Pengalaman Menghadapi Anak Terkena Virus Influenza

Saturday, July 27, 2019
Hai moms!
Bagaimana kondisi kesehatan si kecil sekarang? Semoga sehat wal'afiat ya. Nah, bicara soal kesehatan, kali ini saya mau membahas tentang vaksin influenza pada anak nih moms. Saya tertarik membahas ini karena anak-anak seusia Rayyan itu memang rentan sekali terkena Virus Influenza. Apalagi kalau anak-anak kita sudah bersekolah, interaksi bersama teman sebaya dan kebersihan lingkungan sekolah sangat di luar kendali kita. Oleh sebab itu, sebagai orangtua hal utama yang harus kita lakukan adalah melindungi anak-anak kita dengan memberikan vaksin influenza sedini mungkin.
Pada 27 Juli 2019 kemarin, saya bersama para Mama dari The Urban Mama menghadiri Blogger Gathering dengan tema "Back to School" di daerah Pejaten, Jakarta. Senangnya saya, Blogger gathering kali ini membahas betapa pentingnya memberikan vaksin influenza pada anak. 

Kenapa Harus Vaksin Flu?

Influenza atau flu adalah penyakit pernapasan menular yang disebabkan oleh virus influenza yang menginfeksi hidung, tenggorokan dan paru-paru. Penyakit ini seringkali dianggap ringan, padahal  berisiko tinggi bagi anak-anak.

Moms tahu tidak, bahwa anak-anak usia di bawah 5 tahun itu adalah kelompok yang paling berisiko tertular flu? Bahkan anak-anak terkadang terkena komplikasi seperti sinus hingga infeksi paru-paru seperti pneumonia dan bronchitis. Ditambah lagi dengan kondisi sistem kekebalan tubuh anak yang belum terbentuk sempurna. Virus Influenza ini tentu sangat mudah masuk dan menyerang daya tahan tubuh anak-anak kita.

Tanda Anak Terkena Flu
Sebagai orangtua khususnya ibu, berikut tanda-tanda anak terkena flu yang harus kita kenali:
  1. Demam mencapai suhu 39,4° Celcius sampai dengan 40,5° Celcius,
  2. Nyeri di badan,
  3. Sakit kepala,
  4. Sakit tenggorokan, dan
  5. Batuk yang semakin parah.
Lalu, bagaimana cara kita sebagai orangtua melindungi anak-anak dari virus influenza? Berikut beberapa tahapan yang bisa moms lakukan:
  1. Melakukan vaksinasi setiap tahun.
  2. Vaksinasi flu direkomendasikan untuk semua orang berusia 6 bulan ke atas setiap tahun.
  3. Vaksin flu dibuat menggunakan langkah-langkah keamanan dan produksi yang ketat.
  4. Kita perlu membatasi kontak dengan orang yang terkontaminasi virus influenza serta menjaga kebersihan minimal dengan cara mencuci tangan dengan sabun dan air hangat. Jika ingin menggunakan antiseptik, gunakanlah antiseptik berbasis alkohol.
  5. Ingat! Vaksin memberikan perlindungan terhadap anggota keluarga sendiri dan orang lain. Selain itu mengurangi risiko terkena flu dan komplikasinya

Pengalaman Menghadapi Anak Sakit Flu

Saat dulu mendapati Rayyan terkena virus influenza, saya sempat panik karena demamnya tinggi sekali. Saat itu saya belum bisa membedakan, demam yang hanya demam atau demam karena terkena virus influenza. Hampir sama sih kalau menurut saya. Apalagi saat Rayyan memang sedang masa tumbuh kembang, saya sempat berfikir demamnya karena mau pintar. Rupanya, salah donk! Demamnya diikuti dengan hidung yang agak meler. Sumpah nggak tega banget lihatnya. Pasti pusing dan lemes banget, bisik saya dalam hati sambil menahan sedih, moms.

Momen bermain bareng Rayyan pun banyak sekali berkurang, karena ia menghabiskan waktunya untuk istirahat dan tidur. Kalaupun bangun, hanya bermain mainan di atas kasur, sambil sesekali mengajak saya bercanda. Sedih deh asli! Untungnya suami saat itu tipe yang tenang ya moms, jadi saya pun terbawa tenang dan tidak terlalu panik lagi. Karena kalau kita panik, siapa donk yang urus anak kita? Ya kan!
Lalu, apa yang saya lakukan pertama kali? Cek panas tubuhnya moms, dan langsung pasang termometer ke ketiaknya dan segera kompres badannya menggunakan plester demam. Saya berusaha sebisa mungkin tidak langsung memberikan obat ya moms, tapi yang saya lakukan adalah memeluk dan memberikan susu hangat saat itu. Saya berharap, pelukan hangat saya akan membuatnya nyaman dan demamnya turun. Alhamdulilah demamnya turun. Untuk mengatasi sakitnya itu, saya sebisa mungkin menjaga kebersihan udara di dalam rumah dan kebersihan Rayyan sendiri. Seperti, rutin mandi air hangat dan mengunakan sabun antiseptik, serta memberikan makanan dan minuman yang mengandung vitamin dan zat gizi yang baik guna mengembalikan daya tahan tubuhnya kembali. Alhamdulillah setelah 3 hari, kondisi kesehatannya pulih seperti sediakala tanpa saya harus bawa ke dokter. Dalam hati saat itu, kalau 3 hari nggak sembuh juga, langkah saya selanjutnya adalah membawa Rayyan ke dokter. Karena jujur ya moms, anak sakit itu nggak tenang banget kan? Apalagi kalau urusannya sudah demam tinggi, sebaiknya segera bawa ke dokter ya...

Moms ada pengalaman lain kah, ketika anak terkena Virus Influenza? Share yuk...!

#KenapaHarusVaksin
#4BetterProtection
#LawanFluDiSekolah
#TUMBloggersMeetUp

Post Comment
Post a Comment

Thank you for visiting my blog. I am very happy if you leave comments, feedback, suggestions, or criticism. As a passion for me, to be able to write better. Happy Reading!