Malaysia Healthcare Travel Council Berikan Program Bayi Tabung Gratis

Sunday, January 19, 2020
Program bayi tabung atau in-Vitro Fertilization (IVF) merupakan salah satu pilihan upaya program kehamilan yang kini banyak dilakukan sejumlah pasangan untuk membantu mendapatkan keturunan. Dear, setiap pasangan yang sudah menikah pasti selalu mendampakan cepat memiliki keturunan, namun setiap pasangan punya kondisi berbeda dalam mendapatkan momongan.



Penyebab sulit mendapatkan keturunan tidak hanya masalah kesehatan saja tetapi juga dari gaya hidup. Untuk yang memiliki permasalahan dengan penyebab dari gaya hidup mungkin bisa dilakukan terapi dengan cara mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, namun bagaimana kalau penyebabnya pada masalah kesehatan dari setiap pasangan itu sendiri?

Tau tidak dear, dari data World Health Organization (WHO), di negara berkembang satu dari dua pasangan di negara berkembang memang punya permasalahan infertilitas, termasuk pasangan di Indonesia juga banyak yang mengalami infetilitas atau gangguan kesuburan. Teknologi bayi tabung dikenal sebagai salah satu upaya program kehamilan melalui proses pembuahan dengan menggunakan teknologi reproduksi berbantu (TRB).

Malaysia merupakan salah satu Negara yang dituju untuk melakukan pengobatan maupun perawatan kesehatan, salah satunya untuk perawatan kesuburan atau melakukan program kehamilan melalui IVF. Tahun 2019 sudah terdata setidaknya ada 4000 pasien pasangan Indonesia yang melakukan program bayi tabung di Malaysia.

Keberhasilan progran IVF di Malaysia rata-rata satu dari dua pasien, ini dikarenakan Malaysia memiliki pusat perawatan dan IVF terkemuka dengan dokter dan ahli embriologi berpengalaman didukung teknologi canggih.

Selain itu, biaya program bayi tabung jauh lebih terjangkau dan juga bahasa yang lebih mudah dimengerti menjadi pertimbangan pasangan Indonesia melakukan program kehamilan di Malaysia.

Sebagai salah satu Negara tujuan untuk pengobatan atau perawatan kesehatan, Malaysia memiliki program pariwisata kesehatan yaitu Malaysia Healthcare Travel Council. Salah satu programnya tahun 2020 ini untuk membantu para pasangan mewujudkan impian mendapatkan keturunan, Malaysia Healthcare menghadirkan program “Harapan Dua Garis.”

Harapan Dua Garis, Program Bayi Tabung Gratis




Sering kan mendengar artis melakukan pengobatan ke Malaysia?, jangan heran ya, karena memang Malaysia punya fasilitas kesehatan kelas dunia, termasuk perawatan kesuburannya. Sadar punya potensi pariwisata kesehatan, Malaysia Healthcare menghadirkan pengalaman wisata kesehatan end- to – end yang bebas hambatan (seamless), menjamin ketenangan pikiran untuk melakukan pengobatan di Malaysia.

Melalui program Harapan Dua Garis, Nik Yazmin Nik Azmam, Chief Commercial Officer Malaysia Healthcare Travel Council menyampaikan keinginan Malaysia Healthcare untuk membantu para pasangan mewujudkan impiannya mejadi orang tua dengan menyediakan akses perawatan IVF yang didukung oleh fasilitas pusat fertilitas terkemukan di Malaysia.

Nah, untuk kalian pasangan Indonesia yang ingin melakukan program kehamilan melalui IVF atau bayi tabung dapat mengikuti progam Harapan Dua Garis yang akan berjalan selama 12 bulan di tahun 2020. Bagi 12 pasangan Indonesia yang beruntung bisa mendapatkan fasilitas secara gratis, tidak hanya mendapatkan akses perawatan kesuburan melalui teknologi reproduksi berbatu (Assisted Reproductive Technology) di Malaysia, tetapi juga akan mendapatkan pendampingan yang menyeluruh selama perjalanan kehamilan yang dimulai dari pra-perawatan hingga pasca perawatan.


Faktor Keberhasilan Program Bayi Tabung


Teknologi bayi tabung atau program IVF memang bisa jadi salah satu pilihan yang membantu pasangan mendapatkan keturunan. Beberapa artis yang kita kenal juga sukses menjalankan program IVF, seperti Tya Ariestya, Inul Daratista, Cynthia Lamusi, Sissy Prescillia dan Lula Kamal. Metode bayi tabung memang sudah ada sejak 40 tahun lalu dan sudah melahirkan 6,5 juta anak di seluruh Indonesia.



Tapi, beberapa pasangan sempat mengalami gagal melakukan program bayi tabung. Sebelumnya memang program kehamilan melalui IVF dilakukan setelah pasangan menikah 10 tahun lebih lamanya, umumnya berusia diatas 35 – 40 tahun, padahal wanita di bawah 35 tahun punya tingkat keberhasilan 40 persen.

