Ciri-Ciri TB Laten Pada Anak

Friday, April 20, 2018
Ketika kita mendengar ada seseorang yang terkena penyakit TB baik itu keluarga, kerabat maupun teman, pasti ada rasa takut tertular. Itu wajar, karena memang bahaya dari penyakit akibat bakteri Mycobacterium Tuberculosis ini memang dapat menyebar dan menular dengan cepat melalui udara.

Sumber: Pixabay.com 

Lalu siapakah yang bisa tertular TB? Ini yang perlu kita perhatikan, bahwa bakteri TB dapat menyerang siapa saja termasuk anak-anak. Memang agak menakutkan, tetapi inilah fakta pahit yang harus kita terima. Kita tidak perlu sibuk menyalahkan siapapun, yang perlu kita lakukan adalah mencari faktor penyebabnya, periksa dan segera sembuhkan. Karena tidak mungkin kita mengekang anak-anak untuk beraktivitas di luar rumah kan? Sehingga sebagai orang tua kita memang harus lebih aktif menjaga kesehatan anak-anak  dan seluruh anggota keluarga.

Kenali dan Obati TB Laten Pada Anak

Menerapkan pola makan dan pola hidup sehat saja ternyata tidak cukup untuk mencegah bakteri yang satu ini. Karena sekalipun kita sudah menerapkan pola hidup sehat, faktor lingkungan sekitar mungkin tidak sepenuhnya bisa kita kendalikan. Hal inilah yang menjadi semangat saya untuk terus mencari informasi mengenai TB pada anak melalui buku, media elektronik, media cetak, maupun mengikuti berbagai seminar kesehatan.


Pada (07/04) lalu, saya bersemangat sekali mengikuti seminar kesehatan tentang "Kenali dan Obati TB Laten Pada Anak" bersama  dr.Wahyuni Indawati SpA(K) selaku Ahli Respirologi Anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Dr Arya Wibitomo dari Sanofi Indonesia dalam rangka memperingati Hari TB Sedunia yang diperingati setiap tanggal 24 Maret setiap tahunnya. 

Mycobacterium Tuberculosis 

Menurut  dr.Wahyuni Indawati SpA(K), bahaya bakteri Mycobacterium Tuberculosis memang harus menjadi perhatian kita semua dan tidak bisa disepelekan. Pada anak-anak, bakteri TB dapat menyebabkan dua kondisi, yaitu  TB Laten dan Penyakit TB





Jika kita perhatikan, TB Laten jauh lebih berbahaya dari Penyakit TB. Karena tidak adanya gejala khas yang terjadi pada anak. Walau demikian, apabila terlambat diobati maka dapat menjadi semakin berbahaya. Karena, sebanyak 5 - 10% anak dengan TB Laten memiliki risiko untuk mengidap Penyakit TB jika tidak diketahui dan ditangani sejak dini. 

Apakah Anak-Anak Dapat Menularkan Penyakit TB? 

Dr.Wahyuni Indawati SpA(K) menjelaskan bahwa seringkali masyarakat menilai bahwa anak-anak yang menderita penyakit TB dapat menularkan bakteri tersebut kepada orang lain. Faktanya, anak yang menderita penyakit TB tidak selalu menularkan pada orang disekitarnya. Untuk mengetahui TB tersebut menular atau tidak, maka perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut seperti melakukan pemeriksaan dahak, darah, maupun tes kulit TB.

Gejala TB Pada Anak 

Gejala TB pada anak memang tidak serta-merta muncul. Pada saat-saat awal, 4-8 minggu setelah infeksi, bisa jadi anak hanya demam sedikit. Beberapa bulan kemudian, gejalanya mulai muncul di paru-paru, dan anak mulai batuk. Sehingga, sebagai orang tua kita perlu mengenali gejala-gejala umum TB pada anak berikut ini:



Bagian Organ Tubuh Apa Saja Yang Dapat Diserang TB? 

