Ingin Bepergian Menggunakan Pesawat? Jangan Sepelekan Hal ini!

Tuesday, October 30, 2018
Assalamualaikum,


Melihat banyaknya korban yang berjatuhan dalam tragedi jatuhnya pesawat di daerah Karawang, tentu banyak menimbulkan opini dalam masyarakat. Mulai dari menyalahkan awak pesawat, perusahaan, teknik, hingga prosedur. Padahal di luar hal itu semua, ada hal penting yang harus kita sadari, "Ini adalah ketetapan Yang Maha Kuasa."

Keluar dari opini saya tentang musibah yang baru saja terjadi beberapa hari lalu, dalam kesempatan kali ini saya ingin sedikit membagikan ilmu dan informasi yang saya pelajari 6 tahun di salah satu maskapai swasta "Sriwijaya Air."

5 Hal Ini Perlu Kalian Ketahui



Bepergian menggunakan pesawat adalah salah satu transportasi yang bisa kita pilih, jika kita bertujuan untuk bepergian ke luar pulau dengan waktu yang lebih cepat. Tidak heran, sebagian orang bahkan rela merogok kocek lebih besar, demi pengalaman perjalanan yang lebih menyenangkan. Iya menyenangkan, salah satunya bisa sampai ke tujuan lebih cepat, dan bisa menikmati pemandangan indah di atas langit.

Namun tahu tidak, ada banyak hal yang sering disepelekan oleh penumpang ketika bepergian dengan pesawat? Miris memang, prosedur keselamatan penerbangan yang sudah berulang kali disampaikan tidak sepenuhnya dipatuhi. Saya jadi ingat bagaimana reaksi penumpang yang duduk di Emergency Exit Windows ketika saya memberikan arahan jika terjadi keadaan darurat pada mereka. Kalian tahu apa respon mereka? Mungkin hanya 1-3 orang yang memperhatikan instruksi saya, selebihnya hanya mengangguk sambil bermain gadget. Hufttt...!

Dalam suatu penerbangan, mungkin kita sering mendengar awak kabin (Pramugari) memberikan announcement tentang peraturan penerbangan sipil sebelum pesawat Take Off (Lepas Landas). Peraturan tersebut diantaranya: memakai sabuk pengaman, menegakkan sandaran tempat duduk, membuka penutup jendela disamping, melipat meja serta menguncinya, melepaskan headset dan earphone saat lepas landas dan mendarat, dan tidak diperkenankan menggunakan telepon genggam dan alat elektronik apapun di dalam pesawat.

1. Turn Of Your Mobile Phone and Electronic Devices

Bahaya penggunaan telepon genggam dapat menganggu sistem komunikasi dan navigasi antara Cockpit (Pilot) dengan ATC. Sehingga saat kita memasuki cabin, usahakanlah untuk segera menonaktifkan telepon genggam.

2. Remove Your Headset and Earphone

Melepaskan headset dan earphone saat lepas landas dan mendarat harus dilakukan oleh setiap penumpang. Karena, jika tiba-tiba terjadi keadaan darurat saat Critical Phase, maka kita tidak dapat mendengar informasi apapun. Apalagi jika headset dan earphone yang digunakan, menyalakan musik yang cukup keras.

3. Please Fasten Your Seatbelt

Menggunakan sabuk pengaman saat tanda sabuk pengalaman dinyalakan, termasuk kewajiban yang seringkali diabaikan. Padahal itu penting, ketika tiba-tiba terjadi goncangan (Turbulence).

4. Lock Your Tray Table in Place

Melipat meja di depan kita dan mengunci adalah salah satu prosedur yang harus dilakukan, sehingga jika tiba-tiba terjadi keadaan darurat, kita bisa segera keluar dengan cepat tanpa terhalang oleh apapun. Karena, ketika panik, melipat meja dan menguncinya saja mungkin bisa memakan waktu 10-15 detik.

