Image Slider

Jakhumfest 2020 Ajak Millenial Lebih Peduli Kemanusiaan dan Lingkungan

Wednesday, January 29, 2020
Hai dear,



Pada saat pergantian tahun kita dikejutkan dengan musibah banjir di Jakarta, Bekasi, Tangerang, dan yang paling parah ratusan keluarga kehilangan rumahnya karena tersapu oleh banjir di Lebak Banten. Kita yang masih bisa bersyukur terlindungi dari musibah, apa sih yang bisa dilakukan?

Banyak yang cuek, tapi banyak juga yang tergugah hatinya untuk menebarkan aksi kebaikan ataupun memilih dengan cara berubah untuk lebih peduli terhadap isu kemanusiaan maupun lingkungan. Salah satu acara kemanusiaan yang bisa menggugah hati, terutama anak millenial, harus dikemas dengan cara yang berbeda.

Itulah mengapa Festival Kemanusiaan Jakarta Humanity Festival 2020  menggelar acara di lokasi kekinian m-Bloc Space untuk memberikan suguhan rangkuman kegiatan kerelawanan, kepedulian lingkungan, pendidikan dan sosial sebagai upaya mengembangkan semangat dan potensi anak millenial untuk memulai perubahan.

Karena itulah, saya tertarik untuk hadir mengikuti rangkaian acara Jakhumfest 2020 mulai dari Humanitalk, melihat Humanity Exposure, Workshop, Berbelanja untuk Ngulik Berkah, dan puncaknya melihat konser kemanusiaan Sound of Humanity. Yuk, ikuti keseruannya!

Lebih Peduli Melalui Talkshow Isu Sosial, Kemanusiaan dan Lingkungan


Bapak Syamsul selaku Manajer Program lingkungan Dompet Dhuafa 

Tahun ini, Jakhumfest kedua kalinya menggelar rangkaian festival kemanusian untuk mengajak millenial lebih peduli isu sosial, kemanusiaan dan lingkungan melalui berbagai aktivitas dari aktivis yang sudah terjun langsung melakukan kegiatan tersebut.

Kebetulan saya mengikuti panel acara sesi pertama yaitu Humanitalk. Acara persembahan dari Dompet Dhuafa ini mengusung tema Youth for the Earth, tidak heran pembicara yang hadir merupakan aktivis di bidang lingkungan dan kemanusiaan.

Talkshow pertama di buka oleh Bapak Syamsul selaku Manajer Program lingkungan Dompet Dhuafa yang menyampaikan topik energi terbarukan. Tanpa sadar, energi terbarukan sebenarnya sudah diterapkan sejak zaman orang tua atau nenek moyang sebelum mengenal minyak tanah.

Isu energi terbarukan menjadi kontras dengan adanya penggunaan bahan bakar fosil, nah salah satu cara mengatasinya adalah dengan adaptasi dan mitigasi. Contohnya cepat belajar mengenai situasi dan mengubah pola konsumsi plastik maupun bahan bakar fosil.


Dilah Hadju, selaku Founder Tumbuh Hijau Urban 

Dilanjutkan oleh Dilah Hadju, selaku Founder Tumbuh Hijau Urban menyampaikan tujuannya untuk menggerakkan kesadaran lingkungan sedini mungkin, saat ini sudah lebih dari 4.000 kegiatan kerelawanan yang bergerak dari tahun 2010.

Dithi Sofia juga berbagi pengalamannya untuk memperjuangkan Kampanye Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik, salah satu faktor gerakan itu terlaksana melalui advokasi, edukasi masyarakat dan peraturan pemerintah, disitulah mengapa masalah sampah harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat.




Founder Divers Clean Action juga menambahkan dear, jika laut Indonesia penuh dengan sampah akan merusak ekosistem dan mencemari ikan-ikannya. Padahal kita tahu, banyak masyarakat Indonesia yang bergantung hidupnya dari laut.

