Donasi BCA Untuk Kesehatan Mata dan Kebutuhan Darah di Indonesia

Friday, December 6, 2019



"Sekitar 3,5 Juta orang di Indonesia mengalami kebutaan pada kedua belah mata, dimana 50% atau sekitar 1,5 juta orang mengalami kebutaan akibat katarak (Data Organisasi Kesehatan Dunia, WHO). Per-30 Agustus 2018, Katarak juga disebutkan sebagai penyumbang terbesar kebutaan di Indonesia, hampir mencapai 60%''.

Mata merupakan panca indera yang sangat penting bagi Manusia, sayangnya semakin tua fungsi mata akan semakin menurun, tidak heran penyakit Katarak sangat lekat sebagai pernyakit yang sering dialami oleh kalangan lanjut usia.

Tapi, pada kesempatan 3 Desember 2019 lalu bersama BCA, salah satu institusi perbankan di Indonesia,  dalam acara CSR bakti BCA, memberikan informasi bahwa ternyata penyakit Katarak juga banyak dialami oleh anak muda. Seperti yang ditayangkan dalam video di layar, bukan hanya karena usia, Katarak juga bisa diakibatkan oleh cuaca, paparan sinar matahari, pengaruh sinar UV, trauma mata, infeksi, penggunaan obat tertentu dan mengalami penyakit serius.

Tidak bisa dibayangkan bagaiaman jika anak muda penderita Katarak yang tidak bisa diselamatkan karena keterbatasan ketersediaan alat operasi katarak yang belum merata. Bagaimana nasib masa depannya, juga nasib Indonesia di tangan anak muda?.



Sebagai salah satu pihak sektor swasta pada institusi perbankan, BCA melakukan inisiatif untuk memberikan perhatian lebih guna meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Selaku Presiden Direktur BCAJahja Setiaatmadja mengajak semua pihak, terutama pihak swasta untuk ikut berdonasi membantu penderita katarak di seluruh pelosok Indonesia. 

Melindungi kesehatan mata dari Katarak memang bisa dicegah melalui penggunaan kaca mata hitam dengan UV filter, namun bagi masyarakat yang berprofesi sebagai petani dan nelayan yang memiliki risiko besar pada penyakit Katarak, tidak cukup membantu. Apalagi, banyak penderita Katarak yang sudah terlanjur dan harus melakukan pengobatan dengan jalan satu-satunya melalui operasi.

Melihat latar belakang tersebut, melalui CSR Bakti BCA yang sudah konsisten bersinergi mengembangkan program-program berdasarkan tiga pilarnya, kali ini BCA turut mendukung kesehatan masyarakat Indonesia dengan menyalurkan donasi alat operasi katarak dan sarana pengambilan darah senilai total 1,3 Milyar kepada SPBK Perdami Pengurus Pusat, Perdami Cabang DKI Jakarta, dan Perdami Cabang Riau, serta penyerahan donasi sarana pengambilan darah kepada UTD PMI DKI Jakarta.



CSR Bakti BCA


Salah satu kewajiban perusahaan adalah memiliki CSR yang berkelanjutan. BCA secara konsisten bersinergi dan berpijak pada konsep CSR berkelanjutan dan shared value untuk pengembangan masyarakat.

Program-program CSR Bakti BCA memiliki 3 pilar yaitu :

  1. Solusi Cerdas BCA di bidang pendidikan
  2. Solusi Sinergi BCA di bidang budaya, kesehatan, lingkungan, olahraga dan empati
  3. Solusi Bisnis Unggul di bidang pembinaan UMKM, komunitas dan desa wisata.
Selain permasalahan penderita Katarak yang cukup tinggi di Indonesia, BCA juga menyoroti kebutuhan ketersediaan darah di Indonesia. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) pada Juli 2017, jumlah kebutuhan minimal darah di Indonesia sekitar 5,1 juta kantong darah per-tahun atau 2% jumlah penduduk Indonesia.



Berlokasi di Breakout Menara BCA, Jakarta, aku sangat terharu melihat dan menyaksikan langsung  kepeduliaan BCA yang tinggi pada Kesehatan masyarakat di Indonesia. Diwakilkan oleh Presiden Direktur BCAJahja Setiaatmadja bersama Executive Vice President CSR BCA, Inge Setiawati menyerahkan secara simbolis berupa :

  • 1 buah mikroskop dan instrumen katarak kepada Dr. Umar Mardianto, SpM (K) Ketua SPBK Perdami Pengurus Pusat
  • 1 buah mikroskop kepada dr. Elvioza, SpM (K) Ketua Perdami Cabang DKI Jakarta, 
  • Pembelian donasi 1 mesin phacoemulsifikasi kepada kepada Dr Isfiyanto, SpM perwakilan Perdami Cabang Riau
  • Donasi  6 set Blood Scale and Mixer kepada DR. Dr. Niken Ritchie, M. Biomed Wakil Kepala UTD PMI DKI Jakarta



BCA Untuk Kesehatan Masyarakat Indonesia Berkelanjutan


Donasi alat kesehatan oleh BCA merupakan salah satu bentuk wujud nyata untuk menjamin kesejahteraan masyarakat yang lebih baik. Tidak hanya melalui pelaksanaan operasi katarak gratis yang sudah dilakukan BCA hingga tahun 2019 bersama SPBK Perdami Pengurus Pusat telah berhasil mengoperasi 5.328 mata katarak di berbagai daerah di Indonesia. 

Tidak hanya itu, BCA bersama PMI juga berhasil mengumpulkan lebih dari 47.000 kantong darah dari 10 kali penyelenggaraan donor darah. Selain itu, tahun 2019 BCA juga telah menyumbang:

  • Dua unit Inl – 0990 – A INAMI MEGA – 80 OPERATION MICROSCOPE WITH X – Y DEVICE & AUTOMATIC FOOT – SWITCH AND ACCESSORIES (JAPAN) senilai 500 juta kepada SPBK Perdami Pengurus Pusat
  • Satu unit mikroskop mata & carrying box senilai Rp375 juta kepada Perdami Cabang DKI Jakarta
  • Donasi 4 unit blood scale & mixer kepada PMI senilai Rp440 juta

Sebagai nasabah BCA yang aktif melakukan transaksi setiap harinya menggunakan BCA, senang rasanya dear, melihat tanggung jawab BCA sebagai perusahaan swasta yang juga peduli dengan Indonesia terutama pada kesehatan masyarakat yang memang butuh dukungan dari berbagai sektor.  Semakin percaya menjadi pelanggan setia dan tetap BCA, karena memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia. 


Post Comment
Post a Comment

Thank you for visiting my blog. I am very happy if you leave comments, feedback, suggestions, or criticism. As a passion for me, to be able to write better. Happy Reading!