Umumnya TB menyerang paru-paru, namun 20% - 30% TB pada anak juga dapat menyerang organ lain seperti kelenjar getah bening, usus dan tulang. Namun, karena gejala TB pada anak tidak bersifat umum, maka sebagai orang tua harus segera melakukan pemeriksaan ke dokter apabila mendapati beberapa gejala TB pada anak.

Bagaimana Pencegahan TB Pada Anak? 

Sebenarnya, sumber penularan TB ke anak adalah orang dewasa. Pada orang dewasa, pendeteksian TBC jauh lebih mudah, misalnya dengan rontgen. Namun sebagai orang tua kita kadang lalai memperhatikan anggota keluarga lain di rumah. Berikut beberapa cara mencegah TB pada anak.


Bagaimana Proses Pengobatan TB Pada Anak 

Proses pengobatan TB pada anak bisa dilakukan dengan 2 cara yaitu: terapi (pengobatan)  dan profilaksis (pengobatan pencegahan). Apa bedanya? Bedanya adalah khusus untuk terapi TB hanya diberikan kepada anak yang menderita TB sedangkan profilaksis diberikan kepada anak yang kontak erat dengan pasien TB menular. Tiga hal penting yang harus dilakukan dalam pengobatan TB pada anak yaitu:

  1. Pengobatan dengan kombinasi 3-4 jenis obat TB. 
  2. Pengobatan TB membutuhkan waktu 6-12 bulan,  tergantung dari tingkat infeksi bakteri TB. 
  3. Kunci keberhasilan pengobatan TB adalah sabar, patuh dan teratur dalam meminum obat. 

Kasus TB Anak di Indonesia 

Menurut Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, kasus TB anak di Indonesia tergolong tinggi. Kurangnya alat diagnosa yang ramah anak dan sistem pencatatan serta pelaporan kasus TB anak sangat tidak memadai. 

Diperkirakan banyak anak menderita TB yang tidak mendapatkan pelayanan yang tepat dan benar, sehingga dampak negatif morbiditas dan mortalitas anak ikut meningkat. 

Pada tahun 2016 saja, total insiden TB pada anak dalam kelompok usia 1-14 tahun sebanyak 1.507 insiden dan pada semua usia berjumlah 351.893 insiden.  Angka yang cukup besar bukan? Dr. Arya Wibitomo selaku perwakilan dari Sanofi Indonesia sangat mendukung program pemerintah dalam memberikan layanan pengobatan gratis bagi penderita TB pada beberapa layanan kesehatan seperti Puskesmas dan Rumah Sakit. "Jadi tidak ada alasan lagi untuk tidak berobat ya," tutup Dr. Arya Wibitomo.

Mari kita sama-sama kenali, waspadai, cegah dan obati TB pada anak sejak dini. 


Sebarkan informasi penting ini kepada teman, kerabat, dan keluarga ya...
#KenaliDanObatiTBLaten 

35 comments on "Ciri-Ciri TB Laten Pada Anak "
  1. Waktu acara ini aku juga diundang, Tapi terpaksa mengundurkan diri krn ada perubahan jadwal mendadak. 😢 Tapi mampir ke blog bunda setidaknya saya tdk ke tinggalan informasi yg disampaikan. Tks for sharing mom.. bermanfaat sekali 👍🙂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mom... Sebagai orang tua kita harus benar-benar perhatian pada kesehatan anggota keluarga

      Delete
  2. Saya 2 tahun yang lalu waktu hamil Erysha 7 bulan, didiagnosis TB bun ama dokter. Rasanya itu sedihhh banget. Allhamdulillahnya karena udah setiap hari minum obat nggak sampe tertular ke Erysha. Bersyukurrr banget cepet ketahuan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masya Allah, alhamdulillah sehat kembali ya bun. Jadi pengalaman berharga banget ya bun

      Delete
  3. Mudah2an buah hati kita sehat, aktif Dan tumbuh sesuai dengan usianya aamiin

    ReplyDelete
  4. Sedih rasanya kalau dengar anak-anak ke TB, mudah-mudahan informasi seperti ini bikin semua orangtua tetap waspada dengan bahaya TB ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba tuti aamiin.. Semoga semua masyarakat skrg lebih Peduli

      Delete
  5. Keluarga memang harus cepat tanggap yah mbak, kalau anak-anak terserang penyakit

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mom harus segera cek ke dokter apalagi kalau ada tanda-tanda TB diatas.

