Tips Agar si Kecil Lulus Toilet Training

Sunday, February 24, 2019
Hai moms,

Apakah kesulitan ketika mengarahkan si kecil untuk buang air secara mandiri ke toilet? Jika iya, moms bisa melanjutkan membaca tulisan saya kali ini. Karena saya akan membagikan sedikit pengalaman pribadi yang telah berhasil saya terapkan pada Rayyan. Dari target 6 bulan yang sudah saya perhitungan, alhamdulillah Toilet Training Rayyan selesai dalam waktu 2 bulan.

Toilet Training
Source: Pixabay
Toilet Training merupakan proses si kecil belajar untuk buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB) di toilet layaknya orang dewasa. Jika awalnya si kecil terbiasa mengeluarkan urine atau pup pada diapers atau popok, maka pada tahap ini kita mengarahkan ia untuk mengeluarkannya di toilet.

Memang terlihat tidak mudah untuk mengajarkan si kecil Toilet Training, apalagi jika usianya masih balita. To be honest, saya merasa sekali bahwa sesungguhnya si kecil sendiri pun sebenarnya tidak betah dan tidak nyaman dengan kondisi basah dan kotor tersebut. Hanya terkadang mereka belum mampu bagaimana menyampaikannya. Sehingga sebagai orang tua khususnya ibu kitalah yang perlu peka terhadap mereka.

1. Berdoa dan Siapkan Mental

Bagi saya memulai apapun demi kebaikan harus dimulai dengan niat dan berdoa. Karena tidak ada usaha dan doa yang mengkhianati hasil. Sehingga, jauh-jauh hari sebelum saya memulai untuk toilet training Rayyan, saya sudah berdiskusi dengan anggota keluarga di rumah akan niat saya ini. Mulai dari menceritakan dampak positif untuk Rayyan hingga dampak positif lainnya, seperti: pengurangan sampah diapers dan berkurangnya pos pengeluaran.

2. Ajak Anak Bekerjasama

Yes, kita harus ajak anak bekerjasama ya, moms. Kalau hanya kitanya ajak yang gerak, yakin deh semua usaha akan sia-sia. Karena yang punya badan kan mereka ya, kalau kitanya yang gerak tapi dia tidak mau memberi isyarat, kan jadinya susah. Masa sih kita harus pantau dia terus kan? Oleh sebab itu, ajaklah anak berbicara dua arah, ajarkan ia bagaimana membuka celana, memberi tahu tanda mau buang air kecil atau air besar, dan lain-lain.

3. Stop Stok Diapers Berlebih

Udahan ya moms, stok diapersnya dan jangan ditambah lagi! Masa-masa toilet training kalau masih punya banyak stok diapers, yakin deh rencananya tidak akan berjalan baik. Karena pasti moms akan terdorong untuk memakaikan si kecil diapers lagi saat moms sedang malas atau si kecil yang belum bisa diajak bekerjasama dengan baik.

4. Siap Kotor dan Bau

Anak usia 2 tahun lebih, tentu aroma urine nya sudah mulai bau pesing kan, moms? Nah, moms harus siap nih dengan baunya. Karena di awal-awal toilet training, si kecil tidak selalu sukses buang air kecil ke toilet sendiri. Kadang, dimana ia berdiri atau duduk, disitulah ia buang air (hahaha). Siap-siap langsung bersihkan ya, moms. Lalu bagaimana untuk buang air besarnya? Untuk ini, moms tentu sudah hapal kan jam berapa saja si kecil BAB? Siap-siaplah di 30 menit sebelum dan 30 menit sesudah waktu tersebut. Karena terkadang akan lebih cepat dan kadang juga lebih lambat. Lalu ajaklah si kecil berbicara dua arah dan mintalah ia untuk memberi tahu kita jika sudah mau buang air.

5. Ajak Buang Air Kecil Sebelum Tidur

Terus malam harinya gimana moms? Ajarkan ia kebiasaan baik seperti yang biasa kita lakukan. Kalau saya sebelum tidur sudah terbiasa untuk buang air kecil, berwudhu dan menggosok gigi. Sehingga, saya mengajarkan itu pada Rayyan. Awalnya memang susah, sehingga saya mengajarkannya bertahap satu per satu. Alhamdulillah, prosesnya hanya beberapa hari saja. Selebihnya ia mengerti dan bisa melakukannya sendiri sekalipun belum 100% benar. Jadi, tetap diawasi ya, moms.

Yeay, selesai sudah sharing seputar toilet training nya, semoga apa yang saya terapkan dan lakukan pada Rayyan, bisa moms terapkan juga di rumah ya. Apabila ada poin yang kurang tepat atau terlewat saya lakukan, bisa di share ya di kolom komentar.


Happy Parenting!
1 comment on "Tips Agar si Kecil Lulus Toilet Training"
  1. Wah ini bisa jadi pembelajaran buatku di kemudian hari jika sudah memiliki momongan nantinya :) makasih kak

    ReplyDelete

Thank you for visiting my blog. I am very happy if you leave comments, feedback, suggestions, or criticism. As a passion for me, to be able to write better. Happy Reading!