Wujudkan Impian Ibadah Umroh dengan Berinvestasi di Narada

Tuesday, May 28, 2019
Hai generasi millennial, impian setiap umat muslim tentu bisa melaksanakan ibadah umroh kan? Nah, sebagai generasi millennial apakah kalian sudah mulai berinvestasi untuk mewujudkan impian tersebut? Karena, selain menabung atau menyisihkan sebagian rejeki kalian dalam bentuk tabungan di bank, berinvestasi dalam bentuk emas atau saham juga bisa menjadi salah satu cara untuk mewujudkan impian dan niat beribadah di Tanah Suci. 
Selain ibadah umroh, ibadah haji juga merupakan dambaan umat Islam, termasuk generasi millennial, untuk menyempurnakan Rukun Islam. Namun karena waktu tunggu ibadah haji begitu lama khususnya untuk generasi millennial, perjalanan umrah pun menjadi pilihan. Oleh karena itu, sangat penting sebagai generasi milenial untuk merencanakan ibadah haji dan umrah termasuk pembiayaannya dengan baik dan terencana. 

Lalu, bagaimana cara kita sebagai generasi millennial berinvestasi? Bukannya berinvestasi itu untuk orang kaya saja ya? Oh, Tidak! Kita semua itu bisa berinvestasi. Melalui Kampanye positif #investasibukanpunyaorangkayasaja dan #investasipunyasemuaorang, Narada Asset Management, mengajak generasi millennial untuk mulai mengelola keuangan pribadi dan menggiatkan berinvestasi sejak dini untuk mencapai tujuan yang diinginkan, salah satunya tujuan ibadah ke Tanah Suci.

Millennial Mampu Berhaji dan Umrah dengan Perencanaan Keuangan yang Baik sejak Dini
Perencanaan ibadah haji dan umrah meliputi waktu, kebutuhan dan biaya. Kapan waktu untuk berhaji/umrah menentukan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkan biayanya. Kebutuhan yang diperlukan sebelum berangkat hingga kembali ke Tanah Air juga turut menentukan besaran biaya. Total pembiayaan akan menentukan besaran investasi yang dibutuhkan dalam periode waktu yang sudah ditentukan.

Manager Angkat Koper (tour/travel Haji dan Umrah) – Muhammad Dzulfahmi mengatakan, “Perbedaan umum yang harus diketahui mengenai haji dan umrah adalah pada waktu dan tempat. Umrah dapat dilaksanakan sewaktu- waktu (setiap hari, setiap bulan, setiap tahun) dan hanya di Mekkah, sedangkan Haji hanya dapat dilaksanakan pada beberapa waktu antara tanggal 8 Dzulhijjah hingga 12 Dzulhijjah serta dilaksanakan sampai ke luar kota Mekkah. Ibadah umroh tidak ada kuota, namun untuk Haji, terdapat kuota yang menyebabkan antrian bagi jamaah yang ingin beribadah. Lama antrian setiap wilayah juga berbeda- beda, mulai 16 – 23 tahun waktu menunggu untuk ONH Regular dan 6 – 9 tahun untuk ONH Plus. Perbedaan waktu ini mempengaruhi biaya yang perlu disiapkan untuk melaksanakan ibadah ke tanah suci.”

Biaya yang dibutuhkan untuk umrah dimulai dari harga Rp 23,5 juta, sedangkan untuk perjalanan Haji dimulai dari harga Rp 45 juta yang sudah mengakomodir transportasi, akomodasi, makanan, dan kebutuhan pokok selama beribadah. 

Namun ada kebutuhan tak terduga yang perlu diperhatikan juga baik dalam persiapan maupun ketika sudah berada di Tanah Suci, seperti kenaikan kurs dollar, pulsa, kelebihan bagasi, belanja berlebih, suntik meningitis, sampai baju yang digunakan untuk menyesuaikan dengan cuaca di Tanah Suci. Komponen biaya yang tidak terlihat ini justru terkadang lebih besar daripada pembiayaan untuk kebutuhan utama ketika ibadah.

Oleh sebab itu, merencanakan keuangan khususnya untuk generasi millennial memang perlu direncanakan baik-baik. Dan berinvestasi di Narada Asset Management bisa menjadi solusinya. 

 PT Narada Aset Manajemen / NAM adalah Perusahaan Manajemen Investasi yang didirikan dan berkedudukan di Jakarta pada tahun 2012 dan telah memperoleh izin usaha sebagai Manajer Investasi dari BAPEPAM-LK berdasarkan Surat Keputusan Ketua BAPEPAM-LK (sekarang Otoritas Jasa Keuangan – OJK) No. KEP-09/BL/MI/2012 pada tanggal 29 November 2012.

Chief Marketing Officer Narada Asset Management – N. Anie Puspitasari menjelaskan, “Perencanaan keuangan yang baik dimulai dengan mengetahui kemampuan finansial masing- masing dan menentukan tujuan yang akan dicapai. Untuk beribadah ke Tanah Suci, tidak hanya diperlukan persiapan mental namun juga finansial, terutama persiapan untuk naik haji dimana dalam melakukan pendaftaran haji dan mendapatkan nomor porsi haji dibutuhkan setoran awal Rp 25 juta untuk kemudian menunggu keberangkatan hingga 16-23 tahun. Sedangkan untuk ibadah umrah memiliki waktu yang lebih fleksibel tergantung kesiapan dari masing-masing orang. Mengingat waktu tunggu yang sangat lama, maka sebaiknya mulai menyiapkan biaya awal ini dari sekarang agar ketika sampai di waktu keberangkatan, kita masih bisa beribadah dalam keadaan sehat dan mampu mengikuti  semua kegiatan ibadah di Tanah Suci.” 

Mau Berinvestasi? Perhatikan Beberapa Hal Penting Ini!

  • Komitmen untuk menyisihkan dana baik itu melalui tabungan atau investasi.
  • Perhatikan pos-pos pengeluaran, yang tidak penting sebaiknya dihindari.
  • Memilih instrumen investasi yang sesuai dengan profil risiko, jangka waktu, dan kemampuan finansial.

Salah satu produk yang memberikan manfaat relatif lebih besar dibandingkan jenis investasi lainnya seperti menabung adalah berinvestasi di Reksadana. Investasi reksadana dikelola oleh manajer investasi dan bisa dimulai dengan nominal yang sangat terjangkau mulai dari Rp 100.000 dengan tingkat return yang relatif lebih tinggi berkisar antara 10% - 20% untuk reksadana saham. Saat ini Narada juga ingin memperkenalkan produk reksadana terbaru Narada yang baru saja disetujui oleh OJK yaitu Reksadana Syariah “Narada Saham Berkah Syariah” dan akan diluncurkan dengan harga perdana NAB 1000. Produk ini bisa dijadikan alternatif pilihan bagi millennial yang ingin berangkat haji atau umrah. 
Source: Koleksi Pribadi 
Bagaimana, jadi semangat berinvestasi untuk bisa mewujudkan impian menginjakkan kaki dan beribadah di tanah suci bersama keluarga, bukan? Yuk Jangan tunda lagi. Investasi dari sekarang juga bersama Narada Asset Management. Insya Allah, Allah akan melancarkan dan mewujudkan harapan kita semua untuk beribadah Umroh atau Haji di Tanah Suci. Aamiin! 

Post Comment
Post a Comment

Thank you for visiting my blog. I am very happy if you leave comments, feedback, suggestions, or criticism. As a passion for me, to be able to write better. Happy Reading!