Memilih Organic Parenting Sebagai Pola Asuh Anak, Ciptakan Bonding Lebih Kuat

Tuesday, January 28, 2020
Hai moms,




Siapa sih yang mudah melepaskan ketertarikan anak pada gadget?, pasti sulit dilakukan pada era kemajuan teknologi seperti saat ini, rasanya gak tega membiarkan anak jauh tertinggal dengan anak seusianya. Padahal kalau anak sudah asik dengan gadget, fokusnya hanya pada satu titik, akibatnya ruang waktu bersama orang tua sering kali jauh berkurang. Apalagi kalau kita nih sebagai orang tua millenial sibuk diluar rumah untuk bekerja, banyak yang tidak sadar terlalu melepas dan tidak peduli dengan dampak kecanduan gadget itu sendiri. Tapi, banyak juga yang sadar untuk segera atasi dengan cara memilih pola asuh yang bisa menyeimbangkan kebutuhan anak di era saat ini.

Memilih pola asuh untuk anak sangat berperan pada tumbuh kembang secara fisik dan mental yang akan dibawa hingga dewasa nanti. Salah satu tren pola asuh anak yang saat ini sedang banyak diterapkan oleh orang tua millenial adalah organic parenting, sudah tau kah seperti apa pola asuhnya dear? Simak yuk!

Konsep Pola Asuh Organic Parenting


Ayoe Soetomo M.Psi - Psikolog 

Moms, kalau kalian generasi milenial yang saat ini sudah memiliki anak, berarti anak kalian adalah generasi alfa, tentunya dalam menerapkan pola asuh tidak bisa disamakan 10 tahun lalu dari orang tua kita. Beda jaman, beda pola asuh dan kita sebagai orang tua harus selalu mengikuti perkembangan jaman untuk menyeimbangi anak kita kelak hingga mandiri dan dewasa.

Kebetulan anak saya masih dalam tahap tumbuh kembang di usia emas, maka itu saya selalu berusaha untuk terus mencari ilmu mengenai parenting. Syukurlah, melalui acara yang diselenggarakan oleh Arla Indofood, saya berkesempatan menghadiri diskusi “Organic Parenting Semakin Tinggi Minat” bersama pakar-pakar dan moms milenial lainnya.

Berdasarkan penelitian, saat ini minat pola asuh organic parenting semakin tinggi. Meskipun bukan hal yang baru, tapi orang tua milenial saat ini sudah mulai banyak yang teredukasi mencari pola asuh lebih tepat untuk anak-anaknya. Semakin banyaknya informasi mengenai pola asuh organic parenting, tidak heran saat ini juga makin banyak yang memilih diterapkan untuk anak-anaknya.

Sejauh pemahaman kalian, organic parenting itu hanya sebatas asupan gizi dari bahan organik? Tidak hanya itu dear, organic parenting memiki konsep pola asuh yang dekat dengan alam, ramah lingkungan dan mulai menggunakan bahan-bahan natural. 

Seluruh aspek tumbuh kembang anak terlibat, termasuk aktivitas anak serta interaksi antara anak dan orangtua. Dengan kesibukan orang tua di kehidupan yang sangat cepat, sebenarnya anak membutuhkan support yang baik secara emosional dari orang tuanya, nah lagi-lagi kekompakkan orang tua dibutuhkan.

Tidak hanya mengikuti tren yang sedang berlangsung, supaya hasilnya efektif dan membentuk karakter kuat pada anak maka dibutuhkan pola asuh yang berkelanjutan. Ayoe Soetomo M.Psi, Psikolog yang juga hadir memberikan tips menerapkan organic parenting yang berkelanjutan.

Tips Menerapkan Pola Asuh Organic Parenting



Pertama yang harus dilakukan adalah komitmen dari ayah dan bunda yang sudah disepakati. Ketika sudah berkomitmen, sebagai orangtua akan berperan dan sangat berpengaruh pada tahap-tahap perkembangan anak. Contohnya, ketika orangtua menginginkan anaknya makan sayuran, maka sebaiknya orangtua terlebih dahulu memberikan contoh terlebih dahulu, kelak anak akan lebih mudah belajar terbiasa meniru apa yang dilihat.

Kemudian jelaskan mengenai pola asuh yang diterapkan dengan orang sekitar. Caranya melalui memberitahukan apa saja peraturan dan pantangan yang harus diterapkan ketika bersama guru, di sekolah, pengasuh, kakek dan nenek maupun keluarga di rumah.
  