Melalui Talkshow tersebut setidaknya menggugah para peserta yang hadir yang mungkin sangat awam dengan isu lingkungan, apalagi dengan isu kemanusiaan seperti menjadi relawan Dompet Dhuafa yang melihat langsung bagaiaman kondisi lokasi terdampak dari musibah atau bencana yang menimpa di beberapa titik wilayah Indonesia.

Ajak Millenial Melakukan Kebaikan Melalui Donasi Program Kemanusiaan





Setelah talkshow selesai, saya mulai explore lokasi dengan melihat pameran foto aksi kerelawanan dan kemanusiaan yang dilakukan Dompet Dhuafa sepanjang tahun 2019. Seluruh aktivitas tersebut dipajang sedemikian rupa dengan menambahkan kisah dan cerita yang dapat dibaca oleh pengunjung.

Melalui Humanity Exposure, pengunjung akan menikmati berbagai cerita inspiratif yang tersimpan di dalamnya. Apalagi seluruh foto dikemas sedemikian rupa di area Amphiteather m-Bloc Space, untuk foto-foto instagramble sangat mendukung banget, ini supaya millenial lebih tertarik untuk melihatnya lebih dalam lagi.



Selain itu, Millenial juga diajak untuk ikut berdonasi melalui Bazar yang tersedia, dimana kalau berbelanja otomatis akan ikut donasi ke Dompet Dhuafa melalui Tokopedia. Gak Cuma itu, kalau pengunjung suka nonton konser apalagi ngefans dengan Chiki Fawzi, V1mast dan Navicula bisa ikut Sound of Humanity di puncak acara.

Untuk bisa menikmati konser secara otomatis juga ikut berdonasi, karena harus membeli tiket senilai 50.000-. dan seluruh penjualan tiket Jakarta Humanity Festival didonasikan dalam program kemanusiaan dan lingkung yang dikelola oleh Dompet Dhuafa.



Senang rasanya bisa ikut menghadiri acara yang menggugah diri saya untuk mulai lakukan perubahan walaupun dengan hal yang paling kecil. Semoga Jakhumfest akan terselenggara lagi di tahun depan, dan semakin banyak anak millenial untuk semangat menebar kebaikan ya!

Memilih Organic Parenting Sebagai Pola Asuh Anak, Ciptakan Bonding Lebih Kuat

Tuesday, January 28, 2020
Hai moms,




Siapa sih yang mudah melepaskan ketertarikan anak pada gadget?, pasti sulit dilakukan pada era kemajuan teknologi seperti saat ini, rasanya gak tega membiarkan anak jauh tertinggal dengan anak seusianya. Padahal kalau anak sudah asik dengan gadget, fokusnya hanya pada satu titik, akibatnya ruang waktu bersama orang tua sering kali jauh berkurang. Apalagi kalau kita nih sebagai orang tua millenial sibuk diluar rumah untuk bekerja, banyak yang tidak sadar terlalu melepas dan tidak peduli dengan dampak kecanduan gadget itu sendiri. Tapi, banyak juga yang sadar untuk segera atasi dengan cara memilih pola asuh yang bisa menyeimbangkan kebutuhan anak di era saat ini.

Memilih pola asuh untuk anak sangat berperan pada tumbuh kembang secara fisik dan mental yang akan dibawa hingga dewasa nanti. Salah satu tren pola asuh anak yang saat ini sedang banyak diterapkan oleh orang tua millenial adalah organic parenting, sudah tau kah seperti apa pola asuhnya dear? Simak yuk!

Konsep Pola Asuh Organic Parenting


Ayoe Soetomo M.Psi - Psikolog 

Moms, kalau kalian generasi milenial yang saat ini sudah memiliki anak, berarti anak kalian adalah generasi alfa, tentunya dalam menerapkan pola asuh tidak bisa disamakan 10 tahun lalu dari orang tua kita. Beda jaman, beda pola asuh dan kita sebagai orang tua harus selalu mengikuti perkembangan jaman untuk menyeimbangi anak kita kelak hingga mandiri dan dewasa.

