Jakhumfest 2020 Ajak Millenial Lebih Peduli Kemanusiaan dan Lingkungan

Wednesday, January 29, 2020
Hai dear,



Pada saat pergantian tahun kita dikejutkan dengan musibah banjir di Jakarta, Bekasi, Tangerang, dan yang paling parah ratusan keluarga kehilangan rumahnya karena tersapu oleh banjir di Lebak Banten. Kita yang masih bisa bersyukur terlindungi dari musibah, apa sih yang bisa dilakukan?

Banyak yang cuek, tapi banyak juga yang tergugah hatinya untuk menebarkan aksi kebaikan ataupun memilih dengan cara berubah untuk lebih peduli terhadap isu kemanusiaan maupun lingkungan. Salah satu acara kemanusiaan yang bisa menggugah hati, terutama anak millenial, harus dikemas dengan cara yang berbeda.

Itulah mengapa Festival Kemanusiaan Jakarta Humanity Festival 2020  menggelar acara di lokasi kekinian m-Bloc Space untuk memberikan suguhan rangkuman kegiatan kerelawanan, kepedulian lingkungan, pendidikan dan sosial sebagai upaya mengembangkan semangat dan potensi anak millenial untuk memulai perubahan.

Karena itulah, saya tertarik untuk hadir mengikuti rangkaian acara Jakhumfest 2020 mulai dari Humanitalk, melihat Humanity Exposure, Workshop, Berbelanja untuk Ngulik Berkah, dan puncaknya melihat konser kemanusiaan Sound of Humanity. Yuk, ikuti keseruannya!

Lebih Peduli Melalui Talkshow Isu Sosial, Kemanusiaan dan Lingkungan


Bapak Syamsul selaku Manajer Program lingkungan Dompet Dhuafa 

Tahun ini, Jakhumfest kedua kalinya menggelar rangkaian festival kemanusian untuk mengajak millenial lebih peduli isu sosial, kemanusiaan dan lingkungan melalui berbagai aktivitas dari aktivis yang sudah terjun langsung melakukan kegiatan tersebut.

Kebetulan saya mengikuti panel acara sesi pertama yaitu Humanitalk. Acara persembahan dari Dompet Dhuafa ini mengusung tema Youth for the Earth, tidak heran pembicara yang hadir merupakan aktivis di bidang lingkungan dan kemanusiaan.

Talkshow pertama di buka oleh Bapak Syamsul selaku Manajer Program lingkungan Dompet Dhuafa yang menyampaikan topik energi terbarukan. Tanpa sadar, energi terbarukan sebenarnya sudah diterapkan sejak zaman orang tua atau nenek moyang sebelum mengenal minyak tanah.

Isu energi terbarukan menjadi kontras dengan adanya penggunaan bahan bakar fosil, nah salah satu cara mengatasinya adalah dengan adaptasi dan mitigasi. Contohnya cepat belajar mengenai situasi dan mengubah pola konsumsi plastik maupun bahan bakar fosil.


Dilah Hadju, selaku Founder Tumbuh Hijau Urban 

Dilanjutkan oleh Dilah Hadju, selaku Founder Tumbuh Hijau Urban menyampaikan tujuannya untuk menggerakkan kesadaran lingkungan sedini mungkin, saat ini sudah lebih dari 4.000 kegiatan kerelawanan yang bergerak dari tahun 2010.

Dithi Sofia juga berbagi pengalamannya untuk memperjuangkan Kampanye Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik, salah satu faktor gerakan itu terlaksana melalui advokasi, edukasi masyarakat dan peraturan pemerintah, disitulah mengapa masalah sampah harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat.




Founder Divers Clean Action juga menambahkan dear, jika laut Indonesia penuh dengan sampah akan merusak ekosistem dan mencemari ikan-ikannya. Padahal kita tahu, banyak masyarakat Indonesia yang bergantung hidupnya dari laut.

Melalui Talkshow tersebut setidaknya menggugah para peserta yang hadir yang mungkin sangat awam dengan isu lingkungan, apalagi dengan isu kemanusiaan seperti menjadi relawan Dompet Dhuafa yang melihat langsung bagaiaman kondisi lokasi terdampak dari musibah atau bencana yang menimpa di beberapa titik wilayah Indonesia.

Ajak Millenial Melakukan Kebaikan Melalui Donasi Program Kemanusiaan





Setelah talkshow selesai, saya mulai explore lokasi dengan melihat pameran foto aksi kerelawanan dan kemanusiaan yang dilakukan Dompet Dhuafa sepanjang tahun 2019. Seluruh aktivitas tersebut dipajang sedemikian rupa dengan menambahkan kisah dan cerita yang dapat dibaca oleh pengunjung.

Melalui Humanity Exposure, pengunjung akan menikmati berbagai cerita inspiratif yang tersimpan di dalamnya. Apalagi seluruh foto dikemas sedemikian rupa di area Amphiteather m-Bloc Space, untuk foto-foto instagramble sangat mendukung banget, ini supaya millenial lebih tertarik untuk melihatnya lebih dalam lagi.



Selain itu, Millenial juga diajak untuk ikut berdonasi melalui Bazar yang tersedia, dimana kalau berbelanja otomatis akan ikut donasi ke Dompet Dhuafa melalui Tokopedia. Gak Cuma itu, kalau pengunjung suka nonton konser apalagi ngefans dengan Chiki Fawzi, V1mast dan Navicula bisa ikut Sound of Humanity di puncak acara.

Untuk bisa menikmati konser secara otomatis juga ikut berdonasi, karena harus membeli tiket senilai 50.000-. dan seluruh penjualan tiket Jakarta Humanity Festival didonasikan dalam program kemanusiaan dan lingkung yang dikelola oleh Dompet Dhuafa.



Senang rasanya bisa ikut menghadiri acara yang menggugah diri saya untuk mulai lakukan perubahan walaupun dengan hal yang paling kecil. Semoga Jakhumfest akan terselenggara lagi di tahun depan, dan semakin banyak anak millenial untuk semangat menebar kebaikan ya!
Post Comment
Post a Comment

Thank you for visiting my blog. I am very happy if you leave comments, feedback, suggestions, or criticism. As a passion for me, to be able to write better. Happy Reading!