Berikan aktivitas anak yang dapat memberikan stimulasi pada perkembangan otak kanan dan kirinya, tidak perlu dengan aktivitas yang berat di alam bebas. Contoh simpel yang sering saya lakukan ajak anak saya ke taman bermain, lalu membiarkan anak berlari, puas bermain dengan temannya, tapi sambil dipantau juga ya. Nah, ketika sedang bermain dengan temannya tanpa saya usik cukup memantau dari kejauhan, ini cukup membantu membangun kepercayaan dirinya.

Kadang saya juga mengajak anak untuk melakukan kegiatan yang dekat dengan alam, menanam ataupun merapihkan tanaman di halaman, membersihkan sampah di rumah, dan kalau sudah usia SD nanti pasti akan saya ajak untuk membuat kompos atau berikan edukasi mengenai pilah sampah. Sesimpel itu bisa dilakukan di rumah, rasa penasaran anak akan muncul dengan beribu pertanyaan kan?

Lalu, agar lebih maksimal saya selalu memastikan asupan gizi anak saya tercukupi dengan baik. Nah, sebisa mungkin saya menghindari konsumsi makanan maupun minuman yang mengandung pestisida, pupuk sintetis atau bahan sintetis lainnya seperti gula.

Seperti yang disampaikan oleh dr. Lucia Nauli Simbolon, Sp.A., asupan pangan sangat mempengaruhi kesehatan dan tumbuh kembang anak. Alhamdulillah, anak saya mendapatkan ASI eksklusif, lalu pada usia 2 tahun pertama yang merupakan golden periode, perlu mendapatkan tambahan asupun nutrisi, terutama kebutuhan protein harus dipastikan tercukupi.


Asupan Nutrisi Organik




Kenapa saya memilih nutrisi ogranik? karena menghindari bahan-bahan yang mengandung Growth Hormode yang kerap digunakan pada hewan untuk menghasilkan produksi susu lebih banyak atau ayam lebih gemuk. Bahan organik memiliki kandungan asam linoleat dan omega-3 yang bermanfaat untuk membentuk daya tahan tubuh lebih baik.

Selain itu juga sangat aman untuk pertumbuhan bakteri baik di usus, kalau ususnya sehat, daya tahan tubuh juga jauh lebih baik. Punya daya tahan tubuh yang baik akan membantu fungsi kognitif pada anak yang juga lebih baik.

Tambahan nutrisi untuk anak saya dimulai sejak anak MPASI, moms juga bisa mulai mengenalkan susu organik yang memiliki rasa alami dan segar. Penting loh, mengenalkan susu organik ini karena anak akan terbiasa dengan rasa alami tanpa tambahan perisa atau gula.

Salah satu rekomendasi susu organik yaitu Arla Puregrow Organic, dikeluarkan oleh Perusahaan Arla Indofood untuk mendukung ibu milenial memberikan nutrisi terbaik serta menerapkan pola asuh organik yang berkelanjutan. Susu Puregrow organic ini merupakan yang pertama di Indonesia, kandungan gizi pada susu Arla sudah mengacu pada WHO Codex dan BPOM.

Susu Organik itu bagaimana?


Selain tidak ditambahkan sukrosa yang merupakan pemanis buatan, susu dari Arla dihasilkan dari sapi-sapi yang diternak dalam lingkungan yang luas yang membuat sapi nyaman dan bahagia. Sapi-sapi tersebut juga diberikan asupan makanan organik bebas pestisida, sapi yang bahagia akan menghasilkan susu yang berkualitas juga. Nah, untuk sampai ke tangan konsumen di Indonesia dilakukan quality control secara ketat untuk memastikan tidak ada kontaminasi bahan non organik.

Saat ini, saya masih terus berusaha untuk konsisten menerapkan pola asuh organic parenting yang berkelanjutan, tidak hanya mengikuti tren saja. Agar semuanya tetap berjalan dengan baik dan hasilnya memuaskan, gimana moms? Tertarik juga mulai terapkan organic parenting di keluarga?

1 comment on "Memilih Organic Parenting Sebagai Pola Asuh Anak, Ciptakan Bonding Lebih Kuat "
  1. Wah, baru dengar mengenai organic parenting :) saya juga lagi berusaha keras untuk membuat anak saya bisa lepas dari gadget nih Moms. Makasih sharing informasinya

    ReplyDelete

Thank you for visiting my blog. I am very happy if you leave comments, feedback, suggestions, or criticism. As a passion for me, to be able to write better. Happy Reading!