Kebetulan anak saya masih dalam tahap tumbuh kembang di usia emas, maka itu saya selalu berusaha untuk terus mencari ilmu mengenai parenting. Syukurlah, melalui acara yang diselenggarakan oleh Arla Indofood, saya berkesempatan menghadiri diskusi “Organic Parenting Semakin Tinggi Minat” bersama pakar-pakar dan moms milenial lainnya.

Berdasarkan penelitian, saat ini minat pola asuh organic parenting semakin tinggi. Meskipun bukan hal yang baru, tapi orang tua milenial saat ini sudah mulai banyak yang teredukasi mencari pola asuh lebih tepat untuk anak-anaknya. Semakin banyaknya informasi mengenai pola asuh organic parenting, tidak heran saat ini juga makin banyak yang memilih diterapkan untuk anak-anaknya.

Sejauh pemahaman kalian, organic parenting itu hanya sebatas asupan gizi dari bahan organik? Tidak hanya itu dear, organic parenting memiki konsep pola asuh yang dekat dengan alam, ramah lingkungan dan mulai menggunakan bahan-bahan natural. 

Seluruh aspek tumbuh kembang anak terlibat, termasuk aktivitas anak serta interaksi antara anak dan orangtua. Dengan kesibukan orang tua di kehidupan yang sangat cepat, sebenarnya anak membutuhkan support yang baik secara emosional dari orang tuanya, nah lagi-lagi kekompakkan orang tua dibutuhkan.

Tidak hanya mengikuti tren yang sedang berlangsung, supaya hasilnya efektif dan membentuk karakter kuat pada anak maka dibutuhkan pola asuh yang berkelanjutan. Ayoe Soetomo M.Psi, Psikolog yang juga hadir memberikan tips menerapkan organic parenting yang berkelanjutan.

Tips Menerapkan Pola Asuh Organic Parenting



Pertama yang harus dilakukan adalah komitmen dari ayah dan bunda yang sudah disepakati. Ketika sudah berkomitmen, sebagai orangtua akan berperan dan sangat berpengaruh pada tahap-tahap perkembangan anak. Contohnya, ketika orangtua menginginkan anaknya makan sayuran, maka sebaiknya orangtua terlebih dahulu memberikan contoh terlebih dahulu, kelak anak akan lebih mudah belajar terbiasa meniru apa yang dilihat.

Kemudian jelaskan mengenai pola asuh yang diterapkan dengan orang sekitar. Caranya melalui memberitahukan apa saja peraturan dan pantangan yang harus diterapkan ketika bersama guru, di sekolah, pengasuh, kakek dan nenek maupun keluarga di rumah.
  
Berikan aktivitas anak yang dapat memberikan stimulasi pada perkembangan otak kanan dan kirinya, tidak perlu dengan aktivitas yang berat di alam bebas. Contoh simpel yang sering saya lakukan ajak anak saya ke taman bermain, lalu membiarkan anak berlari, puas bermain dengan temannya, tapi sambil dipantau juga ya. Nah, ketika sedang bermain dengan temannya tanpa saya usik cukup memantau dari kejauhan, ini cukup membantu membangun kepercayaan dirinya.

Kadang saya juga mengajak anak untuk melakukan kegiatan yang dekat dengan alam, menanam ataupun merapihkan tanaman di halaman, membersihkan sampah di rumah, dan kalau sudah usia SD nanti pasti akan saya ajak untuk membuat kompos atau berikan edukasi mengenai pilah sampah. Sesimpel itu bisa dilakukan di rumah, rasa penasaran anak akan muncul dengan beribu pertanyaan kan?