      Delete
  6. Terima kasih atas informasinya. Sangat bermanfaat.

    ReplyDelete
  7. ya Allah tinggi juga ya angka TB
    riskan nih apalagiklo daya tahan tubuhnya kurang

    ReplyDelete
  8. Penting nih ya mencermati TB, sebab overdiagnosis maupun underdiagnosis sama-sama berisiko, padahal harus segera ditangani kalau memang TB.

    ReplyDelete
  9. Sedih banget rasanya kl yang mengalami TB adalah anak-anak, yang dewasa aja menderitanya udah kaya gimana merasakan TB, apalagi anak-anak.
    Duh jangan sampai kita maupun keluarga kita kena TB

    ReplyDelete
  10. ngeri ya kalau anak terkena TB. tapi bisa sembuh asal konsisten pengobatannya.

    ReplyDelete
  11. Ngeri juga kalau anak sampai kena TB ya..memang diperlukan kewaspadaan orang tua dan masyarakat juga untuk tindakan pencegahan dan pengobatan.
    Terima kasih sharingnya:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mom betul. Semua masyarakat harus terlibat... Biar bisa mengurangi angka penderita tb

      Delete
  12. Makasiih ilmu barunya mbaa. Kalo bayi berarti berpotensi juga yah?
    Semoga anak2 kita dijauhkan dr segala macam oenyakit ya mba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mom kemungkinan berpotensi, harus rajin cek kesehatan anggota keluarga di rumah apabiap ada tanda-tanda diatas ya mom

      Delete
  13. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  14. TB ini jadi momok banget ya. Pengobatannya harus tuntas, makanya perlu ada pengawas minum obat.

    ReplyDelete
  15. Sedih kalau ada kasus anak2 kena TB. Untungnya skrng ada obatnya dan free dari pemerintah ya. Tapi emang lbh baik mencegah drpd menghobati. TFS infonya.

    ReplyDelete
  16. Penyakit TB memang masih jadi penyakit yang perlu diwaspadai, karena penularannya termasuk mudah dan cepat. Sementara pengobatannya sangat lama dan berat.

    ReplyDelete
  17. Pengobatannya ini lo, yang harus tidak boleh terputus selama 6 atau 12 bulan. Penyakit yang dikwatirkan oleh orang tua. Vaksinasi BCG itu jangan sampai lupa.

    ReplyDelete
  18. Kasian kalo anak sampe kena TB. Apalagi yg laten. Blum masa pengobatannya yg lama

    ReplyDelete
  19. Serem y... Kasihan kalau anak2 sakit apalagi jika tidak terlihat tanda2 yg pasti tapi ternyata parah. Terimakasih sharingnya

    ReplyDelete
  20. Oh jadi anak yang kena TB itu belum tentu menular ya ?
    Dulu pernah dikos yang lama, anak dari penjaga kos kena TB lalu sekosan pada heboh pindah semua karena takut tertular.

    Hmm.. berarti dulu itu salah paham

    ReplyDelete
  21. 2015, waktu saya positif TB...selain menjalani pengobatan selama 6 bulan tanpa putus, saya juga harus memberikan obat yang sama (dengan dosis rendah) sebagai profilaksis/pencegahan buat anak saya.

    Kalau ingat-ingat masa itu, sakit TB-nya sih nggak seberapa berasa. Yang paling berasa sakitnya adalah ketika saya harus nyekoki anak usia 2 tahun supaya dia nggak ketularan.

    Bersyukur, masa itu sudah lewat.

    ReplyDelete

Thank you for visiting my blog. I am very happy if you leave comments, feedback, suggestions, or criticism. As a passion for me, to be able to write better. Happy Reading!