Prita Ghozie - Tips Mengelola Keuangan Keluarga Agar Menjadi Ibu Bijak

Sunday, September 2, 2018
Hai Moms,


Siapa yang sudah menjadi Ibu Bijak dalam mengelola keuangan keluarga? Mmm, ada informasi yang cukup mengejutkan dari lembaga OJK yang perlu Moms ketahui nih. Ternyata menurut survey pada tahun 2016 yang dilakukan oleh lembaga OJK (Otoritas Jasa Keuangan), hanya 25% wanita yang dapat mengelola keuangan keluarga dengan baik dan bijak. Duh, langsung mendadak sedih, karena saya merasa sekali pasti ada di kelompok 25% itu. Sekalipun predikat menkeu menjadi predikat paten setiap ibu-ibu, ternyata tidak menjamin ibu-ibu pasti pandai mengelola keuangan kan? 

Banyaknya keluhan keuangan keluarga yang tidak sehat tersebut ternyata kembali membuat Visa mengadakan workshop #ibuberbagibijak beberapa hari lalu. Beruntung, saya kembali bisa hadir dalam acara menarik tersebut. Bersama mbak Prita Ghozie selaku Financial Planner, kemarin saya mendapatkan banyak tips baru lho, bagaimana menjadi Ibu Bijak yang disayang suami. Hehehe.

Tips Menjadi Ibu Bijak



Jika mendengar kata "Ibu Bijak" apa yang Moms fikirkan? Kalau saya, yang terlintas adalah sosok ibu yang mampu mengelola keuangan keluarga dengan baik, sedikit hutang, cicilan terbayar semua, dan punya tabungan. Sekalipun rasanya sangat sulit untuk mendapat predikat Ibu Bijak, kemarin mbak Prita Ghozie memberikan beberapa tips mudah agar keuangan keluarga sehat. Lalu bagaimana agar mencapai keuangan keluarga yang sehat ya? Yuk disimak!

Cara Agar Mencapai Keuangan Keluarga Ideal


Prita Ghozie

Menurut mbak Prita Ghozie, idealnya ada 3 tahapan yang harus kita lakukan untuk mencapai keuangan yang ideal.

  1. Financial Check Up, mencatat seluruh pemasukan dan pengeluaran di buku catatan. 
  2. Mengelola Arus KAS, dengan mencatat seluruh pemasukan dan pengeluaran, kita akan lebih mudah mengetahui arus KAS keluarga.
  3. Merencanakan Keuangan, rencanakan seluruh pengeluaran keluarga dengan rumus ideal.

Ingat! Jangan terlalu banyak pegang uang tunai ya, Moms. Lebih baik uang bulanan keluarga disimpan di bank, sehingga akan lebih mudah dikontrol dan tidak cepat habis. 

Rumus Ideal Merencanakan Keuangan Keluarga

Apa saja rumus ideal tersebut, berikut penjelasannya:

1. Sisihkan 5% Untuk Zakat, Infaq dan Sedekah

Untuk Moms yang menerima penghasilan bulanan dari suami, jangan lupa untuk sisihkan sebagian rejeki kita untuk saudara kita yang membutuhkan ya. Nggak banyak kok, hanya 5%. Jika kita menerima Rp. 3.000.000/bulan, maka 5% yang harus kita sisihkan hanya Rp. 150.000.

2. Ingat! Segera Sisihkan 10% Untuk Dana Darurat dan Asuransi

Selain menyisihkan untuk Zakat, langkah selanjutnya yang harus kita lakukan adalah menyisihkan 10% untuk dana darurat. Dana darurat yang kita sisihkan ini akan bermanfaat jika sewaktu-waktu kita mendapatkan musibah seperti: bencana alam, jatuh sakit, hingga meninggal dunia.

3. Untuk Biaya Hidup Cukup 30%

Besarnya biaya hidup di zaman sekarang, bisa dibilang terkadang membuat pengeluaran keluarga lebih besar daripada pemasukannya. Sehingga tidak jarang, banyak orang yang akhirnya terlilit hutang sekedar untuk memenuhi kebutuhan. Oleh sebab itu, mengatur apa saja yang menjadi biaya hidup sehari-hari, harus diperhitungkan dengan baik. Jangan sampai Besar Pasak daripada Tiang.

4. Cicilan Pinjaman hanya 30%

Godaan menggunakan kartu kredit akhir-akhir ini dengan iming-iming cicilan 0%, memang cukup menggiurkan ya. Namun, Moms jangan sampai terlena hingga tagihannya lebih besar dari biaya hidup ya.

5. Gaya Hidup Cukup 15%

Apa sih penyebab utama biaya hidup kian membengkak setiap bulannya? Jawabannya adalah gaya hidup. Boleh-boleh saja sih, tapi ingat hanya 15% saja ya, Moms. 

6. Yuk Berinvestasi, Hanya 15% Perbulan Saja Kok!

Siapa yang selalu tertarik berinvestasi nih Moms, khususnya investasi emas? Hehehe. Jangan lupa untuk berinvestasi ya Moms.

Yuk, Menjadi Womenpreuneur


Ibu-ibu RPTRA, Mbak Ade Hapsari dari Visa, Mbak Prita Ghozie dan mbak Gladies Rahman seorang Womenpreuneur

Menjadi ibu-ibu di era milenial sekarang, sangat disayangkan jika kita tidak ikut andil dalam urusan keuangan keluarga. Salah satunya dengan berbisnis. Sekalipun tidak bekerja kantoran banyak lho bisnis rumahan yang menjanjikan. Salah satunya adalah usaha membuat kue seperti yang dilakukan oleh mbak Gladies Rahman. Mbak Gladies memulai usaha bisnis kue browniesnya di Bandung sejak 5 tahun lalu. Demi menjaga usahanya ini, mbak Gladies terus bereksperimen membuat brownies yang enak dengan aneka toping agar konsumen puas dan menjadi pelanggan tetap.

"Sepertinya, jika brownies yang saya buat sama saja dengan brownies lainnya, mungkin usaha saya ini sudah tutup sejak dulu," ungkap mbak Gladies.

Alhamdulillah, kini usahanya terus berkembang dan sudah memiliki banyak karyawan. Bahkan kini setiap harinya, lebih dari 120 loyang brownies lho terjual.

Tips Agar Bisnis Sukses

Lalu bagaimana agar bisnis kita sukses? Berikut beberapa hal yang harus kita lakukan:

  1. Tentukan usaha apa yang akan diambil
  2. Perhatikan Omzet, dan laba rugi
  3. Hindari berhutang
  4. Kelola keuangan dengan baik
  5. Siapkan dana darurat

Nah, dapat lagi kan tips menarik yang perlu dicoba. Jika Moms berencana berbisnis, tidak perlu menjadi womenpreuneur saja kok, Moms juga bisa menjadi investor atau bekerja kantoran. Tinggal pilih sesuai dengan keinginan dan kemampuan ya Moms.

Semoga kita semua bisa memperbaiki keuangan keluarga kita ya mulai sekarang. Ingat! "It's not how much you make, but how much you spending."
Post Comment
Post a Comment

Thank you for visiting my blog. I am very happy if you leave comments, feedback, suggestions, or criticism. As a passion for me, to be able to write better. Happy Reading!