Stop Kekerasan Pada Anak

Wednesday, February 13, 2019
Ketika kita masih kecil, mungkin kita pernah mendapatkan didikan yang keras dari orangtua kita. Lantas, apakah kita juga perlu menerapkan itu kepada anak kita?


Setiap anak tentulah memiliki hak untuk bermain dan belajar sesuai dengan keinginannya sendiri. Tapi bukan berarti sebagai orangtua kita melepaskannya begitu saja. Mengarahkan dan mendidik mereka sebaik mungkin masih harus kita lakukan sampai mereka dewasa dan memahami semua hal yang baik dan buruk bagi mereka. Namun ingat, mendidik mereka bukan berarti menerapkan kekerasan. Kekerasan yang dimaksud bisa kekerasan fisik atau mental. Keduanya sangat berdampak buruk bagi anak-anak, termasuk untuk anak yang sudah dewasa atau akhil baliq.

Kekerasan pada anak dalam Islam untuk alasan mendidik tentu bukan hal yang dianjurkan atau dibenarkan. Hal ini menjadi pertimbangan bagi perkembangan anak dan juga aspek psikologis anak.

Banyak sekali orangtua yang berfikir bahwa dengan memberikan pendidikan yang keras pada anak akan menjadikan anak tersebut disiplin dan cerdas. Pertanyaan penting adalah anak tersebut harus cerdas untuk keberhasilannya sendiri atau harus cerdas untuk memuaskan keinginan kita sebagai orangtua?

Anak-Anak Ingin Dimengerti

Setiap anak tentu memiliki pola pengasuhan yang berbeda sekalipun mereka berasal dari orangtua yang sama. Oleh sebab itu, mengerti sikap, kepribadian dan keinginan anak-anak memang menjadi langkah awal yang harus dipelajari oleh setiap orangtua.

Pandangan Islam Tentang kekerasan Pada Anak 

Tingkah anak-anak yang terkadang memang sering membuat jengkel dan marah, memang seringkali dialami oleh setiap orangtua. Namun sebagai orangtua alangkah baiknya jangan sampai terbawa emosi hingga melakukan kekerasan pada anak. Karena pada masa pertumbuhannya, sesungguhnya anak-anak belum mengetahui benar salah secara mendalam.

Rasulullah bersabda, “Jika salah seorang dari kamu memukul, maka hendaknya dia menjauhi (memukul) wajah.”

Hindari Marah dan Emosi Berlebihan

Jika memang anak perlu diberikan pukulan, janganlah kita memberikan pukulan yang berlebihan saat keadaan marah dan emosi. Berilah pukulan yang sifatnya hanya berupa teguran agar membuatnya sadar. Jangan sampai memberi pukulan yang membekas dan membuat mereka trauma serta ketakutan.

Dampak Buruk Kekerasan Pada Anak

Kekerasan yang dilakukan pada anak sangat berdampak buruk pada pertumbuhannya. Setiap anak yang mendapatkan perlakuan kasar cenderung akan menjadi anak yang tidak percaya diri dan stress. Selain itu, anak juga akan selalu merasa menjadi manusia yang selalu bersalah dan akan menjadi lebih liar.

Berikut beberapa efek samping kekerasan pada anak:

  • Gangguan kecemasan dan depresi
  • Sulit fokus
  • Susah tidur
  • Gangguan selera makan
  • Tidak nyaman dengan sentuhan fisik
  • Diosiasi atau menarik diri
  • Cenderung melukai diri sendiri

Mendidik Anak Tanpa Kekerasan

Banyak sekali cara mendidik anak tanpa perlu melakukan kekerasan. Namun ingat, sebagai orangtua kita juga sangat perlu untuk memupuk rasa sabar dan ikhlas dalam mendidik anak. Karena sekalipun terasa berat dan penuh ujian, mendidik anak adalah kewajiban dan ladang pahala untuk kita. Terlebih jika anak tersebut adalah anak Yatim dan Piatu. Dalam Al-Quran, banyak sekali ayat yang memerintahkan kita untuk menyayangi dan memuliakan anak Yatim dan Piatu.

Berikut beberapa hal yang perlu dilakukan dalam mendidik anak tanpa kekerasan:

  1. Berikan anak waktu untuk berpikir dan menyadari kesalahan
  2. Hindari berkata kasar dan memukul
  3. Jangan memarahi dan memukul anak di tempat umum
  4. Berikan hukuman yang mendidik
  5. Hindari anak ketika emosi
  6. Banyak beristighfar ketika menemukan kesalahan anak

Post Comment
Post a Comment

Thank you for visiting my blog. I am very happy if you leave comments, feedback, suggestions, or criticism. As a passion for me, to be able to write better. Happy Reading!