Lalu, agar lebih maksimal saya selalu memastikan asupan gizi anak saya tercukupi dengan baik. Nah, sebisa mungkin saya menghindari konsumsi makanan maupun minuman yang mengandung pestisida, pupuk sintetis atau bahan sintetis lainnya seperti gula.

Seperti yang disampaikan oleh dr. Lucia Nauli Simbolon, Sp.A., asupan pangan sangat mempengaruhi kesehatan dan tumbuh kembang anak. Alhamdulillah, anak saya mendapatkan ASI eksklusif, lalu pada usia 2 tahun pertama yang merupakan golden periode, perlu mendapatkan tambahan asupun nutrisi, terutama kebutuhan protein harus dipastikan tercukupi.


Asupan Nutrisi Organik




Kenapa saya memilih nutrisi ogranik? karena menghindari bahan-bahan yang mengandung Growth Hormode yang kerap digunakan pada hewan untuk menghasilkan produksi susu lebih banyak atau ayam lebih gemuk. Bahan organik memiliki kandungan asam linoleat dan omega-3 yang bermanfaat untuk membentuk daya tahan tubuh lebih baik.

Selain itu juga sangat aman untuk pertumbuhan bakteri baik di usus, kalau ususnya sehat, daya tahan tubuh juga jauh lebih baik. Punya daya tahan tubuh yang baik akan membantu fungsi kognitif pada anak yang juga lebih baik.

Tambahan nutrisi untuk anak saya dimulai sejak anak MPASI, moms juga bisa mulai mengenalkan susu organik yang memiliki rasa alami dan segar. Penting loh, mengenalkan susu organik ini karena anak akan terbiasa dengan rasa alami tanpa tambahan perisa atau gula.

Salah satu rekomendasi susu organik yaitu Arla Puregrow Organic, dikeluarkan oleh Perusahaan Arla Indofood untuk mendukung ibu milenial memberikan nutrisi terbaik serta menerapkan pola asuh organik yang berkelanjutan. Susu Puregrow organic ini merupakan yang pertama di Indonesia, kandungan gizi pada susu Arla sudah mengacu pada WHO Codex dan BPOM.

Susu Organik itu bagaimana?


Selain tidak ditambahkan sukrosa yang merupakan pemanis buatan, susu dari Arla dihasilkan dari sapi-sapi yang diternak dalam lingkungan yang luas yang membuat sapi nyaman dan bahagia. Sapi-sapi tersebut juga diberikan asupan makanan organik bebas pestisida, sapi yang bahagia akan menghasilkan susu yang berkualitas juga. Nah, untuk sampai ke tangan konsumen di Indonesia dilakukan quality control secara ketat untuk memastikan tidak ada kontaminasi bahan non organik.

Saat ini, saya masih terus berusaha untuk konsisten menerapkan pola asuh organic parenting yang berkelanjutan, tidak hanya mengikuti tren saja. Agar semuanya tetap berjalan dengan baik dan hasilnya memuaskan, gimana moms? Tertarik juga mulai terapkan organic parenting di keluarga?

Membersihkan Wajah Cukup Sekali Usap dengan MS Glow Yuzu Balm Juice

Sunday, January 26, 2020
Hi, dear! Membersihkan wajah merupakan langkah penting untuk merawat kulit wajah. Terkadang debu yang menempel di kulit wajah, sisa makeup yang masih tersisa di pori-pori bisa menyebabkan kulit mengalami penumpukan sel kulit mati dan menjadikan wajah tampak kusam. Nggak mau kan kalau kulit wajah jadi nggak sehat? Solusinya nggak boleh malas membersihkan wajah setelah seharian beraktivitas dan menggunakan makeup.


Seringkali tahap penting membersihkan wajah kita lewatkan. Alasannya selain karena kecapean dan ketiduran, juga karena produk pembersih yang justru nggak cocok di wajah. Bahkan saya pernah baca beberapa kasus teman yang kulitnya malah jadi iritasi karena pembersih wajah yang tidak tepat. Memang sih, kulit wajah termasuk area sensitif. Saran saya sebelum membeli ada baiknya dicoba terlebih dahulu dan rasakan reaksinya setelah beberapa menit pemakaian.

