Tips Mencegah Hipoglikemia Selama Berpuasa di Bulan Ramadhan

Saturday, April 27, 2019
Hai dear,
Tidak terasa ya sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan. Sudah mulai mempersiapkan apa nih? Kalau saya sudah mulai membuat list beberapa stok bahan makanan dan minuman yang akan saya beli. Mulai dari rencana membeli sirup buah, susu, pasta, sayuran, ayam, daging, ikan, buah-buahan dan yang lainnya. Persiapan ini saya lakukan lebih dulu berharap bahwa nanti setiap harinya, saya bisa berkreasi membuat makanan dan minuman sendiri untuk keluarga. Selain sedikit lebih hemat, bagi saya kualitas dan kebersihannya pun jauh lebih terjamin. Ada yang sama dengan saya? 

Menjaga Kesehatan Ketika Berpuasa
Source: netral news
Bulan Ramadhan adalah bulan dimana kita diberikan kesempatan oleh Allah untuk menyempurnakan ibadah dan meraih berkah selama berpuasa termasuk pasien Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2). Walau demikian, ada hal yang harus kita ketahui dan waspadai juga seperti Hipoglikemia. Selain dapat menyerang kita yang normal, Hipoglikemia juga sangat berisiko menyerang para pasien DMT2. Oleh karena itu, sangat penting untuk pasien mengontrol kadar gula darah mereka.

Kenali dan Waspadai Hipoglikemia
Hipoglikemia adalah gangguan kesehatan yang terjadi ketika kadar gula dalam darah berada di bawah normal, yaitu kurang dari 70 mg/dl. 

Lalu, apa saja gejala Hipoglikemia? Gejala Hipoglikemia yang umumnya terjadi antara lain: jantung berdebar, gemetar, kelaparan, keringat dingin, cemas, lemas, kesulitan mengontrol emosi dan konsentrasi, serta kebingungan. Bahkan pada tahap yang berat, beberapa pasien dapat kehilangan kesadaran, kejang, koma, gangguan fungsi pembuluh darah hingga kontraksi detak jantung yang berujung pada kematian.

Kemarin (26/04), senang sekali saya berkesempatan hadir Pada Talk Show yang diadakan oleh Merck Sharp & Dohme (MSD) dengan tema "Kontrol gula darah selama berpuasa untuk pasien Diabetes". Pada acara kemarin turut hadir:


  1. Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, SpPD-KEMD. 
  2. Medical Affairs Director Merck Sharp & Dohme (MSD), Indonesia, dr. Suria Nataatmadja,  dan
  3.  Ossy seorang pasien Diabetes.

Menurut Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, SpPD-KEMD (26/04), ”Selama Ramadhan, terjadi peningkatan insiden hipoglikemia yang signifikan pada pasien DMT2. Hal ini dikarenakan pasien DMT2 mengalami kekurangan zat gula dari makanan yang dicerna dan diserap, sehingga kadar gula dalam tubuh menurun secara drastis. Oleh karena itu, sebelum menjalani puasa, penting bagi pasien DMT2 melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan rekomendasi manajemen puasa yang tepat dan meminimalisir risiko hipoglikemia.”

Hasil studi EPIDIAR pada tahun 2001 di 13 negara dengan populasi muslim yang besar, dengan sample sebanyak 12.914 orang menunjukkan setidaknya 79% dari sample tersebut menjalani ibadah puasa saat Ramadhan.

Medical Affairs Director Merck Sharp & Dohme (MSD), Indonesia, dr. Suria Nataatmadja yang kemarin turut hadir juga mengatakan, “Tidak sedikit pasien DMT2 yang antusias menyambut Ramadhan dan bertekad untuk menunaikan ibadah puasa. Berdasarkan survei yang diadakan oleh MSD, 73% dokter setuju bahwa faktor budaya seperti puasa memengaruhi kendali kadar gula darah pasien DMT2. Melihat hal ini, MSD berkomitmen mendukung kelancaran ibadah puasa para pasien DMT2 dengan melakukan serangkaian kegiatan edukasi melalui media dan blogger. Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko hipoglikemia dan upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasinya.”

Tips Mencegah Hipoglikemia 

Agak mengerikan ya, dear. Menurut Mas Ossy seorang pasien Diabetes, sekalipun bukan pasien Diabetes, kita memang sangat perlu menjaga asupan makanan dan minuman kita sehari-hari untuk mencegah segala kemungkinan buruk yang bisa kapan saja menyerang kita, seperti Hipoglikemia ini. Berikut beberapa tips yang bisa kalian lakukan untuk mengendalikan kadar gula darah dan mencegah hipoglikemia:

  1. Mengonsumsi makanan yang melepaskan energi secara lambat seperti biji-bijian, beras merah, produk susu rendah lemak dan kacang-kacangan saat sahur dan buka puasa. 
  2. Menghindari makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi. 
  3. Meningkatkan asupan cairan selama jam tidak berpuasa, dan
  4. Rutin mengunjungi dokter untuk mendapatkan rekomendasi manajemen diabetes selama bulan puasa jika kalian termasuk pasien DMT2. 

Semoga informasi seputar Hipoglikemia ini bermanfaat untuk kalian ya, dear. Selamat menyempurnakan ibadah di bulan suci Ramadhan. Jangan lupa juga perhatikan asupan makanan dan minuman selama berpuasa nanti ya... 

Semangat hidup sehat! 



2 comments on "Tips Mencegah Hipoglikemia Selama Berpuasa di Bulan Ramadhan "
  1. Keren banget artikel nya.. sangat menginspirasi reader.. tulisannya bagus dan menginspirasi sekali :D :D anime terbaik

    ReplyDelete
  2. Aku tuh ada keturunan Diebetes dr ibu dan ayah. Agak ngeri sih, jadi aku jaga banget pola makan banget terutama menghindari makanan dan minuman yg terlalu manis.

    ReplyDelete

Thank you for visiting my blog. I am very happy if you leave comments, feedback, suggestions, or criticism. As a passion for me, to be able to write better. Happy Reading!