalami pasang surut dalam dekade terakhir. Dengan menempatkan perubahan jumlah ke duduk miskin sebagai sasaran kebijakan, terlihat bahwa kinerja perekonomian nasional semakin menurut.

    Menurut hasil survey, pada periode Maret 2011 - September 2014 penduduk miskin berkurang 327 ribu orang per semester, maka pada periode September 2014 - Maret 2017 penduduk miskin hanya berkurang 85 ribu orang per semester.
    Kendala Pembangunan Infrastruktur
    1. Pendanaan
    2. Keseimbangan antar wilayah
    3. Keterlibatan swasta
    4. Dampak ekonomi jangka panjang
    Belanja infrastruktur dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 sebesar Rp 410.7 triliun (IndonesiaBaik.id). Meliputi belanja infastruktur ekonomi Rp 395,1 triliun, sosial Rp 8 triliun, dan dukungan infrastruktur Rp 4,9 triliun.

    Namun, apakah peningkatan 5,8 persen dibanding APBNP 2017 sudah dirasakan langsung oleh lapisan masyarakat miskin di Indonesia, utamanya di pedesaan, perbatasan dan daerah terluar. Inilah yang sering menjadi perhatian masyarakat di Indonesia.


    Dompet Dhuafa memiliki konsep di mana setiap program pemberdayaan kami setidaknya harus bisa menguatkan ekonomi Rumah Tangga dan memperluas akses ke pasar. Melalui program ini Dompet Dhuafa memberdayakan masyarakat melalui program kesehatan, pendidikan, agama dan ekonomi secara terintegrasi, sehingga masyarakat desa sebagai unit-unit produksi bisa mandiri secara perekonomian.






    Rahmat Mardiana selaku Direktur Energi, Telekomunikasi dan Informatika, Kementerian PPN / Bappenas menyampaikan bahwa efek pembangunan infrastruktur sangat berpengaruh terhadap faktor ekonomi, lapangan pekerjaan, jaringan, hingga pasar. Sehingga, proses pembangunan infrastruktur benar-benar harus mendapatkan perhatian dan tindakan khusus demi memberantas kemiskinan.


    Kepadatan penduduk miskin di Indonesia dengan biaya hidup yang tinggi didominasi oleh kota-kota besar yaitu: Sumatera, Jawa, Medan, Bekasi, Palembang, Tangerang dan Surabaya. Kota-kota besar tersebut menghadapi masalah kemiskinan paling berat karena besarnya jumlah penduduk, tingginya kepadatan penduduk dan tingginya biaya hidup.

    IDEAS (Indonesia Development and Islamic Studies) adalah lembaga kajian kebijakan publik pembangunan Indonesia dalam bingkai keislaman untuk menuju Indonesia yang mandiri, adil, maju dan bermanfaat. IDEAS merupakan lembaga independen, non partisan dan nirlaba.



    Sehingga, inilah yang membuat Dompet Dhuafa mengadakan program ini. Guna mengurangi tingkat kemiskinan di Indonesia, dengan banyaknya bantuan baik dari segi pendidikan, fasilitas umum dan lapangan pekerjaan. Semoga program baik seperti ini, bisa mendapat sambutan baik dari seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Sehingga, masyarakat Indonesia bisa sama-sama maju dan berkembang dan tentunya kemiskinan di Indonesia bisa berkurang.




    You May Also Like

    3 coment�rios

    1. Wah Dompet Duafa link-nya udah sampe keluar negeri juga ya, bahkan udah 5 negara. Mudah-mudahan makin meluas ya, biar makin banyak orang2 yang terbantu. Fasilitas sedekahnya pun juga banyak, jadi bisa tinggal dikelompokkan ya orang2 yang membutuhkannya itu.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Iya mba paling aku suka yang dompet dhuafa ini... Amanah benar2 sampai kepada yang berhak

        Delete
      2. Mudah-mudahan amanah ya kak.

        Delete

    Thank you for visiting my blog. I am very happy if you leave comments, feedback, suggestions, or criticism. As a passion for me, to be able to write better. Happy Reading!