5. Open Your Window Shutter

Setiap Pilot dan Pramugari setiap tahunnya, mengikuti training CRM (Crew Resources Management). Karena 70% kecelakaan pesawat terjadi karena kurangnya komunikasi semua orang (Pilot, Pramugari, Penumpang). Misalnya, jika pada sebuah penerbangan ada fire di engine dan hanya penumpang yang bisa melihat, maka informasi tersebut sangat bermanfaat agar pilot bisa segera mengambil tindakan.

6. Seat Back To The Upright Position

Menegakkan sandaran kursi ketika saat lepas landas dan mendarat sangat berguna apabila tiba-tiba terjadi unplanned emergency, maka kita dan penumpang lain akan dengan mudah keluar dan tidak terjebak. Jadi, jika ada penumpang di depan kita yang tidak menegakkan sandaran kursi, kita bisa menegurnya ya.

Diluar itu semua, mungkin bagi teman-teman yang pernah bepergian di malam hari, sering bertanya mengapa lampu cabin diredupkan saat lepas landas dan mendarat? Itu dilakukan agar saat terjadi keadaan darurat, kita bisa segera melakukan evakuasi. Karena ketika keadaan terang kemudian mendadak gelap, maka mata kita membutuhkan waktu beberapa detik untuk beradaptasi.

90% kecelakaan pesawat terjadi saat Take Off dan Landing. 8 menit setelah Take Off dan 3 menit setelah Landing. Sehingga disebut "Critical Eleven"

Saat itu, maka seluruh penumpang di dalam pesawat termasuk awak kabin dan pilot harus segera meninggalkan pesawat dalam waktu kurang dari 90 detik. Karena berbagai kemungkinan bisa saja terjadi jika kita terlambat keluar, antara lain: asap, api, air hingga ledakan yang dapat mengancam keselamatan. Setiap pesawat memiliki pintu darurat yang berbeda-beda, dan masing-masing pintu tersebut didesain dapat mengeluarkan 65 orang dalam waktu 1,5 menit.

Semoga informasi dari saya ini menambah wawasan teman-teman ya. Silakan share jika memang banyak teman dan keluarga kita yang membutuhkan informasi ini.


Jika orang lain melihat profesi ini adalah profesi yang sangat menyenangkan, tidak selalu benar jika dilihat dari sudut pandang kami, para awak pesawat. Jika saat Hari Raya tiba, saat semua keluarga berkumpul, dimana kami? Kami justru harus bertugas mengantarkan seluruh penumpang pulang ke kampung halaman. Jika ada anggota keluarga kami yang sakit, apakah kami menemani? Tidak, kami harus tetap profesional dalam menjalankan tugas. Sekalipun mendapat ijin atau cuti, itu tidak lebih dari 3 hari. So, apakah selalu enak? Tidak selamanya.

Oleh sebab itu, janganlah menilai sesuatu itu dari sudut pandang diri kita sendiri. Tapi lihatlah dari sudut pandang yang lain, karena ada banyak hal lain yang mungkin belum kita ketahui. Yuk kita sama-sama menjaga prosedur keselamatan penerbangan! Safety is Number One.

Apapun yang terjadi di langit, adalah ketetapan Allah SWT. Apapun yang kami senangi dan apapun yang kami cintai, telah kami tinggalkan di ujung landasan...
17 comments on "Ingin Bepergian Menggunakan Pesawat? Jangan Sepelekan Hal ini!"
  1. Mbak dulunya pramugari kah? ๐Ÿ˜Š

    Nice share mbak.. Pantesan aku selalu deg2an tiap take off dan landing.

    Trus jadi mikir soal tempat duduk, kayanya justru lebih enak duduk di deket lorong ya, daripada deket jendela. Lebih leluasa, dan kalau ada hal2 yg ga diinginkan *nauzubillah tapi* bisa lebih duluan nyelamatin diri daripada yang deket jendela.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heheh iya moms. Emang lebih safe itu di lorong. Semoga mulai sekarang semua penumpang care dengan keselamatan insha a

      Delete
  2. Makasih banget sharingnya, mbak. Amat sangat bermanfaat, meskipun saya udah jarang bepergian dengan pesawat. Saya bantu share, yaa. Semoga makin banyak orang yang lebih aware dengan prosedur saat mengudara.

