Wake up Wakaf, Gerakan Mudahnya Wakaf Melalui Digital

Saturday, October 5, 2019
Hidup di dunia hanya sekali, tidak ada yang bisa dibawa sebagai bekal kehidupan kekal di akhirat selain amal jariyah, do'a anak sholeh, dan ilmu yang bermanfaat. Kewajiban umat muslim dalam rukun islam salah satunya adalah zakat, namun hanya sedikit yang tertarik dengan wakaf padahal nilainya seindah zakat dan sedekah.

Saya saat menghadiri Blogger Gathering Wake Up Wakaf di Zona Madina

Harta di dunia tidak dapat menjadi penolong ketika menghadap ilahi, tidakpula dapat membersihkan harta yang tersimpan. Ibarat darah yang mengalir dalam tubuh manusia mampu membantu manusia bernafas untuk hidup, hartapun sama, untuk lebih hidup harus dialirkan melalui zakat, sedekah dan wakaf. 

Indonesia dengan penduduk mayoritas Muslim sebenarnya memiliki potensi pertumbuhan ekonomi yang kuat melalui program zakat, sedekah dan wakaf. Bayangkan saja kalau tiap 1 juta Umat muslim Indonesia menyumbangkan Rp. 10.000 satu hari sudah terkumpul Rp. 10.000.000-, dalam 15 hari sudah bisa membeli sebidang tanah wakaf  yang diikelola untuk wakaf produktif seperti ditanami oleh tanaman buah maupun sayuran. 

Bapak Yuli Pujihardi, Direktur Mobilisasi ZIS Dompet Dhuafa dan Direktur Kawasan Zona Madina

Apa itu Wakaf Produktif?


Memiliki jumlah penduduk Muslim yang sangat banyak, potensi wakaf di Indonesia sangat besar untuk dikembangkan. Sayangnya, literasi mengenai wakaf masih sangat rendah dijangkau oleh masyarakat umum, sehingga mindset dalam berwakaf cenderung hanya untuk wakaf sosial seperti Masjid, Makam dan Madrasah (3M).

Maka itu, Dompet Dhuafa sebagai lembaga filantropi yang memanfaatkan dana Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf (ZISWAF) serta dana sosial, mengusung program Wake Up Wakaf yang berjalan mulai bulan September sampai November 2019 ini.

Program Wake Up Wakaf ini sebagai literasi wakaf untuk masyarakat mengenai kemudahan berwakaf melalui digital. Untuk lebih luas mengenai informasi wakaf, Dompet Dhuafa mengajak Blogger bertemu dalam acara Wake up Wakaf Blogger Meet Up Waqf Productive Sharing Session and Visit, di Smart Ekselensia, Parung Bogor.

Tengah : Bapak Boby P. Manulang General Manager Wakaf Dompet Dhuafa
Kanan : Ustadz Syafii Direktur Dompet Dhuafa Pendidikan 

Berdasarkan data Badan Wakaf Indonesia, aset wakaf memiliki potensi mencapai 2.000 triliun dengan luas tanah 420 ribu hektar. Sayang rasanya kalau tidak dikelola melalui wakaf produktif yaitu skema pengelolaan donasi wakaf dari umat dengan memproduktifkan donasi, bahkan mampu menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan.

5 Pilar Program Wakaf Dompet Dhuafa



Selain informasi wakaf yang semakin luas, Wake Up Wakaf juga diharapkan menarik sejuta wakif yang menggerakkan masyarakat untuk berwakaf, gerakan ini bisa dimulai dengan nominal kecil senilai Rp. 10.000-, dimana jika dilakukan oleh 1 juta orang akan berlipat menjadi 10 Miliar. 

5 Pilar program Dompet Dhuafa ditujukan untuk mengangkat martabat dan pengabdian manusia, sejak tahun 2004 Dompet Dhuafa telah memiliki sertifikat Nazhir dimana saat ini memiliki aset wakaf produktif yang mencakup 5 Pilar Program wakaf, yaitu:

1. Kesehatan


Pada pilar kesehatan, Dompet Dhuafa sudah memiliki Rumah Sakit dari pengembangan wakaf produktif, salah satunya Rumah Sakit Terpadu Parung Bogor yang telah melayani 15.000 kaum dhuafa tanpa pungutan biaya.

Rumah Sakit Terpadu Parung, Bogor

Selain berupa wakaf bangunan, Dompet Dhufa juga menawarkan skema wakaf produktif melalui wakaf tunai berupa uang, wakaf asset berupa bangunan ataupun benda, maupun wakaf digital, seluruh dananya dapat dikelola melalui Dompet Dhuafa sebagai Nazir, hasil keuntungan dari pergerakan ekonomi akan dikembalikan untuk dana wakaf kembali. 

2. Pendidikan


Pilar pendidikan Dompet Dhuafa salah satunya yang telah berkembang adalah Smart Ekselensia Parung, Bogor. Sekolah ini ditujukan khusus untuk siswa SMP - SMA dengan latar belakang dhuafa yang telah memenuhi kualifikasi secara intelektual dan data kemiskinan yang telah disurvey. Smart Ekselensia berhasil meluluskan anak yang saat ini sudah berprofesi Dokter, inilah sistem berkelanjutan berawal dari aset wakaf dimana masih terus bergerak untuk menuntaskan pendidikan. 


Siswa SMA Smart Ekselensia, Parung Bogor

3. Ekonomi


Pilar ekonomi bertujuan untuk mensejahterakan perekonomian dan sosial, salah satunya adalah kawasan Zona Madinah yang terdapat di Parung Bogor. Zona ini salah satunya memiliki 6 unit ruko 2 lantai dengan harga sewa Rp. 80.000.000-,/tahun, sampai tahun 2015 telah memiliki surplus wakaf sebesar 400.000.000-,.


Selain itu, terdapat Indonesia Berdaya Dompet Dhuafa dengan luas lahan 8,5 hektare ditanami aneka tanaman buah produktif, program ini memberdayakan masyarakat sekitar. 

4. Sosial dan Dakwah 


Masjid di area Zona Madina Parung

Melalui dana wakaf, Dompet Dhuafa mengelolanya dengan membangun Masjid sebagai wakaf sosial yang dapat dimanfaatkan keperluan ibadah dan dakwah bagi masyarakat sekitar. 

5. Mudahnya Berwakaf Melalui Digital


Tertarik untuk segera berwakaf? tidak perlu khawatir, karena wakaf tidak perlu dengan nominal besar apalagi harus dalam bentuk tanah. Melalui Dompet Dhufa, wakaf menjadi lebih mudah dengan pembayaran digital, peruntukan wakaf juga selalu update diberikan kepada pemberi wakaf (wakif).

Cara donasi wakaf melalui Dompet Dhuafa cukup mudah, Kunjungi donasi.tabungwakaf.com, lalu pilih campaign yang sesuai dengan kamu, saat ini terdapat 11 campaign wakaf produktif meliputi wakaf Masjid, Rumah Sakit Hasyim Asyari, Wakaf Pesantren Hafidz Village, Indonesia School for Palestine, Khadijah Learning Center, Rumah Sakit Indonesia-Hebron Palestine, Dompet Dhuafa University, dan lainnya. Silahkan langsung kunjungi websitenya, ya!.

Post Comment
Post a Comment

Thank you for visiting my blog. I am very happy if you leave comments, feedback, suggestions, or criticism. As a passion for me, to be able to write better. Happy Reading!