Cleansing Balm MS Glow Yuzu Balm Juice



Ngomongin pembersih wajah, teman-teman pernah nyobain pembersih wajah berupa cleansing balm nggak? Baru-baru ini saya nyobain Cleansing Balm MS Glow Yuzu Balm Juice pembersih wajah hanya dengan sekali usap. MS Glow Balm Juice bentuknya balm. Saat kita mengaplikasikannya ke wajah, balm akan berubah menjadi minyak yang lembut jadi tambah mudah membersihkan wajah termasuk saat kita pakai full makeup. Pokoknya balm yang satu ini merupakan removal balm yang praktis dan hasil memuaskan.



Yuzu Balm Juice merupakan pembersih wajah berbahan dasar alami berbahan dasar extrak buah Yuzu, dengan kandungan utama lain seperti Beeswax, Jojoba Oil, dan Aloe Berbadensis Leaf Extract. Manfaat utama Yuzu Balm Juice adalah:

● Membersihkan kotoran dan makeup 
● Menyegarkan kulit 
● Melembabkan kulit 

Pengalaman Menggunakan Cleansing Balm MS Glow Yuzu Balm Juice





Beberapa hari pemakaian Yuzu Balm Juice kulit berasa banget semakin lembab. Bagi saya ini penting banget karena kulit wajah yang lembab nggak mempercepat penuaan alias penuaan dini. Selain itu proses penyerapan skincare pun jadi lebih optimal untuk melembabkan jaringan dalam kulit. 

Oh ya, karena Yuzu Balm Juice ini mengandung bahan alami back to nature aman untuk kulit, saya nggak khawatir rutin menggunakannya setiap hari untuk membersihkan wajah karena justru dapat mengembalikan kelembapan alami.


Saya suka dengan kemasannya yang travel size, jadi gampang dibawa-bawa. Jadi nggak ada alasan lagi untuk malas bersihin wajah. Kalian ada yang sudah coba?

Malaysia Healthcare Travel Council Berikan Program Bayi Tabung Gratis

Sunday, January 19, 2020
Program bayi tabung atau in-Vitro Fertilization (IVF) merupakan salah satu pilihan upaya program kehamilan yang kini banyak dilakukan sejumlah pasangan untuk membantu mendapatkan keturunan. Dear, setiap pasangan yang sudah menikah pasti selalu mendampakan cepat memiliki keturunan, namun setiap pasangan punya kondisi berbeda dalam mendapatkan momongan.



Penyebab sulit mendapatkan keturunan tidak hanya masalah kesehatan saja tetapi juga dari gaya hidup. Untuk yang memiliki permasalahan dengan penyebab dari gaya hidup mungkin bisa dilakukan terapi dengan cara mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, namun bagaimana kalau penyebabnya pada masalah kesehatan dari setiap pasangan itu sendiri?

Tau tidak dear, dari data World Health Organization (WHO), di negara berkembang satu dari dua pasangan di negara berkembang memang punya permasalahan infertilitas, termasuk pasangan di Indonesia juga banyak yang mengalami infetilitas atau gangguan kesuburan. Teknologi bayi tabung dikenal sebagai salah satu upaya program kehamilan melalui proses pembuahan dengan menggunakan teknologi reproduksi berbantu (TRB).

Malaysia merupakan salah satu Negara yang dituju untuk melakukan pengobatan maupun perawatan kesehatan, salah satunya untuk perawatan kesuburan atau melakukan program kehamilan melalui IVF. Tahun 2019 sudah terdata setidaknya ada 4000 pasien pasangan Indonesia yang melakukan program bayi tabung di Malaysia.

