Cara Mengatasi Tantrum Pada Anak

Thursday, March 8, 2018
Hallo Moms, 



Saat menghadapi anak yang kerap marah, menangis dan mengamuk, tentu sering membuat kita bingung menghadapinya. Ditambah lagi, jika kita juga panik. Justru terkadang tindakan yang diberikan juga salah. Kondisi seperti ini sering disebut Tantrum pada anak.

Menurut banyak sumber yang saya baca di internet, kondisi ini umumnya terjadi pada anak berusia antara 1 sampai 4 tahun. Kondisi seperti ini merupakan salah satu cara anak belajar untuk berkomunikasi secara efektif dengan kita sebagai orangtua dan juga pada lingkungan.

Baca juga: Hari Kelainan Langka Sedunia 2018

Sekalipun ini umum terjadi pada anak, sebagai orangtua kita juga harus mencoba untuk bisa menghentikan amukannya. Apalagi jika amukannya di tempat umum, kan? Pasti membuat kita risih dan agak malu. Yes, saya pernah mengalami. Hahaha. 


Terkadang sebagai orangtua, kita sering menuruti keinginan anak, jika menghadapi amukannya yang berlebihan. Misalnya: mengamuk ketika meminta mainan. Itu ternyata termasuk cara sang anak lho untuk keluar dari masalahnya. Pinter banget ya? Hahaha. Nah, biasanya tantrum akan cepat berhenti jika anak juga merasa lapar, kelelahan,  dan mengantuk. Pernah mengalami moms?

Penyebab Tantrum Pada Anak 

Umumnya, penyebab tantrum pada anak adalah ketika ia menginginkan sesuatu namun tidak dapat mengungkapkan. Ini terjadi, karena sang anak belum bisa menyampaikan maksud keinginannya kepada orangtua. Sehingga kesal dan mengamuk, karena orangtua tak kunjung paham keinginannya. Mereka hanya mampu mengungkapkan beberapa kata di dalam pikirannya.  Namun, kebiasaan ini alangkah baiknya tidak kita biarkan terus menerus. Karena akan menjadi kebiasaan buruk sang anak.

Lakukan Ini Ketika Anak Tantrum 

Selain memberikan apa yang diinginkan oleh anak, ada beberapa cara mengatasi tantrum pada anak, antara lain:

  • Tetap Tenang
Menahan emosi dan tetap tenang adalah langkah awal yang sangat tepat menghadapi anak ketika tantrum. Sehingga, kita juga bisa menunjukan energi positif  pada anak untuk bisa tenang juga seperti kita.

  • Berbicara Pada Anak
Kita harus berusaha berbicara pada anak secara perlahan, dan menyampaikan bahwa tindakan mengamuk atau melempar barang yang ia lakukan itu tidak baik. Walau terkadang sang anak tidak mengerti maksud kita, tetaplah lakukan dengan naluri ibu ya. Bicaralah dengan memeluk atau mengendong, sehingga sang anak juga merasa nyaman dan tenang. 

  • Hindari Barang-Barang Disekitar Anak
Biasanya ketika anak mengamuk, ia akan melemparkan barang-barang yang ada disekitarnya seperti mainan, bantal, botol susu, dan yang lainnya. Usahakan, kita segera menghindari barang-barang tersebut ya, untuk mencegah tantrum yang terus-menerus, dan cedera berlebih. 

  • Alihkan Perhatian Anak
Biasanya anak-anak sangat mudah tertarik dengan hal baru yang dilihatnya. Sehingga, kita bisa memanfaatkan hal ini untuk mengalihkan emosinya saat tantrum. Misalnya memberi susu, atau makanan yang menjadi favoritnya. 

  • Jangan Memukul dan Berteriak
Moms, hindari ya berteriak dan memukul. Walau kita terkadang terbawa emosi, tindakan seperti ini bukanlah pilihan yang tepat. Karena justru terkadang malah akan membuat tantrumnya menjadi lebih buruk lagi, lho. Usahakan untuk menarik napas dalam-dalam, kontrol emosi, tetap tenang, tegas dan tunjukkan disiplin pada anak. 

Semoga, yang saya share kali ini bisa bermanfaat untuk moms dan keluarga. Oh iya, jika tantrumnya cukup sering dan rutin, bahkan melukai dirinya sendiri dan juga orang lain, harus segera mengkonsultasikan pada dokter anak ya, moms

Happy Parenting! 


9 comments on "Cara Mengatasi Tantrum Pada Anak "
  1. Anakku pas umurnya 13 bulan kemarin pertama kali tantrum. Asli bingung gimana nenanginnya karena dia benar-benar nangis full 1 jam lebih. Sempat bikin emosi juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba masya Allah ya mbak. Kita sebagai orang tua benar-benar harus tenang saat menghadapi tantrumnya

      Delete
  2. Iya mba masya Allah ya mbak. Kita sebagai orang tua benar-benar harus tenang saat menghadapi tantrumnya

    ReplyDelete
  3. Waduhhh, aku baru tau tentang ini mba. Ternyata susah yaaaa jadi orang tua huhuuhuhu. Harus banyak mengerti dan belajar. Semangatttt.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak selamat buat ke lahiran babynya...Semoga bisa Mengatasi Tantrum dengan tenang aamiin

      Delete
  4. hai mb, memang ketika anak tiba tiba tantrum kita sbgai orgtua harus bisa sabar/nahan emosi - kadang ini juga kondisi tersulit buat saya, kalau udah emosi hanya bisa berusaha menghindar dan akhirnya pak suami yg turun tangan, oiya cara mengalihkan perhatian ini juga ampuh juga kok mbak, diajak bercerita,diberikan sesuatu atau jalan jalan keluar.:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah alhamdulillah dpt masukan lagi untuk diajak jalanjalan- keluar rumah ya mbak. Minimal keliling komplek atau Taman dekat rumah

      Delete
  5. Alhamdulilah beberapa tipsnya sudah saya lakukan mba :)
    Dan hasilnya si anak tantrum semakin berkurang secara perlahan :)

    ReplyDelete

Thank you for visiting my blog. I am very happy if you leave comments, feedback, suggestions, or criticism. As a passion for me, to be able to write better. Happy Reading!