Mengenal, Mencegah dan Mengobati Neuropati

Saturday, March 30, 2019
Hai generasi milenial,
Berapa menit sekali sih kalian buka gadget atau gawai? 5 menit sekali atau non stop nih? Hehehe. Kalian tahu nggak, bahwa menurut survey, 98,2% generasi milenial itu menggunakan smartphone untuk mengakses informasi rata-rata 7 jam sehari. Dan efek negatifnya, kebiasaan tersebut dapat berisiko menyebabkan kerusakan saraf tepi atau neuropati.

Mengenal Saraf Tepi dan Neuropati 

Saraf tepi adalah penghubung organ tubuh dengan saraf pusat yaitu otak dan sumsum tulang belakang dengan seluruh organ tubuh (organ dalam, mata, pendengaran, penghidu, kelenjar keringat, kulit dan otot - otot), karena itu sangat penting untuk dijaga agar tetap berfungsi maksimal dan terhindar dari neuropati atau kerusakan saraf tepi. Ketika saraf tepi mengalami kerusakan maka akan muncul gejala-gejala seperti kesemutan, kebas, kram, dan kelemahan otot yang disebut dengan neuropati.

Sudah kita ketahui, bahwa penggunaan gadget atau gawat di zaman ini menjadi sebuah kebutuhan yang sangat krusial. Dengan menggunakan gadget atau gawai kita dapat lebih mudah berkomunikasi, mencari informasi, hingga transportasi. Namun ternyata, tingginya intensitas penggunaan gadget atau gawai ternyata dapat memperluas risiko terkena gejala neuropati dan dapat berisiko fatal apabila tidak ditangani segera dengan benar. Cukup mengerikan, bukan?
Dr. Manfaluthy Hakim, Sp.S(K)
Dr. Manfaluthy Hakim, Sp.S(K), Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi PERDOSSI Pusat, menjelaskan, “Aktivitas dengan gerakan berulang dapat menjadi faktor risiko neuropati, termasuk penggunaan gawai terlalu lama. Bagian tubuh pengguna gawai yang berisiko terkena neuropati adalah jari tangan karena dapat menyerang saraf tangan dan menyebabkan kesemutan atau kebas hingga rasa nyeri yang menetap. Pencegahan dan pengobatan dini neuropati sangat penting untuk dilakukan mengingat kerusakan saraf akan bersifat irreversible apabila kehilangan serabut saraf diatas 50%."

Untuk pencegahannya, menurut Dr. Manfaluthy, neuropati dapat dilakukan dengan mudah. Pada Studi Klinis 2018 NENOIN (Penelitian Non-intervensi dengan vitamin neurotropik) membuktikan bahwa konsumsi kombinasi Vitamin Neurotropik yang terdiri dari vitamin B1, B6, dan B12 secara rutin dan berkala dapat mengurangi gejala neuropati seperti kebas, kesemutan, rasa terbakar dan rasa sakit secara signifikan hingga 62,9% dalam 3 bulan periode konsumsi. Vitamin neurotropik yang digunakan dalam studi ini adalah Neurobion Forte.
Anie Rachmayani, Consumer Health Associate Director of Marketing, PT P&G PHCI Indonesia
Ibu Anie Rachmayani, Consumer Health Associate Director of Marketing, PT P&G PHCI Indonesia, mengatakan, bahwa saat ini teknologi berperan penting dalam menunjang aktivitas masyarakat, namun penggunaan dalam jangka waktu lama berisiko menyebabkan kerusakan saraf tepi. Neurobion berkomitmen untuk mewujudkan masyarakat yang sehat dan dapat menjalani hidup berkualitas melalui kampanye terintegrasi Total Solution yang mengajak masyarakat merawat sarafnya.

Cegah dan Obati Neuropati dengan Neurobion
Neurobion adalah suplemen vitamin neurotropik yang mengandung vitamin B kompleks dosis tinggi, termasuk B1, B6, dan B12. Ketiga vitamin ini penting untuk metabolisme tubuh, terutama di sistem saraf perifer dan pusat.

Ibu Fita Maulani, Sekretaris Jenderal Asosiasi Internet of Things Indonesia, mengungkapkan, berdasarkan survei APJII 2017, 50% pengguna aktif internet menggunakan smartphone. Di kalangan millenial berusia 20 – 35 tahun yang 94,4% telah terkoneksi internet, sebanyak 98,2% menggunakan smartphone rata-rata 7 jam sehari dan bahkan 79% langsung memeriksa smartphone 1 menit setelah bangun tidur. Oleh sebab itulah, kita semua dapat berisiko terkena Neuropati dan harus segera mencegah dan mengobatinya sebelum semuanya menjadi lebih parah.

Cara mencegah dan mengobati Neuropati:
  1. Kurangi penggunaan gadget atau gawai.
  2. Banyak mengkonsumsi air putih.
  3. Rutin melakukan senam kesehatan.
  4. Istirahat dan tidur yang cukup.
  5. Menjaga pola makan.
  6. Rutin mengkonsumsi Neurobion.

Bagaimana, pernah mengalami beberapa gejala diatas kah? Jika iya, segera cek ke dokter ya, dear. Supaya segera mendapatkan penanganan yang tepat sebelum semakin parah. Karena kesehatan kita adalah tanggung jawab kita sendiri. So, perhatikan kesehatan kalian mulai dari sekarang ya... Semangat hidup sehat!



1 comment on "Mengenal, Mencegah dan Mengobati Neuropati"
  1. Wih, hebat ya mbak. Neurobion sampai melalui penelitian untuk membuktikan khasiatnya

    Kalau untuk Neurobion Forte sendiri, disarankan konsumsinya tiap hari atau seberapa sering, mbak?

    ReplyDelete

Thank you for visiting my blog. I am very happy if you leave comments, feedback, suggestions, or criticism. As a passion for me, to be able to write better. Happy Reading!