Pertolongan Pertama Demam Pada Anak, Gak Pake Drama Gunakan Hansaplast Cooling Fever

Friday, March 20, 2020




Perubahan cuaca ekstrem seperti saat ini berdampak pada menurunnya daya tahan tubuh, seringkali siang hari tiba-tiba sangat terik panas mataharinya, lalu sore harinya angin kencang dan hujan. Cuaca ekstrem ini sangat rentan timbulnya penyakit langganan pada anak maupun orang dewasa, yaitu demam.

Moms, tau gak sih menurut data kesehatan dilansir dari health.org, demam paling sering terjadi pada anak-anak berusia 12 – 18 tahun. Kalau sudah usia tersebut mungkin masih bisa diajak kompromi ya, karena anak paham apa yang dirasakan, terus bagaiamana kalau anaknya masih kecil seusia Rayyan anak saya?

Demam terjadi ketika tubuh bereaksi dari sistem imun melawan infeksi virus, bakteri, jamur, atau parasite penyebab penyakit. Selain itu, terjadinya demam juga dapat terjadi akibat paparan cuaca, suhu panas ekstrem, dan pemberian imunisasi. Sebenarnya, kita tidak perlu panik moms, karena bisa lakukan pertolongan pertama ketika anak mengalami demam. 

Pertolongan Pertama Ketika Anak Demam




Rayyan termasuk anak yang super drama ketika sedang sakit, terutama kalau suhu badannya tinggi atau demam. Seperti orang dewasa rasakan, ketika demam yang kita rasakan pusing, badan terasa panas dan pegal, resah, dan lemas, begitupula dengan si kecil. Sayangnya, si kecil sering kali tidak bisa mengungkapkan, akhirnya timbullah rewel penuh drama ketika demam.

Seperti yang disampaikan psikolog anak, Ferliana, M.Psi, ketika demam, anak memang cenderung tidak semangat, tidak mood, cenderung menolak obat-obatan dan kompres demam. Reaksi anak tersebut terkadang bikin kita sebagai Ibu menjadi tidak tenang dan panik.

Sebagai orang tua pasti moms juga mengalaminya, bingung melihat anak menggigil atau sulit tidur karena saking panasnya yang dirasakan. Penting sekali untuk tidak panik, kenali gejalanya terlebih dahulu dan terus pantau perkembangan anak, jangan lupa juga lakukan pertolongan pertama ketika anak demam.

• Biasanya yang saya lakukan sebagai langkah awal, menenangkan Rayyan dengan cara memeluknya dengan lembut dan tenang. Lalu, untuk mengatasi demam pada anak, saya selalu terapkan langkah pertolongan pertama di rumah seperti ini.
• Mengatur suhu ruangan lebih sejuk, biasanya saya naikkan suhu pendingin ruangan agar anak saya terasa nyaman. Saya pun juga menghindari memberikan selimut tebal, karena ketika demam suhu tubuh sedang tinggi kalau ditutup atau dibungkus dengan selimut bisa menutup proses penguapan panas
• Awasi asupan makanan dan konsumsi air mineral. Terkadang anak jadi tambah malas makan dan tidak napsu, tapi saya selalu memaksakan supaya si kecil tidak mengalami dehidrasi. Biasanya supaya anak tetap mau minum, saya buatkan susu coklat hangat. 
• Kompres demam dengan Hansaplast Cooling Fever, ini membantu pertolongan pertama di rumah. Ketika anak demam dan rewel karena tidak nyaman dengan suhu tubuhnya, Hansaplast Cooling Fever membantu meredakan panas. Selain lebih simpel dan praktis, efek cooling dari Hydro-Gel yang menempel kuat di kening, plester kompres demam ini memberikan efek sejuk dan nyaman, membantu banget anak jadi lebih mudah tidur nyenyak.
• Ukur suhu tubuh setiap saat, kalau hanya demam tanpa gejala mencurigakan seperti kejang atau lainnya. Biasanya saya hanya merawat anak ketika demam di rumah saja, penting sekali untuk selalu ukur suhu tubuh, gunanya memantau suhunya tidak melebihi diatas 390C yang bisa menimbulkan demam berbahaya.

Hansaplast Cooling Fever Bantu Turunkan Demam Anak




Sebelum ada plester kompres demam, seringkali anak diberikan kompres air dingin, berdalih ingin menurunkan demamnya dengan cepat, sayangnya kompres air dingin bisa menyebabkan suhu tubuh anak menurun tiba-tiba, akibatnya badan akan menggigil.

Maka itu, lebih baik memberikan kompres air hangat, karena akan membantu membuka pori-pori, sehingga panas tubuh bisa keluar dan suhunya perlahan akan turun. Sayangnya, kompres demam dengan handuk yang diberikan air hangat merupakan cara tradisional, dan terlihat lebih ribet. Gak kebayang kan anak sedang rewel dan harus dekat dengan ibunya, sedangkan kita harus mempersiapkan air panas lalu handuk.

Kalau berdasarkan hasil riset Fever Patch U&A and product placement, tingkat kesadaran ibu terhadap penggunaan kompres demam cukup tinggi, dikategorikan sebagai must use product untuk membantu meredakan demam dan memberikan perasaan aman untuk ibu. Pleseter kompres demam seperti Hansplast Cooling Fever dinilai memiliki kemiripan dan dapat mudah digantikan dengan kompres tradisional.

Itulah mengapa, saya lebih memilih menggunakan Hanspalast Cooling Fever.  Berbeda dengan plester kompres demam lainnya, Hansaplast punya inovasi terbaru yang lebih menarik, yaitu adanya karakter Disney Frozen dan Marvel Avengers, keduanya sangat digemari anak-anak.

Biasanya agar anak saya tidak takut atau merasa tidak nyaman menggunakan plester kompres demam, akan terbantu ketika saya bujuk dengan menceritakan kisah Frozen atau Marvel Avengers yang bisa bantu melawan suhu tubuhnya, cara ini cukup berhasil loh!

Dengan teknologi advance Hydro-gel, Hansaplast Cooling Fever mampu mempercepat proses penyerapan panas dari tubuh ke plester kompres, sehingga membantu demam anak cepat turun. Anakpun terasa lebih nyaman dengan efek sensasi sejuk di dahi dan juga aroma peppermint dan wintergreen oil yang membantu anak lebih tenang dan tidak merasa sedang menggunakan obat, tanpa ribet, gak pake drama, demam cepat turun! Sebagai satu-satunya pertolongan pertama ketika anak demam yang simple dan praktis, wajib juga loh untuk moms mencobanya di rumah.

Untuk informasi lebih lanjutsilahkan kunjungi www.hansaplast.co.id dan melalui akun Instagram resmHansaplast @Hansaplast_ID dan Facebook Fanpage @HansaplastID.

1 comment on "Pertolongan Pertama Demam Pada Anak, Gak Pake Drama Gunakan Hansaplast Cooling Fever"
  1. Assalamualaikum...salam kenal, sillaturahmi Blogwalking

    Saya setuju mbak, selain obat pereda demam, tindakan pertama saat anak demam adalah kompress.

    menggunakan air hangat, kompress pada ketiak. cuma kekurangannya dalah rasa tidak nyaman bagi anak karena basah.

    Keep posting artikel yang bermanfaat mbak...

    ReplyDelete

Thank you for visiting my blog. I am very happy if you leave comments, feedback, suggestions, or criticism. As a passion for me, to be able to write better. Happy Reading!