Eason Sinthamoney, Ahli Fertilitas dari Sunfert International Fertility Centre Kuala Lumpur, yang juga hadir pada peluncuran program Harapan Dua Garis pada 15 Januari 2020 lalu, menyampaikan ada beberapa faktor ketika siklus IVF gagal yang kerap menyebabkan pasangan menjadi sedih, marah ataupun frustasi.

Yuk, kenali beberapa faktor penyebab program bayi tabung belum berhasil:

1. Kondisi Sel Telur


Seluruh sel telur terlihat sama tapi tidak semua bisa membuahkan hasil, kondisi telur setiap wanita juga berbeda-beda. Usia wanita yang melakukan program bayi tabung punya pengaruh yang cukup penting, semakin bertambah usia wanita, kualitas dan kuantitas sel telur wanita mulai memburuk.

2. Kualitas Embrio


Kualitas embrio juga menjadi penyebab paling umum keberhasilan siklus IVF. Program bayi tabung melalui proses perkawinan atau pengkondisian antara sel sperma dengan sel telur dengan cara menyuntikkan satu sel sperma ke dalam satu sel telur, kemudian dimasukkan dalam inkubator dan dalam beberapa hari akan terjadi pembuahan normal membentuk embrio.

Banyak yang mengalami kegagalan pembuahan sehingga tidak terbentuk embrio, atau embrio tidak terlihat sehat yang menyebabkan mati atau tidak tumbuh. Jadi, program IVF juga bergantung pada pembentukan embrio ya dear.

3. Kondisi Ovarium


Indung telur wanita juga bisa mengalami tidak responsif obat IVF sehingga gagal menghasilkan banyak sel telur. Usia wanita di atas 37 tahun atau yang memiliki hormon perangsang folikel tinggi akan mengalami kesulitan memproduksi sel telur. Nah, disinilah pentingnya melakukan konsultasi dengan dokter di awal perawatan IVF.

4. Kelainan Kromosom


Ketika embrio terbentuk juga bisa berpotensi mengalami kegagalan IVF karena bisa terjadi kelainan kromosom. FYI, wanita yang berusia lebih dari 30 tahun punya kecenderungan mengalami kelainan kromosom, dan potensinya meningkat ketika mencapai usia 40-an.

5. Gaya Hidup


Mulai berhenti merokok dan ubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Untuk perokok dan kelebihan berat badan butuh effort dua kali lebih banyak agar siklus IVF berhasil dan lebih besar potensinya mengalami keguguran.

Selvy Wairata, salah satu IVF warrior juga menceritakan pengalamannya mengikuti prorgam kehamilan melalui bayi tabung sebanyak 2 kali yang dilakukan mengambil program kehamilan di Malaysia. Berdasarkan pengalaman teman kerjanya yang memberikan rekomendasi, program bayi tabung di Malaysia lebih murah dan berbeda perawatannya.

Setelah bertahun-tahun belum mendapatkan keturunan, akhirnya pasangan ini mencoba program IVF. Percobaan pertama dengn biaya 50 juta gagal dikarenakan tidak terbentukanya embrio, lalu pada percobaan kedua dengan biaya 70 juta akhirnya berhasil dan mendapatkan anak kembar. Masya Allah, mendengar kisahnya saya ikut terharu dan bahagia.

Cara Mendapatkan Program Bayi Tabung Gratis



Selain pertimbangan biaya yang lebih murah dan bahasa yang lebih mudah, fasilitas perawatan kesuburan di Malaysia patut juga dipertimbangkan. FYI, saat ini Malaysia memiliki 20 pusat perawatan kesuburan terbesar, 5 diantaranya memiliki sertifikasi Reproductive Accreditation Committee (RTAC) yaitu Mahkota Medical Centre in Melaka, Genesis IVF and Island Hospital in Penang, Sunfert International Fertility Centre, TMC Fertility Centre, and Alpha IVF di Kuala Lumpur.

Untuk mengikuti program kehamilan melalui IVF di Malaysia, biaya yang dikenakan mulai dari 50 juta, biaya tersebut tergantung dari kebutuhan hidup selama menjalani perawatan. Tapi, untuk pasangan Indonesia yang merencanakan kehamilan dapat mengikuti program gratis ini, syaratnya memiliki umur kurang dari 35 tahun lalui langsung saja mengirimkan data diri dan pasangan melalui https://medicaltourismmalaysia.id/ivf , pendaftaran ini hanya sampai bulan Maret 2020, jangan sampai ketinggalan ya!.
Post Comment
Post a Comment

Thank you for visiting my blog. I am very happy if you leave comments, feedback, suggestions, or criticism. As a passion for me, to be able to write better. Happy Reading!