    ReplyDelete
  3. thanks info nya mba.. memang terkadang orang tidak terlalu perduli mendengarkan pengarahan dari pramugari, pdahl untuk keselamatan ya..

    ReplyDelete
  4. Thanks informasinya mba. Penting banget ya memperhatikan instruksi keamanan dlm tiap kondisi. Semoga makin banyak masyarakat yg sadar untuk mengutamakan keselamatan saat terbang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin mbak eska. Semifinal Manfaat ya sharing ini

      Delete
  5. hai mba Amalia,kalau hp di switch ke airplane mode bagaimana mba, apakah itu masih mengganggu sistem komunikasi pilot dgn ATC ? trims sharingnya mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang bisa mom di mode airplane. Tpi memang disarankan lebih baik, Di turn off kan. Semoga menjawab ya

      Delete
  6. Mba, aku selalu deg2an naik pesawat..
    Selalu memperhatikan pramugari or pramugaranya kok hihii. Iya memang banyak yg menyepelekan ya. Smoga penerbangan di Indonesia menjadi lebih baik lagi..

    ReplyDelete
  7. Saat pembacaan prosedur keselamatan, seringnya aku malah merhatiin. Yaa takut kalo2 aja ada prosedur yg aku lupa gitu seandainya terjadi kecelakaan, pesawat mati tiba2, dsb2. Karena aku juga paling worried saat take off and landing. Mana selalu mual and muntah pulak. Mikir aja kalo pesawat yg aku tumpangi bisa tjd kecelakaan trus aku mati. Mikirnya kayak gitu...

    Iya emang sih banyak bgt yang menyepelekan saking seringnya liat kayak gitu ya.

    Dan aku juga pernah berpikiran kayak gitu, hidup jd pramugari itu enak yah? Tapi ternyata saat aku denger video curhatan dr para pramugari aku jd berubah opini :)

    Btw, aku gagal fokus liat Amel saat jd pramugari. Duh cantik niaan :)))

    Makasih remindernya ya :)

    ReplyDelete
  8. ini sering ngeselin..belom juga landing sempurna sudah pada nyalain gadget.
    Juga banyak yang santai mengabaikan aturan yang sudah disampaikan cabin crew..duh, sebeeel
    Semoga makin banyak yang sadar dengan info seperti ini.. ya Mbak Amel. Demi keselamatan bersama :)

    ReplyDelete
  9. Makasih infonya mbak๐Ÿ˜Š dan semua jenis pekerjaan pasti akan selalu ada plus minusnya ya.... Yg penting disyukuri saja apapun yg sudah Tuhan skenario kan utk kita๐Ÿ˜Š

    ReplyDelete
  10. Skr aku ngerti yg ttg lampu kabin hrs diredupkan :) . Awalnya aku pikir ya mba, itu krn untuk berjaga2 kalo ada serangan teroris yg menembaki pesawat dr bawah . Trnyata supaya mata terbiasa yaaa.

    Yg masalah hp itu bener2 susah yaa utk sebagian org ngerti. Kok ya ga mikir efek bahayanya. Apa ga ada ya alat, yg membuat sinyal hp semua lgs mati saat di dlm pesawat. Tp sinyal komunikasi pilot jgn sampe ikutan mati. Jd mau ga mau hp memang ga berfungsi slma penerbangan. .

    ReplyDelete
  11. Thanks ibu mantan pramugari Ats sharing ilmunya selama terbang dengan Sriwijaya Air. Berkat terbang kamu bisa ketemu sama papahnya Rayyan kan. ��

    ReplyDelete

Thank you for visiting my blog. I am very happy if you leave comments, feedback, suggestions, or criticism. As a passion for me, to be able to write better. Happy Reading!