Keberhasilan progran IVF di Malaysia rata-rata satu dari dua pasien, ini dikarenakan Malaysia memiliki pusat perawatan dan IVF terkemuka dengan dokter dan ahli embriologi berpengalaman didukung teknologi canggih.

Selain itu, biaya program bayi tabung jauh lebih terjangkau dan juga bahasa yang lebih mudah dimengerti menjadi pertimbangan pasangan Indonesia melakukan program kehamilan di Malaysia.

Sebagai salah satu Negara tujuan untuk pengobatan atau perawatan kesehatan, Malaysia memiliki program pariwisata kesehatan yaitu Malaysia Healthcare Travel Council. Salah satu programnya tahun 2020 ini untuk membantu para pasangan mewujudkan impian mendapatkan keturunan, Malaysia Healthcare menghadirkan program “Harapan Dua Garis.”

Harapan Dua Garis, Program Bayi Tabung Gratis




Sering kan mendengar artis melakukan pengobatan ke Malaysia?, jangan heran ya, karena memang Malaysia punya fasilitas kesehatan kelas dunia, termasuk perawatan kesuburannya. Sadar punya potensi pariwisata kesehatan, Malaysia Healthcare menghadirkan pengalaman wisata kesehatan end- to – end yang bebas hambatan (seamless), menjamin ketenangan pikiran untuk melakukan pengobatan di Malaysia.

Melalui program Harapan Dua Garis, Nik Yazmin Nik Azmam, Chief Commercial Officer Malaysia Healthcare Travel Council menyampaikan keinginan Malaysia Healthcare untuk membantu para pasangan mewujudkan impiannya mejadi orang tua dengan menyediakan akses perawatan IVF yang didukung oleh fasilitas pusat fertilitas terkemukan di Malaysia.

Nah, untuk kalian pasangan Indonesia yang ingin melakukan program kehamilan melalui IVF atau bayi tabung dapat mengikuti progam Harapan Dua Garis yang akan berjalan selama 12 bulan di tahun 2020. Bagi 12 pasangan Indonesia yang beruntung bisa mendapatkan fasilitas secara gratis, tidak hanya mendapatkan akses perawatan kesuburan melalui teknologi reproduksi berbatu (Assisted Reproductive Technology) di Malaysia, tetapi juga akan mendapatkan pendampingan yang menyeluruh selama perjalanan kehamilan yang dimulai dari pra-perawatan hingga pasca perawatan.


Faktor Keberhasilan Program Bayi Tabung


Teknologi bayi tabung atau program IVF memang bisa jadi salah satu pilihan yang membantu pasangan mendapatkan keturunan. Beberapa artis yang kita kenal juga sukses menjalankan program IVF, seperti Tya Ariestya, Inul Daratista, Cynthia Lamusi, Sissy Prescillia dan Lula Kamal. Metode bayi tabung memang sudah ada sejak 40 tahun lalu dan sudah melahirkan 6,5 juta anak di seluruh Indonesia.



Tapi, beberapa pasangan sempat mengalami gagal melakukan program bayi tabung. Sebelumnya memang program kehamilan melalui IVF dilakukan setelah pasangan menikah 10 tahun lebih lamanya, umumnya berusia diatas 35 – 40 tahun, padahal wanita di bawah 35 tahun punya tingkat keberhasilan 40 persen.

Eason Sinthamoney, Ahli Fertilitas dari Sunfert International Fertility Centre Kuala Lumpur, yang juga hadir pada peluncuran program Harapan Dua Garis pada 15 Januari 2020 lalu, menyampaikan ada beberapa faktor ketika siklus IVF gagal yang kerap menyebabkan pasangan menjadi sedih, marah ataupun frustasi.

Yuk, kenali beberapa faktor penyebab program bayi tabung belum berhasil:

1. Kondisi Sel Telur


Seluruh sel telur terlihat sama tapi tidak semua bisa membuahkan hasil, kondisi telur setiap wanita juga berbeda-beda. Usia wanita yang melakukan program bayi tabung punya pengaruh yang cukup penting, semakin bertambah usia wanita, kualitas dan kuantitas sel telur wanita mulai memburuk.

2. Kualitas Embrio


Kualitas embrio juga menjadi penyebab paling umum keberhasilan siklus IVF. Program bayi tabung melalui proses perkawinan atau pengkondisian antara sel sperma dengan sel telur dengan cara menyuntikkan satu sel sperma ke dalam satu sel telur, kemudian dimasukkan dalam inkubator dan dalam beberapa hari akan terjadi pembuahan normal membentuk embrio.

Banyak yang mengalami kegagalan pembuahan sehingga tidak terbentuk embrio, atau embrio tidak terlihat sehat yang menyebabkan mati atau tidak tumbuh. Jadi, program IVF juga bergantung pada pembentukan embrio ya dear.

3. Kondisi Ovarium


Indung telur wanita juga bisa mengalami tidak responsif obat IVF sehingga gagal menghasilkan banyak sel telur. Usia wanita di atas 37 tahun atau yang memiliki hormon perangsang folikel tinggi akan mengalami kesulitan memproduksi sel telur. Nah, disinilah pentingnya melakukan konsultasi dengan dokter di awal perawatan IVF.

4. Kelainan Kromosom


Ketika embrio terbentuk juga bisa berpotensi mengalami kegagalan IVF karena bisa terjadi kelainan kromosom. FYI, wanita yang berusia lebih dari 30 tahun punya kecenderungan mengalami kelainan kromosom, dan potensinya meningkat ketika mencapai usia 40-an.

5. Gaya Hidup


Mulai berhenti merokok dan ubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Untuk perokok dan kelebihan berat badan butuh effort dua kali lebih banyak agar siklus IVF berhasil dan lebih besar potensinya mengalami keguguran.

Selvy Wairata, salah satu IVF warrior juga menceritakan pengalamannya mengikuti prorgam kehamilan melalui bayi tabung sebanyak 2 kali yang dilakukan mengambil program kehamilan di Malaysia. Berdasarkan pengalaman teman kerjanya yang memberikan rekomendasi, program bayi tabung di Malaysia lebih murah dan berbeda perawatannya.

Setelah bertahun-tahun belum mendapatkan keturunan, akhirnya pasangan ini mencoba program IVF. Percobaan pertama dengn biaya 50 juta gagal dikarenakan tidak terbentukanya embrio, lalu pada percobaan kedua dengan biaya 70 juta akhirnya berhasil dan mendapatkan anak kembar. Masya Allah, mendengar kisahnya saya ikut terharu dan bahagia.

Cara Mendapatkan Program Bayi Tabung Gratis



Selain pertimbangan biaya yang lebih murah dan bahasa yang lebih mudah, fasilitas perawatan kesuburan di Malaysia patut juga dipertimbangkan. FYI, saat ini Malaysia memiliki 20 pusat perawatan kesuburan terbesar, 5 diantaranya memiliki sertifikasi Reproductive Accreditation Committee (RTAC) yaitu Mahkota Medical Centre in Melaka, Genesis IVF and Island Hospital in Penang, Sunfert International Fertility Centre, TMC Fertility Centre, and Alpha IVF di Kuala Lumpur.

Untuk mengikuti program kehamilan melalui IVF di Malaysia, biaya yang dikenakan mulai dari 50 juta, biaya tersebut tergantung dari kebutuhan hidup selama menjalani perawatan. Tapi, untuk pasangan Indonesia yang merencanakan kehamilan dapat mengikuti program gratis ini, syaratnya memiliki umur kurang dari 35 tahun lalui langsung saja mengirimkan data diri dan pasangan melalui https://medicaltourismmalaysia.id/ivf , pendaftaran ini hanya sampai bulan Maret 2020, jangan sampai ketinggalan ya!.